Boks telepon umum disulap jadi warung kopi
Rabu, 3 Juni 2020 8:49 WIB
Loreinis Mejia Hernandez dari Colombia tersenyum di depan boks telepon umum Inggris yang dijadikan warung kopi di Chiswick, London, Inggris, 2 Juni 2020. (REUTERS/Kevin Coombs)
Jakarta (ANTARA) - Dua boks telepon umum warna merah Inggris disulap menjadi warung kopi, dan pemiliknya mengatakan sempitnya ruangan yang jadi kendala ketika mereka membukanya sepekan sebelum karantina wilayah kini jadi aset ketika orang menerapkan pembatasan jarak.
Dilansir Reuters, pasangan Loreinis Hernandez dan Sean Rafferty mengatakan Amar Cafe yang dibuka di dua boks telepon umum yang bersebelahan di London barat, hanya sempat beroperasi selama sepekan sebelum kota itu menerapkan pembatasan wilayah pada akhir Maret karena pandemi COVID-19.
"Kami sangat senang memulai bisnis ini, lalu pembatasan wilayah terjadi," kata Hernandez. "Kami tutup selama enam pekan."
Pelonggaran pembatasan wilayah pekan ini membuat mereka membuka kembali warung yang menjual kopi dari Kolombia, kampung halaman Hernandez.
"Kami menginvestasikan semuanya di boks ini sebelum pembatasan wilayah," kata Rafferty.
"Semua hanya bisa dibeli untuk dibawa pulang (take away) dan mungkin ini lebih baik untuk kami karena orang lebih suka berada di luar, duduk di taman."
Meski punya persediaan untuk beberapa pekan mendatang, Rafferty dan Hernandez berharap pembatasan wilayah di negara Amerika Selatan tidak mencegah pengiriman bahan yang mereka butuhkan kelak.
Dilansir Reuters, pasangan Loreinis Hernandez dan Sean Rafferty mengatakan Amar Cafe yang dibuka di dua boks telepon umum yang bersebelahan di London barat, hanya sempat beroperasi selama sepekan sebelum kota itu menerapkan pembatasan wilayah pada akhir Maret karena pandemi COVID-19.
"Kami sangat senang memulai bisnis ini, lalu pembatasan wilayah terjadi," kata Hernandez. "Kami tutup selama enam pekan."
Pelonggaran pembatasan wilayah pekan ini membuat mereka membuka kembali warung yang menjual kopi dari Kolombia, kampung halaman Hernandez.
"Kami menginvestasikan semuanya di boks ini sebelum pembatasan wilayah," kata Rafferty.
"Semua hanya bisa dibeli untuk dibawa pulang (take away) dan mungkin ini lebih baik untuk kami karena orang lebih suka berada di luar, duduk di taman."
Meski punya persediaan untuk beberapa pekan mendatang, Rafferty dan Hernandez berharap pembatasan wilayah di negara Amerika Selatan tidak mencegah pengiriman bahan yang mereka butuhkan kelak.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terungkap, Bupati Tanah Datar tegaskan tidak pernah terbitkan izin di sepanjang Sungai Anai
23 May 2024 11:45 WIB, 2024
Bareskrim tetapkan 3 tersangka terkait temuan ekstasidi kafe Senopati
22 November 2023 15:55 WIB, 2023
Sensasi minum kopi di kafe Studio Kreasindo Digital Printing "Motokopi"
26 September 2022 12:20 WIB, 2022