Disbudpar Sumsel usulkan 17 WBTB disertifikasi Kemendikbud
Sabtu, 20 Maret 2021 18:30 WIB
Perahu kajang salah satu warisan budaya Sumsel yang perlu dilestarikan. (ANTARA/Yudi Abdullah/21)
Palembang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan pada tahun 2021 ini mengusulkan 17 warisan budaya tak benda (WBTB) disertifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar tetap lestari dan diakui dunia milik masyarakat provinsi setempat.
"Berdasarkan pengalaman banyak warisan budaya masyarakat Indonesia diakui bangsa lain. Sebagai upaya perlindungan dilakukan inventaris warisan budaya dan secara bertahap diusulkan sertifikasinya ke Kemendikbud," kata Kadisbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal di Palembang, Sabtu.
Selain itu, pihaknya akan memperjuangkan untuk mendapat pengakuan Unesco atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Aufa Syahrizal.
Dia menjelaskan, warisan budaya tak benda yang diusulkan disertifikasi dan dikurasi di tingkat pusat untuk menjadi WBTB tingkat dunia yakni budaya denda tepung tawar, makanan burgo, mainan telok abang Palembang.
Kemudian kerajinan khas Palembang selendang mudawaroh, budaya makan idangan, rumah rakit, tari lading, tari cancang, tari sambut, sanggan sirih, tari gegerit, tari erai-erai, jejuluk, sedekah serabi, sedekah rami, dan makanan gulo puan.
Warisan budaya tak benda masyarakat Kota Palemabng dan beberapa daerah Sumsel lainnya itu diharapkan bisa segera disertifikasi dan dikurasi tim Kemendikbud untuk menjadi WBTB tingkat dunia, katanya.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir ada 34 WBTB dari Sumsel telah mendapatkan sertifikasi dari Kemendikbud yang salah satunya makanan khas pempek Palembang.
Kemendikbud melakukan sertifikasi terhadap berbagai warisan budaya tak benda dari setiap daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Setiap daerah diberi peluang seluas-luasnya untuk mengajukan warisan budaya tak benda yang nantinya dikurasi oleh tim ahli warisan budaya tak benda Indonesia.
Setelah melalui proses tersebut, warisan budaya yang dianggap sangat menarik dan unik serta perlu dilestarikan itu diteruskan untuk menjadi WBTB di tingkat dunia melalui Unesco.
Melalui upaya tersebut diharapkan pempek dan WBTB lainnya yang menjadi kebanggaan masyarakat provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu tetap lestari dan mendapat pengakuan dunia, ujar kadisbudpar.
"Berdasarkan pengalaman banyak warisan budaya masyarakat Indonesia diakui bangsa lain. Sebagai upaya perlindungan dilakukan inventaris warisan budaya dan secara bertahap diusulkan sertifikasinya ke Kemendikbud," kata Kadisbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal di Palembang, Sabtu.
Selain itu, pihaknya akan memperjuangkan untuk mendapat pengakuan Unesco atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Aufa Syahrizal.
Dia menjelaskan, warisan budaya tak benda yang diusulkan disertifikasi dan dikurasi di tingkat pusat untuk menjadi WBTB tingkat dunia yakni budaya denda tepung tawar, makanan burgo, mainan telok abang Palembang.
Kemudian kerajinan khas Palembang selendang mudawaroh, budaya makan idangan, rumah rakit, tari lading, tari cancang, tari sambut, sanggan sirih, tari gegerit, tari erai-erai, jejuluk, sedekah serabi, sedekah rami, dan makanan gulo puan.
Warisan budaya tak benda masyarakat Kota Palemabng dan beberapa daerah Sumsel lainnya itu diharapkan bisa segera disertifikasi dan dikurasi tim Kemendikbud untuk menjadi WBTB tingkat dunia, katanya.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir ada 34 WBTB dari Sumsel telah mendapatkan sertifikasi dari Kemendikbud yang salah satunya makanan khas pempek Palembang.
Kemendikbud melakukan sertifikasi terhadap berbagai warisan budaya tak benda dari setiap daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Setiap daerah diberi peluang seluas-luasnya untuk mengajukan warisan budaya tak benda yang nantinya dikurasi oleh tim ahli warisan budaya tak benda Indonesia.
Setelah melalui proses tersebut, warisan budaya yang dianggap sangat menarik dan unik serta perlu dilestarikan itu diteruskan untuk menjadi WBTB di tingkat dunia melalui Unesco.
Melalui upaya tersebut diharapkan pempek dan WBTB lainnya yang menjadi kebanggaan masyarakat provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu tetap lestari dan mendapat pengakuan dunia, ujar kadisbudpar.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Keselamatan kerja jadi prioritas utama, Kilang Pertamina Plaju tegaskan budaya keselamatan
12 January 2026 23:47 WIB
HSSE Golden Rules jadi fondasi budaya keselamatan kerja di Kilang Pertamina Plaju
12 January 2026 13:31 WIB
Perkuat budaya kerja unggul, Kilang Pertamina Plaju konsisten bangun mindset keselamatan
08 January 2026 11:29 WIB
Kantor Berita ANTARA promosikan budaya Sulawesi lewat Festival Fotografi Celebes 2025
14 December 2025 8:17 WIB
Pemprov Sumsel apresiasi perkantoran pasang ornamen budaya lokal sesuai Perda
15 November 2025 6:30 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB