Isu daging sapi potong mengandung cacing beredar di pasaran, Disnakan OKU lakukan antisipasi
Sabtu, 24 April 2021 12:48 WIB
Pedagang daging sapi potong di Pasar Atas Baturaja. (ANTARA/Edo Purmana/21)
Baturaja (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengantisipasi daging sapi potong mengandung cacing dan berulat beredar dijual pedagang di pasar tradisional Kota Baturaja menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disnakan Ogan Komering Ulu (OKU), Sugiarto di Baturaja, Sabtu menerangkan, kebutuhan daging sapi biasanya meningkat selama Ramadhan hingga idul fitri sehingga harus dipastikan kualitasnya benar-benar sehat agar aman dikonsumsi masyarakat.
Dia mengemukakan, pihaknya akan membentuk tiga tim melibatkan pihak kepolisian dan Satpol PP OKU untuk melakukan sidak pasar dalam rangka memantau ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (asuh).
"Sidak ini akan dilaksanakan pada H-1 lebaran atau 12 Mei 2021 mendatang," katanya.
Dalam sidak tersebut, pihaknya akan mengambil sampel pada daging secara acak di lapak pedagang untuk diuji cepat di laboratorium kesehatan seperti pemeriksaan pada warna daging, bau dan konsistensi serta pengukuran nilai pH.
"Jika hasil uji cepat nanti ditemukan daging tidak sehat maka langsung disita. Seperti tahun lalu sebanyak dua kilogram daging yang kami sita dari lapak pedagang karena hati sapi mengandung cacing," tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli daging dengan memperhatikan tekstur pada daging sapi potong yang segar agar aman dikonsumsi.
Dia menjelaskan, pada umumnya daging sapi potong dengan kualitas baik dan sehat memiliki tekstur berwarna merah, tidak pucat, berbau serta lebih kenyal.
"Pada umumnya daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku, kenyal dan padat dibandingkan daging babi yang lembek dan mudah meregang serta cukup lunak," ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disnakan Ogan Komering Ulu (OKU), Sugiarto di Baturaja, Sabtu menerangkan, kebutuhan daging sapi biasanya meningkat selama Ramadhan hingga idul fitri sehingga harus dipastikan kualitasnya benar-benar sehat agar aman dikonsumsi masyarakat.
Dia mengemukakan, pihaknya akan membentuk tiga tim melibatkan pihak kepolisian dan Satpol PP OKU untuk melakukan sidak pasar dalam rangka memantau ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (asuh).
"Sidak ini akan dilaksanakan pada H-1 lebaran atau 12 Mei 2021 mendatang," katanya.
Dalam sidak tersebut, pihaknya akan mengambil sampel pada daging secara acak di lapak pedagang untuk diuji cepat di laboratorium kesehatan seperti pemeriksaan pada warna daging, bau dan konsistensi serta pengukuran nilai pH.
"Jika hasil uji cepat nanti ditemukan daging tidak sehat maka langsung disita. Seperti tahun lalu sebanyak dua kilogram daging yang kami sita dari lapak pedagang karena hati sapi mengandung cacing," tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli daging dengan memperhatikan tekstur pada daging sapi potong yang segar agar aman dikonsumsi.
Dia menjelaskan, pada umumnya daging sapi potong dengan kualitas baik dan sehat memiliki tekstur berwarna merah, tidak pucat, berbau serta lebih kenyal.
"Pada umumnya daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku, kenyal dan padat dibandingkan daging babi yang lembek dan mudah meregang serta cukup lunak," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sumsel imbau warga segera cek kesehatan setelah konsumsi daging kucing
10 September 2025 19:24 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB