Komunitas Sosial Belitung dirikan rumah oksigen
Jumat, 8 Oktober 2021 11:53 WIB
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi Komunitas Sosial Belitung mendirikan "rumah oksigen", guna mengatasi krisis oksigen dalam penanganan pasien COVID-19 di negeri laskar pelangi itu. (Aprionis)
Pangkalpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengapresiasi Komunitas Sosial Belitung mendirikan rumah oksigen guna mengatasi krisis oksigen dalam penanganan pasien COVID-19 di wilayah itu.
"Rumah oksigen ini merupakan wujud partisipasi dan komitmen bersama semua pihak dalam memulihkan Babel dari pandemi COVID-19," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Belitung merupakan daerah kepulauan, jika tidak dilakukan atau diambil keputusan dengan cepat dan didukung oleh komunitas yang betul-betul memperhatikan masalah sosial atau kesehatan, permasalahan COVID-19 ini tidak akan terselesaikan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan komunitas sosial, swasta dan orang yang punya hati mau membantu pemerintah. Ini membuktikan bahwa orang-orang ini mempunyai pemikiran yang besar," ujarnya.
Menurut dia, saat ini kasus COVID-19 mulai menunjukkan tren penurunan, tetapi harus terus dijaga. Bangka Belitung saat ini menduduki peringkat kelima dalam pencapaian vaksinasi, atas dukungan TNI/Polri, tenaga kesehatan, termasuk vaksinator.
"Dengan perekonomian Bangka Belitung yang semakin tumbuh menjadikan keberkahan yang harus tetap dijaga," katanya.
Ketua Komunitas Sosial Belitung Ayi Gardiansyah menyampaikan Rumah Oksigen Belitung merupakan hasil sumbangsih dan kerja sama dari berbagai pihak. Hal ini dilatarbelakangi dan terdorong dengan krisis oksigen yang pernah terjadi di Belitung.
"Rumah Oksigen ini dilengkapi dengan mesin generator oksigen yang mampu memproduksi 1 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik, dalam setiap 18 menitnya. Dengan begitu akan memberikan kontribusi dalam mendukung ketersediaan oksigen, khususnya di Pulau Belitung," katanya.
"Rumah oksigen ini merupakan wujud partisipasi dan komitmen bersama semua pihak dalam memulihkan Babel dari pandemi COVID-19," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Belitung merupakan daerah kepulauan, jika tidak dilakukan atau diambil keputusan dengan cepat dan didukung oleh komunitas yang betul-betul memperhatikan masalah sosial atau kesehatan, permasalahan COVID-19 ini tidak akan terselesaikan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan komunitas sosial, swasta dan orang yang punya hati mau membantu pemerintah. Ini membuktikan bahwa orang-orang ini mempunyai pemikiran yang besar," ujarnya.
Menurut dia, saat ini kasus COVID-19 mulai menunjukkan tren penurunan, tetapi harus terus dijaga. Bangka Belitung saat ini menduduki peringkat kelima dalam pencapaian vaksinasi, atas dukungan TNI/Polri, tenaga kesehatan, termasuk vaksinator.
"Dengan perekonomian Bangka Belitung yang semakin tumbuh menjadikan keberkahan yang harus tetap dijaga," katanya.
Ketua Komunitas Sosial Belitung Ayi Gardiansyah menyampaikan Rumah Oksigen Belitung merupakan hasil sumbangsih dan kerja sama dari berbagai pihak. Hal ini dilatarbelakangi dan terdorong dengan krisis oksigen yang pernah terjadi di Belitung.
"Rumah Oksigen ini dilengkapi dengan mesin generator oksigen yang mampu memproduksi 1 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik, dalam setiap 18 menitnya. Dengan begitu akan memberikan kontribusi dalam mendukung ketersediaan oksigen, khususnya di Pulau Belitung," katanya.
Pewarta : Aprionis
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter sebut berdesakan dalam kerumunan bisa sebabkan kekurangan oksigen
31 October 2022 9:07 WIB, 2022
Palembang pastikan ketersediaan oksigen dan obat untuk pasien COVID-19
03 February 2022 21:42 WIB, 2022
Antisipasi gelombang tiga COVID-19, Bangka Barat bangun rumah oksigen
02 November 2021 9:49 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB