Erick Thohir bagikan alat tenun songket ke pelaku UMKM Ogan Ilir
Kamis, 28 Oktober 2021 23:08 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyambangi Rumah BUMN di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang menjadi wadah penenun kain songket, Kamis (29/10/2021). (ANTARA/HO-Kemeterian BUMN)
Palembang (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membagikan bantuan alat tenun songket ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, untuk mendorong peningkatan produksi mereka.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Ogan Ilir, Kamis, mengatakan bantuan alat kerja ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan kain tenun asli Sumsel tersebut.
"Alat tenun yang diberikan secara gratis ini diharapkan dapat membantu peningkatan produksi para penenun," kata dia di Rumah BUMN Ogan Ilir yang dikelola oleh PT Pertamina.
Selain alat tenun ini, Kementerian BUMN juga membantu penenun berupa bahan baku benang sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
Terobosan lainnya, Arya menambahkan, penenun tidak perlu membayar cicilan pinjaman jika kain songketnya belum terjual.
Bantuan ini diberikan karena Kementerian BUMN menyadari bahwa penenun kesulitan menjual hasil produksinya lantaran ekonomi masyarakat sedang menurun.
“Jadi ibu-ibu tidak terbebani dengan tanggung jawab cicilan," katanya.
Baca juga: Erik Thohir dorong peningkatan ekonomi keluarga di Banyuasin melalui pinjaman modal tanpa agunan
Pemilik usaha tenun “Songket Permata”, Sri Ratna, mengatakan bantuan alat tenun tersebut sudah lama diharapkan karena selama ini kekurangan alat produksi.
Dengan adanya alat tambahan ini, Sri berharap dapat meningkatkan produksi usahanya.
Namun, di tengah pandemi ini, Sri mendapatkan kendala untuk mengembangkan usaha karena berkurangnya jumlah pembeli.
Kain songket biasanya digunakan saat pernikahan, sementara selama pandemi banyak yang menunda acara pernikahan.
"Tapi kami menyakini ini sementara saja, saat sudah normal tentunya kami sudah jauh lebih siap karena sudah ada alat tambahan," kata dia.
Hingga saat ini, Rumah BUMN yang dikelola oleh PT Pertamina di Banyuasin ini membina sebanyak 200 UMKM. Sebagian besar mereka sudah menerapkan transaksi secara digital.
Rumah BUMN Pertamina juga menawarkan berbagai program pengembangan UMKM melalui Klinik Bisnis Online serta keikutsertaan di berbagai pameran tingkat nasional.
Baca juga: Erick Thohir dorong transformasi PLN percepat ekonomi hijau
Baca juga: Erick Thohir bantu modal usaha tanpa agunan ke ratusan ibu-ibu OKU Selatan
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Ogan Ilir, Kamis, mengatakan bantuan alat kerja ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan kain tenun asli Sumsel tersebut.
"Alat tenun yang diberikan secara gratis ini diharapkan dapat membantu peningkatan produksi para penenun," kata dia di Rumah BUMN Ogan Ilir yang dikelola oleh PT Pertamina.
Selain alat tenun ini, Kementerian BUMN juga membantu penenun berupa bahan baku benang sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
Terobosan lainnya, Arya menambahkan, penenun tidak perlu membayar cicilan pinjaman jika kain songketnya belum terjual.
Bantuan ini diberikan karena Kementerian BUMN menyadari bahwa penenun kesulitan menjual hasil produksinya lantaran ekonomi masyarakat sedang menurun.
“Jadi ibu-ibu tidak terbebani dengan tanggung jawab cicilan," katanya.
Baca juga: Erik Thohir dorong peningkatan ekonomi keluarga di Banyuasin melalui pinjaman modal tanpa agunan
Pemilik usaha tenun “Songket Permata”, Sri Ratna, mengatakan bantuan alat tenun tersebut sudah lama diharapkan karena selama ini kekurangan alat produksi.
Dengan adanya alat tambahan ini, Sri berharap dapat meningkatkan produksi usahanya.
Namun, di tengah pandemi ini, Sri mendapatkan kendala untuk mengembangkan usaha karena berkurangnya jumlah pembeli.
Kain songket biasanya digunakan saat pernikahan, sementara selama pandemi banyak yang menunda acara pernikahan.
"Tapi kami menyakini ini sementara saja, saat sudah normal tentunya kami sudah jauh lebih siap karena sudah ada alat tambahan," kata dia.
Hingga saat ini, Rumah BUMN yang dikelola oleh PT Pertamina di Banyuasin ini membina sebanyak 200 UMKM. Sebagian besar mereka sudah menerapkan transaksi secara digital.
Rumah BUMN Pertamina juga menawarkan berbagai program pengembangan UMKM melalui Klinik Bisnis Online serta keikutsertaan di berbagai pameran tingkat nasional.
Baca juga: Erick Thohir dorong transformasi PLN percepat ekonomi hijau
Baca juga: Erick Thohir bantu modal usaha tanpa agunan ke ratusan ibu-ibu OKU Selatan
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga perluas SPBU Nelayan di wilayah 3T melalui program BBM Satu Harga
30 April 2026 7:53 WIB
Imbas ketegangan Iran dan AS, pemerintah segera putuskan harga baru Pertamax
17 April 2026 14:56 WIB
Bupati Teddy Meilwansyah jemput bola, Kemensos prioritaskan Sekolah Rakyat OKU tahun 2026
14 April 2026 18:55 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB