Sekampung warga jalani "rapid test" massal, 12 orang positif
Rabu, 22 April 2020 23:40 WIB
Dokter Kasil Rokhmad. ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko
Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Satgas Penanggulangan COVID-19 Tulungagung menemukan 12 orang positif terinfeksi berdasar rapid test massal terhadap lebih dari 200 warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu.
Jumlah warga yang positif berdasar rapid test kemungkinan bisa terus bertambah karena pengambilan dan pemeriksaan sampel darah yang dilakukan Satgas Penanggulangan COVID-19 masih akan dilanjutkan hingga Kamis (23/4).
Sekretaris Posko Penanggulangan COVID-19 Tulungagung Didik Eka menyebutkan sekitar 300 warga bakal ikut rapid test.
Dari jumlah itu, lebih dari 200 telah diperiksa, dan 12 orang di antaranya positif infeksi virus.
"Ada ratusan warga yang sudah rapid test, dan hari ini belum selesai. Besok akan dilanjutkan lagi," kata Didik Eka.
Hasil rapid test belum tentu terkonfirmasi COVID-19. Bisa juga virus atau bakteri lain karena reagen untuk rapid test pada dasarnya hanya mendeteksi ada/tidaknya reaksi kekebalan tubuh saat terinfeksi penyakit menular.
"Biasanya hasil rapid test yang positif akan diikuti hasil swab (laboratoris) yang positif. Minimal 70 sampai 80 persennya kemungkinan (positif). Hasil rapid test akan segera diikuti kebijakan karantina dan dibarengi tindakan swab pertama," kata Wakil Direktur RSUD dr. Iskak dr. Kasil.Rokhmad yang ikut terjun memantau jalannya tes cepat tersebut.
AM yang menjadi sumber penularan di klaster baru ini merupakan pasien ke-16 COVID-19 di Tulungagung.
Dia diduga tertular corona saat menunggui ayahnya yang sakit di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Belakangan diketahui, ayahnya yang kemudian meninggal dunia karena komplikasi penyakit akibat degenerasi usia, dirawat dengan pasien lain asal Ngadiluwih, Kediri yang ternyata positif COVID-19.
Dari situlah AM diyakini mulai tertular COVID-19. Namun, kata dia, yang bersangkutan belum menyadarinya.
Baru pada tanggal 6 April, MA merasa sakit dengan gejala COVID-19.
Hasil uji laboratorium swab tenggorokan menunjukkan MA positif terinfeksi virus corona.
Sejak itu, tim Epidemologi Dinkes Tulungagung yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan COVID-19 melakukan penelusuran.
Pada tracing awal terhadap warga yang ikut acara tahlil meninggalnya ayahanda MA, kata dia, ditemukan enam positif terinfeksi, salah satunya adalah AS, paman MA yang juga seorang tokoh agama setempat, serta istrinya, kemudian kakak MA dan kakak iparnya.
AS diketahui memimpin tahlil di rumah B, saat istrinya meninggal dunia.
Jumlah warga yang positif berdasar rapid test kemungkinan bisa terus bertambah karena pengambilan dan pemeriksaan sampel darah yang dilakukan Satgas Penanggulangan COVID-19 masih akan dilanjutkan hingga Kamis (23/4).
Sekretaris Posko Penanggulangan COVID-19 Tulungagung Didik Eka menyebutkan sekitar 300 warga bakal ikut rapid test.
Dari jumlah itu, lebih dari 200 telah diperiksa, dan 12 orang di antaranya positif infeksi virus.
"Ada ratusan warga yang sudah rapid test, dan hari ini belum selesai. Besok akan dilanjutkan lagi," kata Didik Eka.
Hasil rapid test belum tentu terkonfirmasi COVID-19. Bisa juga virus atau bakteri lain karena reagen untuk rapid test pada dasarnya hanya mendeteksi ada/tidaknya reaksi kekebalan tubuh saat terinfeksi penyakit menular.
"Biasanya hasil rapid test yang positif akan diikuti hasil swab (laboratoris) yang positif. Minimal 70 sampai 80 persennya kemungkinan (positif). Hasil rapid test akan segera diikuti kebijakan karantina dan dibarengi tindakan swab pertama," kata Wakil Direktur RSUD dr. Iskak dr. Kasil.Rokhmad yang ikut terjun memantau jalannya tes cepat tersebut.
AM yang menjadi sumber penularan di klaster baru ini merupakan pasien ke-16 COVID-19 di Tulungagung.
Dia diduga tertular corona saat menunggui ayahnya yang sakit di RSUD dr. Iskak Tulungagung.
Belakangan diketahui, ayahnya yang kemudian meninggal dunia karena komplikasi penyakit akibat degenerasi usia, dirawat dengan pasien lain asal Ngadiluwih, Kediri yang ternyata positif COVID-19.
Dari situlah AM diyakini mulai tertular COVID-19. Namun, kata dia, yang bersangkutan belum menyadarinya.
Baru pada tanggal 6 April, MA merasa sakit dengan gejala COVID-19.
Hasil uji laboratorium swab tenggorokan menunjukkan MA positif terinfeksi virus corona.
Sejak itu, tim Epidemologi Dinkes Tulungagung yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan COVID-19 melakukan penelusuran.
Pada tracing awal terhadap warga yang ikut acara tahlil meninggalnya ayahanda MA, kata dia, ditemukan enam positif terinfeksi, salah satunya adalah AS, paman MA yang juga seorang tokoh agama setempat, serta istrinya, kemudian kakak MA dan kakak iparnya.
AS diketahui memimpin tahlil di rumah B, saat istrinya meninggal dunia.
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rutan Pakjo gelar tes urine, pastikan pegawai dan warga binaan lepas dari narkoba
07 July 2025 17:44 WIB
Hasil test urine, tersangka pembunuhan yang mayat korbannya tanpa kepala positif narkoba
04 November 2024 22:00 WIB, 2024
Kadin: Pemerintah agar libatkan pengusaha dalam penentuan harga PCR
13 November 2021 17:28 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB