Cegah paham radikal, UIN Raden Fatah Palembang bangun rumah moderasi beragama
Senin, 24 Mei 2021 17:28 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (depan kiri) bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru (dua kanan) meninjau rumah moderasi beragama usai peresmian gedung baru dan rumah moderasi beragama di Aula Kampus Jakabaring Palembang, Sumsel, Senin (24/5/2021) (ANTARA/Feny Selly/21)
Palembang (ANTARA) - Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang membangun rumah moderasi beragama di Kampus Jakabaring untuk meningkatkan pemahaman agama yang moderat di Sumatera Selatan.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Nyayu Khadijah di Palembang, Senin, mengatakan rumah moderasi menjadi pusat studi dan dakwah yang moderat terhadap cara pandang beragama di tengah-tengah masyarakat.
"Pendekatan akademis lebih penting dan efektif mencegah paham radikal dibanding pendekatan hukum dan kekerasan," ujarnya saat peresmian rumah moderasi beragama di Kampus UIN Raden Fatah Jakabaring Palembang.
Rumah moderasi beragama tersebut dapat dimanfaatkan kalangan akademisi di Sumsel untuk mengadakan diskusi, seminar dan fokus group discusion (FGD) yang akan memperkuat pemikiran moderat.
Baca juga: Pemprov Sumsel integrasikan Kampus UIN Raden Fatah Palembang dan Islamic Center
Baca juga: Kampus B UIN Raden Fatah Palembang mulai difungsikan
Pihaknya menginginkan UIN Raden Fatah Palembang melahirkan lulusan yang mampu mengamalkan Islam berdasarkan prinsip tawasuth, tawazun dan tassamuh dengan tanpa mencabut kultur keindonesiaan yang sudah ada.
Sebab kultur itulah yang menjadikan Islam di Indonesia berjalan damai dan toleran sesuai ajaran Alquran dan hadis.
"Inilah upaya kami mendukung pemerintah melawan paham keagamaan ekslusif dan radikal yang semakin menjalar," kata dia.
Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang meresmikan rumah moderasi tersebut mengatakan moderasi beragama harus dipahami sebagai upaya mengubah perilaku manusianya.
"Sebagian kita masih memahami bahwa moderasi itu agama yang direlatifkan padahal bukan, tapi perilakunya yang di moderasi," jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi upaya kampus Islam negeri satu-satunya di Sumsel itu dalam menguatkan moderasi islam di Sumsel, sebab ia menilai moderasi islam di Bumi Sriwijaya sudah cukup baik dan dapat menjadi contoh di Indonesia.
Gubernur Sumsel Herman Deru juga mendukung keberadaan rumah moderasi karena menilai keberadaan UIN Raden Fatah di Sumsel memang berkontribusi besar dalam menyebarkan moderasi beragama di tengah masyarakat.
"Saya yakin ini jugalah salah satu sebab Sumsel sampai saat ini menjadi daerah zero conflict," kata Deru.
Baca juga: Menteri Agama takjub dengan kampus kedua UIN Palembang
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Nyayu Khadijah di Palembang, Senin, mengatakan rumah moderasi menjadi pusat studi dan dakwah yang moderat terhadap cara pandang beragama di tengah-tengah masyarakat.
"Pendekatan akademis lebih penting dan efektif mencegah paham radikal dibanding pendekatan hukum dan kekerasan," ujarnya saat peresmian rumah moderasi beragama di Kampus UIN Raden Fatah Jakabaring Palembang.
Rumah moderasi beragama tersebut dapat dimanfaatkan kalangan akademisi di Sumsel untuk mengadakan diskusi, seminar dan fokus group discusion (FGD) yang akan memperkuat pemikiran moderat.
Baca juga: Pemprov Sumsel integrasikan Kampus UIN Raden Fatah Palembang dan Islamic Center
Baca juga: Kampus B UIN Raden Fatah Palembang mulai difungsikan
Pihaknya menginginkan UIN Raden Fatah Palembang melahirkan lulusan yang mampu mengamalkan Islam berdasarkan prinsip tawasuth, tawazun dan tassamuh dengan tanpa mencabut kultur keindonesiaan yang sudah ada.
Sebab kultur itulah yang menjadikan Islam di Indonesia berjalan damai dan toleran sesuai ajaran Alquran dan hadis.
"Inilah upaya kami mendukung pemerintah melawan paham keagamaan ekslusif dan radikal yang semakin menjalar," kata dia.
Sementara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang meresmikan rumah moderasi tersebut mengatakan moderasi beragama harus dipahami sebagai upaya mengubah perilaku manusianya.
"Sebagian kita masih memahami bahwa moderasi itu agama yang direlatifkan padahal bukan, tapi perilakunya yang di moderasi," jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi upaya kampus Islam negeri satu-satunya di Sumsel itu dalam menguatkan moderasi islam di Sumsel, sebab ia menilai moderasi islam di Bumi Sriwijaya sudah cukup baik dan dapat menjadi contoh di Indonesia.
Gubernur Sumsel Herman Deru juga mendukung keberadaan rumah moderasi karena menilai keberadaan UIN Raden Fatah di Sumsel memang berkontribusi besar dalam menyebarkan moderasi beragama di tengah masyarakat.
"Saya yakin ini jugalah salah satu sebab Sumsel sampai saat ini menjadi daerah zero conflict," kata Deru.
Baca juga: Menteri Agama takjub dengan kampus kedua UIN Palembang
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Basmi ideologi Takfiri cegah radikalisme dan terorisme di Indonesia
02 December 2021 13:59 WIB, 2021
Wapres Maruf Amin: Moderasi beragama di Indonesia mulai dilirik dunia
09 November 2020 14:56 WIB, 2020
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Rutan Baturaja bekali warga binaan ilmu fiqih manfaatkan momentum Ramadhan
20 February 2026 13:50 WIB
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB