Bulog pastikan stok beras Sumsel mencukupi hingga empat bulan
Rabu, 15 April 2020 18:05 WIB
Pekerja memeriksa tumpukan karung berisi beras di gudang milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) milik Perum Bulog Divre Sumsel-Babel di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/4). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww/17.)
Palembang (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bangka Belitung memastikan stok beras di gudangnya akan mencukupi kebutuhan di Sumsel hingga empat bulan ke depan.
Wakil Pimpinan Bulog Sumsel Babel Yudi Wijaya di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini stok beras mencapai 23.000 ton dan bisa menjaga ketahanan pangan di provinsi itu.
“Stok ini untuk operasi pasar, masyarakat yang memiliki kartu sembako (Bantuan Pangan Nontunai), dan ASN (aparatur sipil negara) di Sumsel,” kata dia.
Yudi memaparkan perusahaan menyalurkan beras sekitar 6.000 ton/bulan untuk pihak-pihak tersebut. Dengan asumsi tersebut, stok tahan hingga empat bulan ke depan.
Apalagi, kata Yudi, ada penambahan stok yang berasal dari pembelian Bulog kepada petani di Sumsel karena Sumsel sedang melakukan panen raya yang berlangsung sejak Maret hingga bulan Juni 2020.
“Kami juga masih ada kesempatan untuk menyerap karena bulan ini sampai dua bulan yang akan datang ada potensi panen, sudah ada pembelian ke beberapa petani di Sumsel,” kata dia.
Menurutnya, Bulog dapat menyerap beras petani sebanyak 5.000 ton per bulan dari berbagai daerah sentra pertanian di provinsi itu.
Ia menambahkan, selain menyalurkan beras untuk kebutuhan BPNT, ASN dan operasi pasar, Bulog juga memiliki stok komersil dengan jenis beras premium.
Yudi melanjutkan, selain menjamin stok beras, Bulog pun memastikan pasokan gula di Sumsel aman karena terdapat 500 ton gula pasir di gudang bulog.
“Saat ini yang sudah siap sekitar 350 ton, sisanya masih dalam perjalanan. Kami pun tetap menjual harga sesuai HET di Permendag, yakni Rp12.500 per kg,” kata dia.
Wakil Pimpinan Bulog Sumsel Babel Yudi Wijaya di Palembang, Rabu, mengatakan saat ini stok beras mencapai 23.000 ton dan bisa menjaga ketahanan pangan di provinsi itu.
“Stok ini untuk operasi pasar, masyarakat yang memiliki kartu sembako (Bantuan Pangan Nontunai), dan ASN (aparatur sipil negara) di Sumsel,” kata dia.
Yudi memaparkan perusahaan menyalurkan beras sekitar 6.000 ton/bulan untuk pihak-pihak tersebut. Dengan asumsi tersebut, stok tahan hingga empat bulan ke depan.
Apalagi, kata Yudi, ada penambahan stok yang berasal dari pembelian Bulog kepada petani di Sumsel karena Sumsel sedang melakukan panen raya yang berlangsung sejak Maret hingga bulan Juni 2020.
“Kami juga masih ada kesempatan untuk menyerap karena bulan ini sampai dua bulan yang akan datang ada potensi panen, sudah ada pembelian ke beberapa petani di Sumsel,” kata dia.
Menurutnya, Bulog dapat menyerap beras petani sebanyak 5.000 ton per bulan dari berbagai daerah sentra pertanian di provinsi itu.
Ia menambahkan, selain menyalurkan beras untuk kebutuhan BPNT, ASN dan operasi pasar, Bulog juga memiliki stok komersil dengan jenis beras premium.
Yudi melanjutkan, selain menjamin stok beras, Bulog pun memastikan pasokan gula di Sumsel aman karena terdapat 500 ton gula pasir di gudang bulog.
“Saat ini yang sudah siap sekitar 350 ton, sisanya masih dalam perjalanan. Kami pun tetap menjual harga sesuai HET di Permendag, yakni Rp12.500 per kg,” kata dia.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 86 ribu lebih warga OKU Raya terima bantuan pangan beras dan minyak goreng
04 December 2025 20:21 WIB
Sebanyak 2.064 ton beras SPHP disalurkan di OKU, OKU Timur dan OKU Selatan hingga September 2025
15 October 2025 14:05 WIB
Sebanyak 12.677 ton beras SPHP disalurkan di Sumsel-Babel hingga Oktober 2025
12 October 2025 6:41 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB