BRG galakkan sekolah lapangan antisipasi karhutla
Senin, 23 Maret 2020 18:42 WIB
Kegiatan sekolah lapangan petani gambut yang diselenggarakan BRG di Sumsel, (ANTARA/Yudi Abdullah.20)
Palembang (ANTARA) - Badan Restorasi Gambut (BRG) berupaya menggalakkan kegiatan sekolah lapangan petani gambut untuk membina petani di kawasan lahan gambut sebagai tindakan antisipasi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun 2020 ini.
Kegiatan sekolah lapangan digalakkan di kabupaten yang memiliki lahan gambut yang luas dan rawan terbakar pada setiap musim kemarau, kata Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba, di Palembang, Senin.
Beberapa daerah yang menjadi sasaran sekolah lapangan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.
Sekolah lapangan itu pertama kali dilakukan pada 2017 dengan mendidik kader dari desa peduli gambut, dan angkatan kedua pada 2018 kembali dilakukan khusus mendidik kader dari desa peduli gambut.
Kemudian angkatan ketiga pada Juli 2019 mendidik peserta dari berbagai latar belakang, seperti perwakilan Desa Peduli Gambut BRG, fasilitator desa gambut, BKSDA, UPTD pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, serta dai gambut.
Sedangkan angkatan keempat pada 2020 akan dilakukan kegiatan dengan sasaran peserta yang lebih luas, ujarnya.
Dia menjelaskan, sekolah lapangan petani gambut merupakan salah satu kunci mencegah kebakaran lahan gambut di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya.
Untuk penyelenggaraan sekolah lapangan pada tahun ini, BRG melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar bisa memberikan penjelasan menegnai kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerusakan lingkungan, kata Shineba.
Kegiatan sekolah lapangan digalakkan di kabupaten yang memiliki lahan gambut yang luas dan rawan terbakar pada setiap musim kemarau, kata Dinamisator BRG Sumatera Selatan DD Shineba, di Palembang, Senin.
Beberapa daerah yang menjadi sasaran sekolah lapangan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.
Sekolah lapangan itu pertama kali dilakukan pada 2017 dengan mendidik kader dari desa peduli gambut, dan angkatan kedua pada 2018 kembali dilakukan khusus mendidik kader dari desa peduli gambut.
Kemudian angkatan ketiga pada Juli 2019 mendidik peserta dari berbagai latar belakang, seperti perwakilan Desa Peduli Gambut BRG, fasilitator desa gambut, BKSDA, UPTD pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, serta dai gambut.
Sedangkan angkatan keempat pada 2020 akan dilakukan kegiatan dengan sasaran peserta yang lebih luas, ujarnya.
Dia menjelaskan, sekolah lapangan petani gambut merupakan salah satu kunci mencegah kebakaran lahan gambut di Sumsel dan beberapa provinsi lainnya.
Untuk penyelenggaraan sekolah lapangan pada tahun ini, BRG melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar bisa memberikan penjelasan menegnai kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan kerusakan lingkungan, kata Shineba.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Pemkot Palembang siapkan zona selamat sekolah minimalisasi risiko kecelakaan
20 April 2026 17:38 WIB
Bupati Teddy Meilwansyah jemput bola, Kemensos prioritaskan Sekolah Rakyat OKU tahun 2026
14 April 2026 18:55 WIB
BPSDMD Sumsel asah kemampuan manajerial 46 kepala sekolah hadapi era digital
08 April 2026 19:25 WIB
Dukung program Presiden Prabowo, Pemkab OKU Timur siapkan 7 hektare lahan Sekolah Rakyat
08 April 2026 19:23 WIB
Angin puting beliung rusak empat sekolah di OKU Selatan, tak ada korban jiwa
05 April 2026 21:12 WIB