Palembang (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Sumatera Selatan segera memilih ketua baru periode 2020-2025 pada Musyawarah Daerah ke 10. 

Ketua panitia pelaksana Musda ke 10 Partai Golkar Sumsel Anita Noeringhati di Palembang, Rabu, mengatakan untuk tahap pengambilan formulir pencalonan berlangsung pada 27-28 Februari pukul 10.00 - 16.00 WIB, dan pengembalianya dilakukan pada  saat musda 29 Februari - 1 Maret 2020. 

"Kepada seluruh kader Partai Golkar yang ingin mencalonkan sebagai ketua DPD Partai Golkar 2020-2025  segera mengambil formulir di sekretariat panitia pelaksana DPD Partai Golkar, pendaftarannya gratis," ujar Anita saat memberi keterangan pers. 

Menurut dia syarat pencalonan menjadi ketua DPD secara normatif di antaranya harus kader Partai Golkar, pernah menjadi pengurus dalam satu tingkatan atas, bawah, maupun sayap selama 5 tahun, dan tidak pernah dijatuhi hukuman pidana sekurang-kurangnya 5 tahun. 

Sementara syarat-syarat administratif seperti fotokopi KTP, daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah strata 1 yang dilegalisir, melampirkan visi misi kepemimpinan, dan bukti dukungan dari pemilik suara.

Pemilik suara pada Musda ke 10 tersebut berjumlah 23 suara, kata dia, terdiri atas 17 suara DPD Kabupaten/kota ditambah satu suara masing-masing DPP, DPD 1, Dewan Pertimbangan, organisasi sayap, organisasi yang mendirikan (MKGR, Kosgoro 57, Soksi) dan organisasi yang didirikan (AMPI, HWK, MDI, Satker Ulama, Al-hidayah). 

"Syarat dukungan calon harus memenuhi 30 persen dari total jumlah suara. Jika lebih dari 50 persen maka bisa aklamasi, namun apabila belum mencapai keduanya maka voting secara tertutup serta rahasia karena menyangkut nama," jelas dia. 

Selain itu syarat calon ketua juga dinilai dari segi prestasi, loyalitas, dedikasi, dan disiplin dalam membesarkan partai serta tidak berbuat tercela yang penilaiannya dilakukan oleh DPD.

Setelah para calon mengambil formulir pada 27-28 Februari, proses pengembalian formulir dan verifikasi pencalonan dilakukan pada rapat pleno yang membahas tata cara pemilihan ketua DPD. 

"Untuk pengambilan formulir pencalonan dapat diwakilkan," tambah dia.

Selain agenda pemilihan ketua DPD baru, Musda Partai Golkar ke 10 juga akan membuat program kerja periode 2020-2025, menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) periode sebelumnya, menetapkan ketua, menetapkan dewan pimpinan partai, menetapkan ketua dewan pertimbangan, dan menetapkan keputusan lain yang masih dalam kewenangan partai.