Orang tua siswa minta Dikbud OKU terapkan sistem belajar ganjil genap
Selasa, 12 Januari 2021 13:57 WIB
Ilustrasi siswa belajar di sekolah. (ANTARA/Edo Purmana/20)
Baturaja (ANTARA) - Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berharap Dinas Pendidikan setempat menerapkan sistem belajar ganjil genap di tengah pandemi COVID-19.
Menurut Fitri, salah seorang wali siswa warga Baturaja, Selasa, mengaku sejumlah siswa sulit memahami mata pelajaran yang diberikan guru melalui sistem belajar secara daring.
Oleh sebab itu, ia berharap diterapkan sistem belajar genap ganjil agar para siswa memahami mata pelajaran yang diberikan guru di sekolah. "Siswa bisa belajar di sekolah dengan sistem genap ganjil berdasarkan absen," katanya.
Hal senada dikatakan wali murid lainnya, Junai bahwa sistem genap ganjil dapat diterapkan di sekokah di tengah pandemi COVID-19.
Menurut dia, sistem genap ganjil lebih efisien diterapkan di tengah pandemi dibandingkan secara daring. "Karena, kalau daring siswa lebih banyak main game dibandingkan belajar di sekolah yang dapat dikontrol langsung oleh guru," katanya.
Pihak sekolah dapat menerapkan sistem belajar genap ganjil dengan memberlakukan maksimal 20 orang di dalam kelas berdasarkan absen siswa. "Tentunya ini dapat menjaga jarak siswa di dalam kelas," ujarnya.
Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Kuryana Azis sebelumnya memutuskan menunda proses belajar tatap muka yang semula dimulai 4 Januari 2021, ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Keputusan ini untuk kebaikan bersama mengingat saat ini virus corona masih menyebar," kata Bupati saat memimpin rapat persiapan pembelajaran tatap muka dengan Forkimda di Baturaja belum lama ini.
Menurut Kuryana, pihaknya secara pribadi telah menghubungi bupati dan wali kota di Sumsel dan tidak ada satu pun kepala daerah yang berani menerapkan belajar tatap muka mengingat perkembangan COVID-19 saat ini cenderung meningkat.
Kuryana mengatakan di OKU, penyebaran virus corona cenderung lebih lambat dibandingkan daerah lain seperti di Palembang. Sampai saat ini jumlah warga OKU yang terpapar COVID-19 sebanyak 198 orang dan 19 diantaranya meninggal dunia.
Meskipun demikian, kata dia, pemerintah daerah setempat memikirkan kesehatan anak didik, khususnya Sekolah Dasar (SD) yang dinilai sangat rentan tertular COVID-19.
"Namun, kalau pihak sekolah dan wali murid masih ngotot ingin belajar tatap muka, saya sarankan agar membuat pernyataan dan tanggung sendiri risikonya. Saya tidak mau dilibatkan kalau ada klaster baru," tegasnya.
Menurut dia, meskipun pihak sekolah telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai petunjuk pusat, bisa dipastikan anak didik berusia 10 tahun ke bawah sulit untuk diatur.
"Apalagi, jika mereka sudah bertemu dengan teman-temannya. Kalau sampai mereka tertular COVID-19 kita juga pasti repot untuk mengurus dan mengobatinya," ujarnya.
Menurut Fitri, salah seorang wali siswa warga Baturaja, Selasa, mengaku sejumlah siswa sulit memahami mata pelajaran yang diberikan guru melalui sistem belajar secara daring.
Oleh sebab itu, ia berharap diterapkan sistem belajar genap ganjil agar para siswa memahami mata pelajaran yang diberikan guru di sekolah. "Siswa bisa belajar di sekolah dengan sistem genap ganjil berdasarkan absen," katanya.
Hal senada dikatakan wali murid lainnya, Junai bahwa sistem genap ganjil dapat diterapkan di sekokah di tengah pandemi COVID-19.
Menurut dia, sistem genap ganjil lebih efisien diterapkan di tengah pandemi dibandingkan secara daring. "Karena, kalau daring siswa lebih banyak main game dibandingkan belajar di sekolah yang dapat dikontrol langsung oleh guru," katanya.
Pihak sekolah dapat menerapkan sistem belajar genap ganjil dengan memberlakukan maksimal 20 orang di dalam kelas berdasarkan absen siswa. "Tentunya ini dapat menjaga jarak siswa di dalam kelas," ujarnya.
Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Kuryana Azis sebelumnya memutuskan menunda proses belajar tatap muka yang semula dimulai 4 Januari 2021, ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Keputusan ini untuk kebaikan bersama mengingat saat ini virus corona masih menyebar," kata Bupati saat memimpin rapat persiapan pembelajaran tatap muka dengan Forkimda di Baturaja belum lama ini.
Menurut Kuryana, pihaknya secara pribadi telah menghubungi bupati dan wali kota di Sumsel dan tidak ada satu pun kepala daerah yang berani menerapkan belajar tatap muka mengingat perkembangan COVID-19 saat ini cenderung meningkat.
Kuryana mengatakan di OKU, penyebaran virus corona cenderung lebih lambat dibandingkan daerah lain seperti di Palembang. Sampai saat ini jumlah warga OKU yang terpapar COVID-19 sebanyak 198 orang dan 19 diantaranya meninggal dunia.
Meskipun demikian, kata dia, pemerintah daerah setempat memikirkan kesehatan anak didik, khususnya Sekolah Dasar (SD) yang dinilai sangat rentan tertular COVID-19.
"Namun, kalau pihak sekolah dan wali murid masih ngotot ingin belajar tatap muka, saya sarankan agar membuat pernyataan dan tanggung sendiri risikonya. Saya tidak mau dilibatkan kalau ada klaster baru," tegasnya.
Menurut dia, meskipun pihak sekolah telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai petunjuk pusat, bisa dipastikan anak didik berusia 10 tahun ke bawah sulit untuk diatur.
"Apalagi, jika mereka sudah bertemu dengan teman-temannya. Kalau sampai mereka tertular COVID-19 kita juga pasti repot untuk mengurus dan mengobatinya," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Pemkot Palembang siapkan zona selamat sekolah minimalisasi risiko kecelakaan
20 April 2026 17:38 WIB
Bupati Teddy Meilwansyah jemput bola, Kemensos prioritaskan Sekolah Rakyat OKU tahun 2026
14 April 2026 18:55 WIB
BPSDMD Sumsel asah kemampuan manajerial 46 kepala sekolah hadapi era digital
08 April 2026 19:25 WIB
Dukung program Presiden Prabowo, Pemkab OKU Timur siapkan 7 hektare lahan Sekolah Rakyat
08 April 2026 19:23 WIB
Angin puting beliung rusak empat sekolah di OKU Selatan, tak ada korban jiwa
05 April 2026 21:12 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Pemkab OKU Timur salurkan bantuan nutrisi untuk pasien TBC di empat Puskesmas
21 April 2026 13:50 WIB