Italia imbangi Inggris 1-1, final Euro 2020 lanjut ke babak tambahan
Senin, 12 Juli 2021 5:44 WIB
Bek tim nasional Italia Leonardo Bonucci merayakan golnya ke gawang Inggris yang menyamakan kedudukan dalam final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (11/7/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/POOL/Paul Ellis)
Jakarta (ANTARA) - Laga final Euro 2020 harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu setelah tim nasional Italia mencetak gol balasan dan mengimbangi Inggris 1-1 hingga waktu normal berakhir di Stadion Wembley, London, Minggu waktu setempat (Senin WIB).
Italia yang tertinggal akibat gol pemecah rekor Luke Shaw akhirnya memetik buah kerja keras mereka saat Leonardo Bonucci menyamakan kedudukan pada menit ke-67 memanfaatkan situasi sepak pojok.
Dengan skor imbang di waktu normal, ini jadi final Euro ketujuh yang harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu setelah 1960, 1968, 1976, 1996, 2000 dan 2016.
Statistik laman resmi UEFA mencatat, Italia tampil mendominasi sedikitnya 63 persen penguasaan bola sepanjang waktu normal, tetapi sentuhan akhir mereka di lini depan tidak cukup efisien untuk meraih kemenangan saat peluit tanda babak kedua berakhir.
Italia juga unggul agresivitas dengan melepaskan 15 percobaan tembakan yang empat di antaranya memaksa kiper Jordan Pickford melakukan penyelamatan.
Sebaliknya tuan rumah, di luar gol cepat Shaw, relatif kesulitan menciptakan serangan berbahaya dan hanya membukukan empat percobaan tembakan saja sepanjang waktu normal.
Shaw membawa Inggris memimpin lewat golnya pada menit pertama dan 57 detik, yang memecahkan rekor gol tercepat final Euro, memanfaatkan umpan silang kiriman Kieran Trippier untuk memperdaya kiper Gianluigi Donnarumma.
Namun sejak itu, Inggris lebih banyak berada di bawah tekanan Italia yang sayangnya juga gagal menyamakan kedudukan hingga turun minum setelah peluang bagus tembakan Ciro Immobile bisa dihadang John Stones dan sambaran bola muntah dari jarak jauh Marco Verratti mudah saja dijinakkan Pickford.
Publik Wembley berteriak menuntut hadiah tendangan penalti ketika Raheem Sterling jatuh di depan gawang Italia, di bawah tekanan Bonucci dan Giorgio Chiellini, tapi wasit Bjorn Kuipers mengabaikannya.
Semenjak Roberto Mancini memasukkan Domenico Berardi dan Bryan Cristante, membuat Federico Chiesa pindah beroperasi ke sayap kiri, permainan Italia tampak semakin berbahaya.
Hingga akhirnya pada menit ke-67, kemelut di muka gawang Inggris hasil situasi sepak pojok berhasil diakhiri oleh Bonucci untuk membawa Italia menyamakan kedudukan.
Gareth Southgate menanggalkan skema tiga bek dan memasukkan Bukayo Saka menggantikan Trippier serta menarik keluar Declan Rice digantikan Jordan Henderson yang kini bertugas melapisi bek-bek sayap Inggris.
Inggris sempat punya peluang ketika Saka nyaris lolos dalam situasi serangan balik, tapi talenta Arsenal itu ditarik jatuh Chiellini di dekat garis tengah membuat kapten Italia diganjar kartu kuning.
Insiden itu menutup enam menit injury time yang mengakhiri babak kedua masih dengan kedudukan imbang 1-1.
Bila dalam 2x15 menit babak tambahan skor imbang tak beranjak, pemenang akan ditentukan lewat drama adu penalti.
Inggris tengah memburu trofi Euro pertama mereka dalam penampilan final perdana di turnamen tersebut, yang sekaligus menandai pertama kali kembali main di final setelah juara Piala Dunia 1966.
Sedangkan Italia berusaha menambah koleksi trofi Henri Delauney yang sudah mereka miliki pada 1968, tetapi dalam dua penampilan terakhir di final Euro mereka selalu berakhir jadi runner-up pada 2002 dan 2012.
Italia yang tertinggal akibat gol pemecah rekor Luke Shaw akhirnya memetik buah kerja keras mereka saat Leonardo Bonucci menyamakan kedudukan pada menit ke-67 memanfaatkan situasi sepak pojok.
Dengan skor imbang di waktu normal, ini jadi final Euro ketujuh yang harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu setelah 1960, 1968, 1976, 1996, 2000 dan 2016.
Statistik laman resmi UEFA mencatat, Italia tampil mendominasi sedikitnya 63 persen penguasaan bola sepanjang waktu normal, tetapi sentuhan akhir mereka di lini depan tidak cukup efisien untuk meraih kemenangan saat peluit tanda babak kedua berakhir.
Italia juga unggul agresivitas dengan melepaskan 15 percobaan tembakan yang empat di antaranya memaksa kiper Jordan Pickford melakukan penyelamatan.
Sebaliknya tuan rumah, di luar gol cepat Shaw, relatif kesulitan menciptakan serangan berbahaya dan hanya membukukan empat percobaan tembakan saja sepanjang waktu normal.
Shaw membawa Inggris memimpin lewat golnya pada menit pertama dan 57 detik, yang memecahkan rekor gol tercepat final Euro, memanfaatkan umpan silang kiriman Kieran Trippier untuk memperdaya kiper Gianluigi Donnarumma.
Namun sejak itu, Inggris lebih banyak berada di bawah tekanan Italia yang sayangnya juga gagal menyamakan kedudukan hingga turun minum setelah peluang bagus tembakan Ciro Immobile bisa dihadang John Stones dan sambaran bola muntah dari jarak jauh Marco Verratti mudah saja dijinakkan Pickford.
Publik Wembley berteriak menuntut hadiah tendangan penalti ketika Raheem Sterling jatuh di depan gawang Italia, di bawah tekanan Bonucci dan Giorgio Chiellini, tapi wasit Bjorn Kuipers mengabaikannya.
Semenjak Roberto Mancini memasukkan Domenico Berardi dan Bryan Cristante, membuat Federico Chiesa pindah beroperasi ke sayap kiri, permainan Italia tampak semakin berbahaya.
Hingga akhirnya pada menit ke-67, kemelut di muka gawang Inggris hasil situasi sepak pojok berhasil diakhiri oleh Bonucci untuk membawa Italia menyamakan kedudukan.
Gareth Southgate menanggalkan skema tiga bek dan memasukkan Bukayo Saka menggantikan Trippier serta menarik keluar Declan Rice digantikan Jordan Henderson yang kini bertugas melapisi bek-bek sayap Inggris.
Inggris sempat punya peluang ketika Saka nyaris lolos dalam situasi serangan balik, tapi talenta Arsenal itu ditarik jatuh Chiellini di dekat garis tengah membuat kapten Italia diganjar kartu kuning.
Insiden itu menutup enam menit injury time yang mengakhiri babak kedua masih dengan kedudukan imbang 1-1.
Bila dalam 2x15 menit babak tambahan skor imbang tak beranjak, pemenang akan ditentukan lewat drama adu penalti.
Inggris tengah memburu trofi Euro pertama mereka dalam penampilan final perdana di turnamen tersebut, yang sekaligus menandai pertama kali kembali main di final setelah juara Piala Dunia 1966.
Sedangkan Italia berusaha menambah koleksi trofi Henri Delauney yang sudah mereka miliki pada 1968, tetapi dalam dua penampilan terakhir di final Euro mereka selalu berakhir jadi runner-up pada 2002 dan 2012.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kurs rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibanding periode 2019-2020
08 November 2023 16:20 WIB, 2023
Johnny G Plate siap jadi "justice collaborator" di kasus BTS Kominfo 2020-2022
12 June 2023 13:01 WIB, 2023
Jaksa tetapkan Ketua Bawaslu Ogan Ilir jadi tersangka korupsi dana hibah
01 June 2023 20:10 WIB, 2023
Pemerintah mengucurkan anggaran PEN Rp1.645,45 triliun selama 2020-2022
26 January 2023 12:38 WIB, 2023
Chicago Bulls menang 126-108 perpanjang dominasi atas Pistons sejak 2020
20 January 2023 9:04 WIB, 2023