Bersepeda tingkatkan denyut nadi tapi perlu diwaspadai
Minggu, 5 Juli 2020 14:25 WIB
Dokter olahraga Andhika Rospati dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diikuti di Jakarta, Minggu (5/7/2020). (ANTARA/Dewanto Samodro)
Jakarta (ANTARA) - Dokter olahraga Andhika Rospati mengatakan bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga kardiovaskuler yang bisa meningkatkan denyut nadi seseorang yang sangat bagus bagi kesehatan jantung dan paru-paru.
"Namun, yang perlu diingat dan diwaspadai, tidak semua orang sanggup meningkatkan denyut nadinya secara drastis, apalagi bila memiliki masalah jantung dan pembuluh darah atau belum terbiasa," kata Andhika dalam acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Minggu.
Andhika mengatakan bagi seseorang yang memiliki permasalahan jantung dan pembuluh darah, olahraga kardiovaskuler seperti bersepeda secara berlebihan justru berbahaya.
Baca juga: Bersepeda sebagai alat transportasi tangkal sebaran COVID-19
Baca juga: Menikmati konservasi mangrove sambil bersepeda
Bagi seseorang yang baru mulai bersepeda pun Andhika sarankan untuk melakukan secara bertahap, jangan langsung bergabung dengan orang-orang yang selama ini sudah terbiasa bersepeda.
"Pastikan kondisi medis masing-masing dari kita, apakah aman melakukan jenis olahraga tertentu. Berikutnya, kita harus tahu seberapa bugar diri kita. Kalau baru memulai, jangan langsung ikut yang sudah terbiasa bersepeda," tuturnya.
Di sisi lain, Andhika mengatakan bersepeda memiliki dampak yang bagus bila dilakukan secara teratur pada kesehatan jantung dan paru-paru.
Latihan kardiovaskuler seperti bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, mengurangi risiko obesitas, dan meningkatkan imunitas.
"Bersepeda juga memberikan manfaat lebih nyaman untuk mereka yang susah untuk berlari karena obesitas atau ada keluhan di lutut," jelasnya.
Selain itu, Andhika menilai bersepeda menjadi tren belakangan ini karena dapat menjadi sarana transportasi. Apalagi pada masa pandemi COVID-19, banyak orang yang masih enggan menggunakan kendaraan umum selain karena penumpangnya juga dibatasi.
"Namun, yang perlu diingat dan diwaspadai, tidak semua orang sanggup meningkatkan denyut nadinya secara drastis, apalagi bila memiliki masalah jantung dan pembuluh darah atau belum terbiasa," kata Andhika dalam acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Minggu.
Andhika mengatakan bagi seseorang yang memiliki permasalahan jantung dan pembuluh darah, olahraga kardiovaskuler seperti bersepeda secara berlebihan justru berbahaya.
Baca juga: Bersepeda sebagai alat transportasi tangkal sebaran COVID-19
Baca juga: Menikmati konservasi mangrove sambil bersepeda
Bagi seseorang yang baru mulai bersepeda pun Andhika sarankan untuk melakukan secara bertahap, jangan langsung bergabung dengan orang-orang yang selama ini sudah terbiasa bersepeda.
"Pastikan kondisi medis masing-masing dari kita, apakah aman melakukan jenis olahraga tertentu. Berikutnya, kita harus tahu seberapa bugar diri kita. Kalau baru memulai, jangan langsung ikut yang sudah terbiasa bersepeda," tuturnya.
Di sisi lain, Andhika mengatakan bersepeda memiliki dampak yang bagus bila dilakukan secara teratur pada kesehatan jantung dan paru-paru.
Latihan kardiovaskuler seperti bersepeda juga dapat mencegah berbagai penyakit, mengurangi risiko obesitas, dan meningkatkan imunitas.
"Bersepeda juga memberikan manfaat lebih nyaman untuk mereka yang susah untuk berlari karena obesitas atau ada keluhan di lutut," jelasnya.
Selain itu, Andhika menilai bersepeda menjadi tren belakangan ini karena dapat menjadi sarana transportasi. Apalagi pada masa pandemi COVID-19, banyak orang yang masih enggan menggunakan kendaraan umum selain karena penumpangnya juga dibatasi.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang apresiasi atlet berprestasi, bagikan bonus medali Porprov
23 December 2025 21:35 WIB
Federasi Savate Indonesia resmi gabung KONI Sumsel, bakal dipertandingkan di Porprov 2027
12 December 2025 6:58 WIB
Energi Kolaborasi: Pertamina EP Prabumulih dukung generasi muda bersinar di PORPROV XV Sumsel 2025
06 November 2025 17:06 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Pendistribusian MBG di Palembang saat Ramadhan disesuaikan kesepakatan sekolah
24 February 2026 21:37 WIB
Pendistribusian MBG di Palembang saat Ramadhan disesuaikan kesepakatan sekolah
24 February 2026 21:36 WIB