Balita meninggal dunia digigit ular weling
Kamis, 13 Februari 2020 16:52 WIB
Suasana duka menyelimuti kediaman Adila (4), balita asal Desa Pamengkang, Kabupaten Cirebon, yang meninggal akibat gigitan ular berbisa. (ANTARA/Khaerul Izan)
Cirebon (ANTARA) - Adila (4), balita perempuan dari Desa Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meninggal dunia setelah sempat koma selama lima hari akibat gigitan ular berbisa jenis weling.
Orang tua balita Adila, Mukmin (27) di Cirebon, Kamis, mengatakan anaknya meninggal dunia setelah lima hari koma di RSD Gunung Jati akibat gigitan ular berbisa jenis weling.
"Adila meninggal pada Rabu (12/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB di RSD Gunung Jati," kata Mukmin.
Menurut Mukmin kondisi putrinya memburuk pada Rabu sore. Petugas medis sempat menggunakan alat pacu jantung untuk menyadarkan Adila, namun usaha dari tim medis yang sudah maksimal tidak membuahkan hasil. Puteri Mukmin menghembuskan nafas terakhir pada Rabu malam.
"Kondisi Adila mulai menurun sejak Rabu sore dan bahkan dokter sudah berupaya menggunakan alat untuk menyadarkannya," tutur Mukmin.
Jenazah Adila sudah dimakamkan di tempat pemakaman setempat dan dia berharap kasus anaknya bisa menjadi pelajaran bagi semuanya.
Sementara Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon, Maria, mengatakan bisa ular weling telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.
"Kami memang awalnya sulit mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma, namun setelah berkoordinasi dengan dokter WHO akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau Bungarus candidus," katanya.*
Orang tua balita Adila, Mukmin (27) di Cirebon, Kamis, mengatakan anaknya meninggal dunia setelah lima hari koma di RSD Gunung Jati akibat gigitan ular berbisa jenis weling.
"Adila meninggal pada Rabu (12/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB di RSD Gunung Jati," kata Mukmin.
Menurut Mukmin kondisi putrinya memburuk pada Rabu sore. Petugas medis sempat menggunakan alat pacu jantung untuk menyadarkan Adila, namun usaha dari tim medis yang sudah maksimal tidak membuahkan hasil. Puteri Mukmin menghembuskan nafas terakhir pada Rabu malam.
"Kondisi Adila mulai menurun sejak Rabu sore dan bahkan dokter sudah berupaya menggunakan alat untuk menyadarkannya," tutur Mukmin.
Jenazah Adila sudah dimakamkan di tempat pemakaman setempat dan dia berharap kasus anaknya bisa menjadi pelajaran bagi semuanya.
Sementara Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon, Maria, mengatakan bisa ular weling telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.
"Kami memang awalnya sulit mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma, namun setelah berkoordinasi dengan dokter WHO akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau Bungarus candidus," katanya.*
Pewarta : Khaerul Izan
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat warga Badui tergolek lemas dan digigit ular berbisa dirujuk ke RSUD Banten
20 August 2022 23:03 WIB, 2022
Lakukan perlawanan, Ketua DPRD Bangka Iskandar selamat dari gigitan buaya
02 November 2021 19:13 WIB, 2021
Korban serangan buaya di Banyuasin ditemukan dalam keadaan meninggal dunia
20 April 2021 11:59 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Kota Palembang Minggu 22 Maret 2026: hujan ringan pagi hingga sore
22 March 2026 10:06 WIB
Sapi Limousin Presiden Prabowo tiba di Gayo Lues, semarakkan Meugang di Desa Agusen
20 March 2026 9:40 WIB