Teten: UMKM digital jadi kunci pemulihan ekonomi
Senin, 31 Agustus 2020 9:56 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. ANTARA/HO-Humas Kemenkop.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebutkan bahwa UMKM yang menguasai teknologi digital menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi di Indonesia.
Menteri Teten Masduki di Jakarta, Minggu, mengatakan pihaknya mendorong pelaku UMKM agar dapat mengoptimalkan teknologi digital sehingga bisa menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk.
"Sebab, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi,” kata Teten.
Teten menyebutkan berdasarkan data McKensey pada Juni 2020, tercatat sejak pandemi terjadi, penjualan di sektor e-commerce naik 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari.
Namun demikian pada awal 2020 pemerintah mendata baru 8 juta atau 13 persen dari total populasi UMKM yang terhubung pada platform digital.
Untuk itu, ia menekankan perlunya peningkatan kerja sama antara Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pihak lain yang terlibat, untuk menyiapkan UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global.
"Pandemi COVID-19 berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di Indonesia, baik dari sisi suplai maupun demand," ucap Teten.
Tantangan lain juga tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, isu keberlanjutan dari UMKM di platform digital yang juga patut mendapat perhatian.
"UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global,” ujar Teten.
Menteri Teten Masduki di Jakarta, Minggu, mengatakan pihaknya mendorong pelaku UMKM agar dapat mengoptimalkan teknologi digital sehingga bisa menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital serta melakukan adaptasi dan inovasi produk.
"Sebab, UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi,” kata Teten.
Teten menyebutkan berdasarkan data McKensey pada Juni 2020, tercatat sejak pandemi terjadi, penjualan di sektor e-commerce naik 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari.
Namun demikian pada awal 2020 pemerintah mendata baru 8 juta atau 13 persen dari total populasi UMKM yang terhubung pada platform digital.
Untuk itu, ia menekankan perlunya peningkatan kerja sama antara Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace dan seluruh pihak lain yang terlibat, untuk menyiapkan UMKM agar dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global.
"Pandemi COVID-19 berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di Indonesia, baik dari sisi suplai maupun demand," ucap Teten.
Tantangan lain juga tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, isu keberlanjutan dari UMKM di platform digital yang juga patut mendapat perhatian.
"UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global,” ujar Teten.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelaku UKM di Palembang dibantu pemerintah dalam pendaftaran merek dagang
03 December 2025 19:22 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB