Sebuah truk terguling timpa pengendara sepeda motor hingga tewas
Minggu, 10 Oktober 2021 22:59 WIB
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang tertimpa truki muatan tebu di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Minggu (10/10). ANTARA/HO - Joko Purnomo.
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, Jawa Timur menangani insiden kecelakaan truk sarat muatan tebu yang terguling dan menimpa pengendara sepeda motor hingga tewas di lokasi kejadian.
Kecelakaan yang terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 10.45 WIB di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung itu melibatkan empat kendaraan, yakni sebuah mobil Taft warna hitam nopol AE 1496 SU, bus pariwisata, truk sarat muatan tebu nopol AD 1396 PP dan sepeda motor Honda Soopy nopol AG 3975 RCK yang dikendarai korban.
"Kecelakaan ini terjadi karena truk berusaha menghindari bus yang melakukan pengereman mendadak di depannya. Sopir berusaha mengerem tapi kendaraan tidak bisa berhenti sehingga oleng dan menabrak bagian belakang bus serta motor Scoopy yang ada di depannya hingga terguling," kata Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Dion Fitriyanto di lokasi kejadian.
Naas bagi pengendara Scoopy yang tertimpa muatan tebu. Korban yang diidentifikasi sebagai warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru ini tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala, pinggang serta sebagian tangan dan kaki.
Saat dievakuasi, pengendara motor dalam posisi tengkurap dan masih memakai helm.
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang tertimpa truki muatan tebu di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Minggu (10/10) (ANTARA/HO - Joko Purnomo)
Kejadian kecelakaan ini sempat membuat lalu lintas di jalan Pahlawan macet hingga dua jam.
Menurut sopir truk, sebenarnya dirinya sempat mengerem, namun tak sempat berhenti, hingga akhirnya dirinya banting setir.
"Sebenarnya sudah mengerem, namun enggak sampai," kata Arif.
Menurut pengakuannya, truknya mengangkut tebu seberat tujuh ton, tebu ini berasal dari Kediri dan hendak dibawa ke Klaten, Jawa Tengah
Saat ini, sopir truk pengangkut tebu, Arif Purwanto berikut kernetnya Rizki Mujiati, yang keduanya warga Klaten Jawa Tengah, diperiksa petugas untuk kepentingan penyidikan.
Hasil penyidikan, keterangan saksi-saksi, serta olah tempat kejadian perkara, insiden diduga dipicu saat mobil Taft yang bergerak dari arah utara ke selatan mendadak belok kiri atau ke timur.
Perubahan haluan mobil Taft secara mendadak itu membuat bus pariwisata yang ada di belakangnya melakukan pengereman cepat guna menghindari benturan.
Bus selamat dari benturan. Namun truk pengangkut tebu yang dikemudikan Arif Purwanto gagal mengendalikan laju kendaraannya. Rupanya muatan tebu tujuh ton yang diangkut menyebabkan upaya pengereman tidak bisa seketika menghentikan laju truk.
Arif spontan banting stir guna menghindari benturan dengan badan belakang bus. Namun upaya itu malah membuatnya menyenggol sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban sebelum akhirnya terguling.
"Truk dari belakang melakukan pengereman tapi tidak bisa berhenti, oleng ke kiri lalu menabrak sepeda motor dari belakang, terguling menimpa motor," terang Dion.
Kecelakaan yang terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 10.45 WIB di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung itu melibatkan empat kendaraan, yakni sebuah mobil Taft warna hitam nopol AE 1496 SU, bus pariwisata, truk sarat muatan tebu nopol AD 1396 PP dan sepeda motor Honda Soopy nopol AG 3975 RCK yang dikendarai korban.
"Kecelakaan ini terjadi karena truk berusaha menghindari bus yang melakukan pengereman mendadak di depannya. Sopir berusaha mengerem tapi kendaraan tidak bisa berhenti sehingga oleng dan menabrak bagian belakang bus serta motor Scoopy yang ada di depannya hingga terguling," kata Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Dion Fitriyanto di lokasi kejadian.
Naas bagi pengendara Scoopy yang tertimpa muatan tebu. Korban yang diidentifikasi sebagai warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru ini tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala, pinggang serta sebagian tangan dan kaki.
Saat dievakuasi, pengendara motor dalam posisi tengkurap dan masih memakai helm.
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan yang tertimpa truki muatan tebu di jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Minggu (10/10) (ANTARA/HO - Joko Purnomo)
Kejadian kecelakaan ini sempat membuat lalu lintas di jalan Pahlawan macet hingga dua jam.
Menurut sopir truk, sebenarnya dirinya sempat mengerem, namun tak sempat berhenti, hingga akhirnya dirinya banting setir.
"Sebenarnya sudah mengerem, namun enggak sampai," kata Arif.
Menurut pengakuannya, truknya mengangkut tebu seberat tujuh ton, tebu ini berasal dari Kediri dan hendak dibawa ke Klaten, Jawa Tengah
Saat ini, sopir truk pengangkut tebu, Arif Purwanto berikut kernetnya Rizki Mujiati, yang keduanya warga Klaten Jawa Tengah, diperiksa petugas untuk kepentingan penyidikan.
Hasil penyidikan, keterangan saksi-saksi, serta olah tempat kejadian perkara, insiden diduga dipicu saat mobil Taft yang bergerak dari arah utara ke selatan mendadak belok kiri atau ke timur.
Perubahan haluan mobil Taft secara mendadak itu membuat bus pariwisata yang ada di belakangnya melakukan pengereman cepat guna menghindari benturan.
Bus selamat dari benturan. Namun truk pengangkut tebu yang dikemudikan Arif Purwanto gagal mengendalikan laju kendaraannya. Rupanya muatan tebu tujuh ton yang diangkut menyebabkan upaya pengereman tidak bisa seketika menghentikan laju truk.
Arif spontan banting stir guna menghindari benturan dengan badan belakang bus. Namun upaya itu malah membuatnya menyenggol sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban sebelum akhirnya terguling.
"Truk dari belakang melakukan pengereman tapi tidak bisa berhenti, oleng ke kiri lalu menabrak sepeda motor dari belakang, terguling menimpa motor," terang Dion.
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sumsel wajibkan 'ramp check' bus Haji 2026, pastikan tak ada armada mogok
17 April 2026 19:32 WIB
Indonesia dinilai dapat perkuat transformasi energi melalui ekosistem baterai nasional
13 April 2026 19:53 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB