KLHK: 3,2 juta lahan gambut telah direstorasi
Kamis, 4 Maret 2021 10:05 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (pertama dari kiri) berpose saat melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, Rabu (3/3/2021). ANTARA/Andi Firdaus
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merampungkan total 3,2 juta hektare program restorasi lahan gambut yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
"Selama 2016 sampai sekarang, lahan gambut yang sudah diperbaiki dengan mengendalikan konsesi, swasta, dunia usaha, penegakan hukum, menjaga dan membimbing masyarakat sudah selesai sekitar 3,2 juta hektare," kata Menteri LHK Siti Nurbaya.
Pernyataan itu dikemukakan Siti saat menghadiri Kick Off Penanaman Mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, Rabu.
Kerusakan lahan gambut tersebut tersebar di tujuh provinsi di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.
Siti mengemukakan kerusakan dipicu oleh peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut pada 2015.
Sejak 2016, Presiden menginstruksikan percepatan rehabilitasi lahan gambut melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
"Pola kerjanya ada Badan Restorasi Gambut, tetapi pengendalian kebijakan ada di Kementerian LHK. Kita tangani dengan pendekatan regulasi, kemudian dilakukan bersama masyarakat, dunia usaha dan ada penegakan hukumnya," katanya.
Meskipun restorasi 3,2 juta lahan gambut telah rampung sejak Desember 2020, kata Siti, tetapi seluruh pihak memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian.
"Karena setiap tahun selalu ada peluang untuk gambut terbakar," katanya.
"Selama 2016 sampai sekarang, lahan gambut yang sudah diperbaiki dengan mengendalikan konsesi, swasta, dunia usaha, penegakan hukum, menjaga dan membimbing masyarakat sudah selesai sekitar 3,2 juta hektare," kata Menteri LHK Siti Nurbaya.
Pernyataan itu dikemukakan Siti saat menghadiri Kick Off Penanaman Mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, Rabu.
Kerusakan lahan gambut tersebut tersebar di tujuh provinsi di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.
Siti mengemukakan kerusakan dipicu oleh peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut pada 2015.
Sejak 2016, Presiden menginstruksikan percepatan rehabilitasi lahan gambut melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
"Pola kerjanya ada Badan Restorasi Gambut, tetapi pengendalian kebijakan ada di Kementerian LHK. Kita tangani dengan pendekatan regulasi, kemudian dilakukan bersama masyarakat, dunia usaha dan ada penegakan hukumnya," katanya.
Meskipun restorasi 3,2 juta lahan gambut telah rampung sejak Desember 2020, kata Siti, tetapi seluruh pihak memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian.
"Karena setiap tahun selalu ada peluang untuk gambut terbakar," katanya.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang optimalisasi 3.000 hektare sawah tingkatkan ketahanan pangan
31 January 2026 9:23 WIB
Petani di Aceh digaji negara selama pemulihan lahan sawah terdampak bencana
17 January 2026 9:19 WIB
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB