Logo Header Antaranews Sumsel

Rutan Baturaja bekali warga binaan ilmu fiqih manfaatkan momentum Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 13:50 WIB
Image Print
Pembekalan ilmu fiqih puasa bagi warga binaan penghuni Rutan Baturaja. ANTARA/Edo Purmana

Baturaja (ANTARA) - Rumah tahanan negara (Rutan) Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan ilmu fiqih puasa dan ajaran agama Islam selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Kabupaten OKU Fitri Yady di Baturaja, Jumat, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, membentuk karakter agamis, dan memperbaiki diri bagi warga binaan di rutan setempat.

"Pembinaan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman agama, membentuk karakter yang lebih baik, dan memberikan kesempatan bertobat bagi warga binaan," katanya.

Dia mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Rutan Baturaja tersebut dengan menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKU untuk menghadirkan tenaga penyuluh agama profesional yang berkompeten di bidangnya guna memberikan edukasi tentang ilmu fiqih puasa.

Adapun materi fiqih puasa yang disampaikan, yaitu WBP mempelajari hukum-hukum puasa, tata cara shalat, serta kajian terkait Ramadhan untuk menyempurnakan ibadah.

Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman literasi agama yang kuat mengenai tata cara beribadah puasa yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

"Kami menyadari bahwa banyak warga binaan yang memiliki keinginan besar untuk berubah, namun seringkali terkendala oleh kurangnya akses terhadap ilmu agama yang mendasar dan benar secara teknis," katanya.

Oleh sebab itu, melalui kegiatan tersebut pemateri mengupas tuntas mengenai syarat sah, rukun puasa, hingga hal-hal mikro yang berpotensi membatalkan ibadah puasa.

Penjelasan dilakukan secara interaktif dimana warga binaan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai problematika ibadah yang sering kali mereka temui dalam kehidupan sehari-hari di dalam blok penjara.

Program ini diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku dan membawa perubahan besar bagi warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah bebas nanti.

"Jeruji besi bukanlah penghalang untuk menjadi ahli ibadah, melainkan tempat pesantren singkat untuk mendalami ilmu agama yang mungkin selama ini terabaikan saat mereka masih berada di luar penjara," ujarnya.

Sementara itu, Rudi, salah seorang warga binaan mengaku senang mengikuti program tersebut untuk menambah ilmu fiqih tentang ibadah puasa.

Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat bagi warga binaan untuk memperbaiki diri mendalami ilmu agama selama menjalani masa pidana.

"Sangat bermanfaat, karena selain mengisi waktu luang, kegiatan ini juga dapat mengubah perilaku menjadi lebih baik lagi," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026