"Kaum rebahan" perlu pakai tabir surya
Minggu, 6 September 2020 11:36 WIB
ilustrasi tabir surya (shuterstock)
Jakarta (ANTARA) - Para "kaum rebahan" yang lebih senang menghabiskan waktu di dalam rumah ketimbang beraktivitas di luar ruangan tetap harus menggunakan tabir surya setiap hari.
Menurut dokter spesialis kulit Inneke Jane, berada di dalam ruangan bukan alasan untuk tidak memakai tabir surya. Sebab, Anda akan tetap terpapar sinar matahari yang menembus jendela. Anda juga sebaiknya memakai tabir surya meski cuaca sedang mendung.
"Paparan sinar matahari berlebihan menyebabkan efek buruk," kata Inneke dalam Instagram Live “Tetap Fit Saat Pandemi: Nyaman Berolahraga Outdoor dengan Kulit Terlindungi” di akun Nivea, Minggu.
Baca juga: Jangan sampai lupa pakai tabir surya di kelopak mata
Ini juga berlaku bila Anda berkendara naik mobil ketika sinar matahari sedang bersinar.
Meski tertutup kaca jendela, sinar matahari tetap bisa menembus ke dalam mobil sehingga Anda harus melindungi kulit dengan tabir surya.
Sinar radiasi ultra violet A (UVA) yang 95 persen berhasil menembus bumi bisa menimbulkan penuaan dini pada kulit yang tak terlindungi jika terpapar secara berlebihan. Flek hitam dan keriput dini juga dapat muncul di wajah Anda.
Menurut Jane, ada perbedaan yang kentara antara keriput yang disebabkan oleh paparan UVA dengan keriput alami akibat penuaan.
"Lekukan keriput (akibat sinar matahari) lebih dalam," katanya.
Baca juga: Ini pendapat dokter kalau pria gunakan perawatan kulit wanita
Baca juga: Tabir surya ternyata diperlukan sebelum naik pesawat
Selain UVA, sinar matahari ultra violet B (UVB) juga dapat berdampak buruk kepada kulit yang terpapar terlalu lama. Tidak seperti UVA, hanya lima persen UVB yang sampai ke bumi, tapi efeknya tidak main-main.
"Walau cuma sedikit, bisa menyebabkan kulit terbakar."
Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap tiga hingga empat jam sehari.
Pemilihan besaran SPF (sun protection factor) tergantung dari aktivitas seseorang. Jika akan berada di bawah sinar matahari dalam durasi panjang, misalnya berlari atau bersepeda, pakailah SPF yang lebih tinggi. Untuk aktivitas dengan paparan sinar matahari tidak terlalu lama, SPF 30 juga bisa melindungi.
Namun, perlu ada takaran yang tepat agar tabir surya bekerja optimal. Untuk wajah, pakailah sebanyak dua gram per sentimeter persegi, sekitar dua ruas jari. Untuk seluruh tubuh, Anda perlu 30 cc atau sekitar dua sendok makan tabir surya.
Menurut dokter spesialis kulit Inneke Jane, berada di dalam ruangan bukan alasan untuk tidak memakai tabir surya. Sebab, Anda akan tetap terpapar sinar matahari yang menembus jendela. Anda juga sebaiknya memakai tabir surya meski cuaca sedang mendung.
"Paparan sinar matahari berlebihan menyebabkan efek buruk," kata Inneke dalam Instagram Live “Tetap Fit Saat Pandemi: Nyaman Berolahraga Outdoor dengan Kulit Terlindungi” di akun Nivea, Minggu.
Baca juga: Jangan sampai lupa pakai tabir surya di kelopak mata
Ini juga berlaku bila Anda berkendara naik mobil ketika sinar matahari sedang bersinar.
Meski tertutup kaca jendela, sinar matahari tetap bisa menembus ke dalam mobil sehingga Anda harus melindungi kulit dengan tabir surya.
Sinar radiasi ultra violet A (UVA) yang 95 persen berhasil menembus bumi bisa menimbulkan penuaan dini pada kulit yang tak terlindungi jika terpapar secara berlebihan. Flek hitam dan keriput dini juga dapat muncul di wajah Anda.
Menurut Jane, ada perbedaan yang kentara antara keriput yang disebabkan oleh paparan UVA dengan keriput alami akibat penuaan.
"Lekukan keriput (akibat sinar matahari) lebih dalam," katanya.
Baca juga: Ini pendapat dokter kalau pria gunakan perawatan kulit wanita
Baca juga: Tabir surya ternyata diperlukan sebelum naik pesawat
Selain UVA, sinar matahari ultra violet B (UVB) juga dapat berdampak buruk kepada kulit yang terpapar terlalu lama. Tidak seperti UVA, hanya lima persen UVB yang sampai ke bumi, tapi efeknya tidak main-main.
"Walau cuma sedikit, bisa menyebabkan kulit terbakar."
Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap tiga hingga empat jam sehari.
Pemilihan besaran SPF (sun protection factor) tergantung dari aktivitas seseorang. Jika akan berada di bawah sinar matahari dalam durasi panjang, misalnya berlari atau bersepeda, pakailah SPF yang lebih tinggi. Untuk aktivitas dengan paparan sinar matahari tidak terlalu lama, SPF 30 juga bisa melindungi.
Namun, perlu ada takaran yang tepat agar tabir surya bekerja optimal. Untuk wajah, pakailah sebanyak dua gram per sentimeter persegi, sekitar dua ruas jari. Untuk seluruh tubuh, Anda perlu 30 cc atau sekitar dua sendok makan tabir surya.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masjid Agung Palembang gunakan panel surya, kini tak terganggu oleh pemadaman listrik
20 January 2026 7:12 WIB
Dokter spesialis sebut tabir surya bermanfaat proteksi kulit dari cahaya biru gawai
27 July 2025 7:32 WIB
Tiga polisi gugur di Way Kanan, Polri tawari kakak polisi gugur gabung lewat jalur rekpro
19 March 2025 15:25 WIB
Kejagung tetapkan anak Surya Darmadi tersangka kasus TPPU Duta Palma
02 January 2025 16:27 WIB, 2025
Pemerintahan dan BUMDes Singapure di Lahat manfaatkan PLTS bantuan Pertamina
16 November 2024 21:25 WIB, 2024