Kulit tetap butuh tabir surya meski hujan atau mendung
Kamis, 24 September 2020 12:53 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Arini Astasari Widodo Sp.KK mengatakan bahwa kulit tetap membutuhkan tabir surya, sunscreen, meski dalam cuaca hujan atau mendung.
"Banyak orang yang merasa karena kulitnya tidak terpapar sinar matahari maka tidak perlu menggunakan sunscreen. (Padahal) paparan sinar UV dapat berasal dari sinar matahari langsung, dan sinar matahari tidak langsung, termasuk dari pantulan benda, pasir, salju dan lainnya," kata dr Arini dalam siaran pers, Kamis.
Baca juga: Perlukah mandi walau hanya keluar rumah sebentar?
Sebanyak 90 persen sinar UV dapat menembus awan dan UVA dapat menembus kaca jendela, sehingga berada di tempat teduh atau di dalam ruangan tidak berarti kita tidak memerlukan perlindungan dari sinar UV.
"Sinar UV dapat mengakibatkan penuaan, kulit terbakar, masalah pigmentasi kulit (flek kulit), memicu beberapa penyakit kulit yang sensitif terhadap cahaya UV, serta tumor jinak dan tumor ganas (kanker) kulit,” tutur Arini.
Dampak negatif sinar UV lainnya, munculnya keriput, hilangnya elastisitas kulit, tekstur kulit kasar, dan pelebaran pembuluh darah (telangiektasia).
Baca juga: Tipe kulit ideal wanita Indonesia saat ini
Sebuah penelitian memaparkan angka kejadian penuaan kulit yang disebabkan oleh sinar UVA meningkat selama beberapa dekade terakhir. Untuk itu, Arini menekankan pentingnya mengaplikasikan sunscreen yang memiliki spektrum luas.
Selain UVA, sinar matahari ultra violet B (UVB) juga dapat berdampak buruk kepada kulit yang terpapar terlalu lama. Tidak seperti UVA, hanya lima persen UVB yang sampai ke bumi, namun efeknya sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kulit terbakar.
Baca juga: Mencerahkan kulit tanpa perawatan, bisa ?
Pilihlah sunscreen yang memiliki kandungan SPF dan PA yang cukup tinggi. Angka SPF menggambarkan tingkat perlindungan sinar UVB, sementara PA menggambarkan perlindungan terhadap sinar UVA.
Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap tiga hingga empat jam sehari.
Pemilihan besaran SPF (sun protection factor) disesuaikan dengan aktivitas seseorang. Semakin lama beraktivitas dengan paparan cahaya matahari maka pilihlah SPF yang makin besar.
Baca juga: Jika Anda kehabisan pelembab wajah di rumah bisa diganti dengan minyak zaitun
Baca juga: Benarkah tidur berlebihan selama Ramadhan buruk untuk kulit?
"Banyak orang yang merasa karena kulitnya tidak terpapar sinar matahari maka tidak perlu menggunakan sunscreen. (Padahal) paparan sinar UV dapat berasal dari sinar matahari langsung, dan sinar matahari tidak langsung, termasuk dari pantulan benda, pasir, salju dan lainnya," kata dr Arini dalam siaran pers, Kamis.
Baca juga: Perlukah mandi walau hanya keluar rumah sebentar?
Sebanyak 90 persen sinar UV dapat menembus awan dan UVA dapat menembus kaca jendela, sehingga berada di tempat teduh atau di dalam ruangan tidak berarti kita tidak memerlukan perlindungan dari sinar UV.
"Sinar UV dapat mengakibatkan penuaan, kulit terbakar, masalah pigmentasi kulit (flek kulit), memicu beberapa penyakit kulit yang sensitif terhadap cahaya UV, serta tumor jinak dan tumor ganas (kanker) kulit,” tutur Arini.
Dampak negatif sinar UV lainnya, munculnya keriput, hilangnya elastisitas kulit, tekstur kulit kasar, dan pelebaran pembuluh darah (telangiektasia).
Baca juga: Tipe kulit ideal wanita Indonesia saat ini
Sebuah penelitian memaparkan angka kejadian penuaan kulit yang disebabkan oleh sinar UVA meningkat selama beberapa dekade terakhir. Untuk itu, Arini menekankan pentingnya mengaplikasikan sunscreen yang memiliki spektrum luas.
Selain UVA, sinar matahari ultra violet B (UVB) juga dapat berdampak buruk kepada kulit yang terpapar terlalu lama. Tidak seperti UVA, hanya lima persen UVB yang sampai ke bumi, namun efeknya sangat berbahaya hingga bisa menyebabkan kulit terbakar.
Baca juga: Mencerahkan kulit tanpa perawatan, bisa ?
Pilihlah sunscreen yang memiliki kandungan SPF dan PA yang cukup tinggi. Angka SPF menggambarkan tingkat perlindungan sinar UVB, sementara PA menggambarkan perlindungan terhadap sinar UVA.
Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap tiga hingga empat jam sehari.
Pemilihan besaran SPF (sun protection factor) disesuaikan dengan aktivitas seseorang. Semakin lama beraktivitas dengan paparan cahaya matahari maka pilihlah SPF yang makin besar.
Baca juga: Jika Anda kehabisan pelembab wajah di rumah bisa diganti dengan minyak zaitun
Baca juga: Benarkah tidur berlebihan selama Ramadhan buruk untuk kulit?
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masjid Agung Palembang gunakan panel surya, kini tak terganggu oleh pemadaman listrik
20 January 2026 7:12 WIB
Dokter spesialis sebut tabir surya bermanfaat proteksi kulit dari cahaya biru gawai
27 July 2025 7:32 WIB
Tiga polisi gugur di Way Kanan, Polri tawari kakak polisi gugur gabung lewat jalur rekpro
19 March 2025 15:25 WIB
Kejagung tetapkan anak Surya Darmadi tersangka kasus TPPU Duta Palma
02 January 2025 16:27 WIB, 2025
Pemerintahan dan BUMDes Singapure di Lahat manfaatkan PLTS bantuan Pertamina
16 November 2024 21:25 WIB, 2024