Peminjam dana via daring di Sumsel tumbuh 590 persen
Jumat, 21 Februari 2020 20:41 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho saat pemaparan kinerja pada gathering media di Yogyakarta, Jumat (21/2) (ANTARA/Aziz Munajar/20)
Yogyakarta (ANTARA) - Peminjam dana melalui aplikasi daring entitas jasa keuangan di Sumatera Selatan selama 2019 mencapai 1.558.473 entitas atau tumbuh 590,26 persen dibanding 2018 sebanyak 225.781 entitas .
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho, Jumat, mengatakan pertumbuhan jumlah peminjam ditopang naiknya jumlah pemberi pinjaman (lander) selama 2019 yang mencapai 7.897 entitas atau naik 108 persen dibanding 2018 sebanyak 3.794 entitas.
"Akumulasi penyaluran pinjaman pada 2019 tercatat Rp1,02 Triliun, atau naik 220,4 persen dari 2018 senilai Rp318,6 Miliar," kata Untung Nugroho saat pemaparan kinerja pada media gathering di Yogyakarta.
Menurut dia kinerja pinjaman daring (fintech pear to pear landing) di Sumsel relatif lebih tinggi dibanding 4 provinsi lainnya di bawah OJK regional 7 (Lampung, Babel Jambi, Bengkulu) yang mencatatkan akumulasi paling tinggi hanya Rp700 Miliar selama 2019.
Pertumbuhan entitas di Sumsel didukung positifnya kinerja ekonomi Sumsel yang mencapai 5,71 persen pada 2019 dengan kuatnya sektor penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar yang menyumbang kontribusi sebesar 13,74 persen.
Dana pinjaman tersebut disalurkan oleh 164 fintech yang terdaftar di OJK RI kepada entitas dengan berbagai keperluan, namun ia mengingatkan agar dana pinjaman dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sektor produksi dengan skala keuntungan yang telah diperkirakan.
Tetapi tingginya pertumbuhan entitas di Sumsel tersebut belum ditopang oleh kemunculan fintech lokal.
"Semoga nanti ada fintech lokal di Sumsel yang bisa mendukung pertumbuhan entitas," tambah Untung.
Tingginya pertumbuhan entitas juga membuat OJK memperketat pengawasan karena terdapat ratusan fintech ilegal mengintai masyarakat yang cenderung memiliki literasi keuangan rendah.
Direktur Humas OJK RI, Darmansyah, mengatakan pengawasan terhadap fintech terus ditingkatkan untuk menekan kerugian masyarakat di tengah geliat penyaluran dana yang secara nasional mencapai Rp81,497 Triliun pada 2019.
"OJK mereformasi Industri Keuangan Non-Bank (INBK) yang di dalamnya juga terdapat fintech P2P dengan penguatan 3 pengawasan," ujarnya.
Penguatan pengawasan tersebut berupa sistem pengawasan berbasis risiko INKB, penyempurnaan SOP pengawas IKNB, dan sistem peringatan dini (EWS) IKNB.
Sepanjang 2018-2019, kata dia, lebih dari 1.800 entitas fintech ilegal telah ditindak Satgas Waspada Investasi OJK RI karena tidak terdaftar dan berizin namun sudah memakan korban baik bermodus penipuan maupun tingkat bunga lebih tinggi dari ketentuan.
"OJK terus berupaya memperluas literasi keuangan dengan mendorong masyarakat agar selekif meminjam dana lewat fintech, upayakanlah meminjam dengan fintech yang telah terdaftar di OJK," kata Darmansyah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Untung Nugroho, Jumat, mengatakan pertumbuhan jumlah peminjam ditopang naiknya jumlah pemberi pinjaman (lander) selama 2019 yang mencapai 7.897 entitas atau naik 108 persen dibanding 2018 sebanyak 3.794 entitas.
"Akumulasi penyaluran pinjaman pada 2019 tercatat Rp1,02 Triliun, atau naik 220,4 persen dari 2018 senilai Rp318,6 Miliar," kata Untung Nugroho saat pemaparan kinerja pada media gathering di Yogyakarta.
Menurut dia kinerja pinjaman daring (fintech pear to pear landing) di Sumsel relatif lebih tinggi dibanding 4 provinsi lainnya di bawah OJK regional 7 (Lampung, Babel Jambi, Bengkulu) yang mencatatkan akumulasi paling tinggi hanya Rp700 Miliar selama 2019.
Pertumbuhan entitas di Sumsel didukung positifnya kinerja ekonomi Sumsel yang mencapai 5,71 persen pada 2019 dengan kuatnya sektor penyediaan akomodasi makan dan minum sebesar yang menyumbang kontribusi sebesar 13,74 persen.
Dana pinjaman tersebut disalurkan oleh 164 fintech yang terdaftar di OJK RI kepada entitas dengan berbagai keperluan, namun ia mengingatkan agar dana pinjaman dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sektor produksi dengan skala keuntungan yang telah diperkirakan.
Tetapi tingginya pertumbuhan entitas di Sumsel tersebut belum ditopang oleh kemunculan fintech lokal.
"Semoga nanti ada fintech lokal di Sumsel yang bisa mendukung pertumbuhan entitas," tambah Untung.
Tingginya pertumbuhan entitas juga membuat OJK memperketat pengawasan karena terdapat ratusan fintech ilegal mengintai masyarakat yang cenderung memiliki literasi keuangan rendah.
Direktur Humas OJK RI, Darmansyah, mengatakan pengawasan terhadap fintech terus ditingkatkan untuk menekan kerugian masyarakat di tengah geliat penyaluran dana yang secara nasional mencapai Rp81,497 Triliun pada 2019.
"OJK mereformasi Industri Keuangan Non-Bank (INBK) yang di dalamnya juga terdapat fintech P2P dengan penguatan 3 pengawasan," ujarnya.
Penguatan pengawasan tersebut berupa sistem pengawasan berbasis risiko INKB, penyempurnaan SOP pengawas IKNB, dan sistem peringatan dini (EWS) IKNB.
Sepanjang 2018-2019, kata dia, lebih dari 1.800 entitas fintech ilegal telah ditindak Satgas Waspada Investasi OJK RI karena tidak terdaftar dan berizin namun sudah memakan korban baik bermodus penipuan maupun tingkat bunga lebih tinggi dari ketentuan.
"OJK terus berupaya memperluas literasi keuangan dengan mendorong masyarakat agar selekif meminjam dana lewat fintech, upayakanlah meminjam dengan fintech yang telah terdaftar di OJK," kata Darmansyah.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga salurkan Biosolar B40 Performance ke industri Sumbagsel
26 January 2026 20:39 WIB
Cegah listrik padam di Sumatera, PLN minta Gubernur Sumsel buka jalan truk batu bara di Lubuk Linggau
22 January 2026 14:10 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel salurkan bantuan untuk korban bencana di Belitang
13 January 2026 19:27 WIB
Jaga keberlangsungan operasional PLTU Sumbagsel, Pemprov kaji pemberian diskresi angkutan batu bara
09 January 2026 8:27 WIB
Pertamina EP Pendopo Field perkuat pertanian ramah lingkungan lewat Musi Rawas Sustainability
29 October 2025 20:58 WIB
Pertamina Group area Sumbagsel perkuat sinergi keselamatan operasional melalui Forum HSSE Kontraktor
17 October 2025 20:39 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB