Merawat baterai mobil listrik, sulitkah?
Sabtu, 22 Agustus 2020 11:53 WIB
Mitsubishi Outlander PHEV. (ANTARA/HO)
Jakarta (ANTARA) - Sebagian pengguna kendaraan di Indonesia mungkin masih awam mengenai teknologi mobil listrik, meskipun dalam dua tahun terakhir sudah ada beberapa model yang diluncurkan, salah satunya Mitsubishi Outlander PHEV.
Boediarto, Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan bahwa merawat baterai mobil listrik tidaklah sulit.
Ia menjelaskan, mobil yang menggunakan baterai tipe Li-ion seperti Outlander PHEV sebaiknya hindari parkir di lokasi bertemperatur tinggi atau terkena sinar matahari langsung.
Dalam penggunaan sehari-hari, disarankan untuk menjaga kapasitas baterai pada persentase sedang, menghindari kondisi baterai kosong dan tidak disarankan menyimpan baterai dalam kondisi penuh untuk waktu lama.
"Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah, dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan," kata Boediarto dalam siaran pers, Jumat (21/8).
Mitsubishi Outlander PHEV. (ANTARA/HO)
"Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu," tambah Boediarto.
Ia menjelaskan, bahwa metode pengisian daya baterai kendaraan listrik yang tepat merupakan bagian dari upaya perawatan baterai.
Khusus untuk model Outlander PHEV, lanjut dia, Mitsubishi sudah membekali garansi 100.000km/3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.
Sedangkan guna memudahkan pengguna Outlander PHEV, MMKSI bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan beberapa institusi untuk menyediakan pengisian daya cepat di 16 titik wilayah Jabodetabek dan Bali, yang selanjutnya akan ditambah secara bertahap.
Boediarto, Head of After Sales Service Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menyampaikan bahwa merawat baterai mobil listrik tidaklah sulit.
Ia menjelaskan, mobil yang menggunakan baterai tipe Li-ion seperti Outlander PHEV sebaiknya hindari parkir di lokasi bertemperatur tinggi atau terkena sinar matahari langsung.
Dalam penggunaan sehari-hari, disarankan untuk menjaga kapasitas baterai pada persentase sedang, menghindari kondisi baterai kosong dan tidak disarankan menyimpan baterai dalam kondisi penuh untuk waktu lama.
"Pengguna dapat memaksimalkan metode pengisian daya normal atau fasilitas home charging dengan arus listrik rendah, dan minimalisir penggunaan metode quick charging dengan arus tinggi kecuali diperlukan," kata Boediarto dalam siaran pers, Jumat (21/8).
Mitsubishi Outlander PHEV. (ANTARA/HO)
"Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu," tambah Boediarto.
Ia menjelaskan, bahwa metode pengisian daya baterai kendaraan listrik yang tepat merupakan bagian dari upaya perawatan baterai.
Khusus untuk model Outlander PHEV, lanjut dia, Mitsubishi sudah membekali garansi 100.000km/3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.
Sedangkan guna memudahkan pengguna Outlander PHEV, MMKSI bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan beberapa institusi untuk menyediakan pengisian daya cepat di 16 titik wilayah Jabodetabek dan Bali, yang selanjutnya akan ditambah secara bertahap.
Pewarta : Alviansyah Pasaribu
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cegah listrik padam di Sumatera, PLN minta Gubernur Sumsel buka jalan truk batu bara di Lubuk Linggau
22 January 2026 14:10 WIB
Masjid Agung Palembang gunakan panel surya, kini tak terganggu oleh pemadaman listrik
20 January 2026 7:12 WIB
PLN Lahat bantu pemulihan jaringan listrik di Aceh, kirim tim relawan khusus
17 December 2025 8:13 WIB
PLN Sumsel, Jambi dan Bengkulu siagakan 3.393 personel jaga keandalan listrik di akhir tahun
09 December 2025 8:30 WIB