Tangga Candi Borobudur akan dilapisi kayu
Senin, 10 Februari 2020 11:18 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Magelang (ANTARA) - Tangga Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akan dilapisi papan kayu jati untuk melindungi batuan candi, kata Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Tri Hartono.
"Jenis kayu jati nanti akan digunakan untuk melapisi tangga Candi Borobudur," katanya di Magelang, Minggu, usai mengikuti pembukaan Ruwat Rawat Borobudur di Pelataran Kenari Candi Borobudur.
Ia menyampaikan kemarin dalam ujicoba ada yang menggunakan pelapisan dari kayu dan karet dan ternyata dengan pelapisan dari bahan kayu lebih baik.
"Perbandingannya kayu jati lebih bagus, lebih lentur, sedangkan bahan dari karet kalau terkena panas jadi mengeras," katanya.
Menyinggung soal anggaran untuk pelapisan tangga candi tersebut, dia menyampaikan masih dalam penghitungan.
Menurut dia nanti rencana keempat sisi tangga dilapisi kayu semua, kemudian juga lapisan melingkar di lantai tujuh.
"Kami harapkan nanti pengunjung naik ke atas sampai lantai tujuh kemudian berkeliling di situ terus turun. Jadi pengunjung hanya sampai ke lantai tujuh untuk lantai delapan dan sembilan bisa dilihat dari bawah," katanya.
Tri menuturkan rencananya pengunjung naik Candi Borobudur hanya dibatasi sampai lantai tujuh, karena jika dilihat di lantai delapan dan sembilan mengalami keausan yang cukup parah.
"Keausan batu lantai paling parah di lantai delapan dan sembilan karena biasanya pengunjung berkeliling di situ," katanya.
Berdasarkan hitungan keausan batu lantai, katanya mencapai 0,2 milimeter per tahun kalau jumlah pengunjung 2 juta orang. Kalau tahun sekarang pengunjung mencapai 4 juta orang mestinya keausan mencapai 0,4 milimeter dalam setahun.
"Kalau dikalikan 10 tahun maka keausan sudah 4 centimeter sehingga "kroak" (rusak sebagian)," katanya.
Ia menyampaikan untuk keausan tangga paling parah tangga di sisi timur karena digunakan untuk naik.
"Jenis kayu jati nanti akan digunakan untuk melapisi tangga Candi Borobudur," katanya di Magelang, Minggu, usai mengikuti pembukaan Ruwat Rawat Borobudur di Pelataran Kenari Candi Borobudur.
Ia menyampaikan kemarin dalam ujicoba ada yang menggunakan pelapisan dari kayu dan karet dan ternyata dengan pelapisan dari bahan kayu lebih baik.
"Perbandingannya kayu jati lebih bagus, lebih lentur, sedangkan bahan dari karet kalau terkena panas jadi mengeras," katanya.
Menyinggung soal anggaran untuk pelapisan tangga candi tersebut, dia menyampaikan masih dalam penghitungan.
Menurut dia nanti rencana keempat sisi tangga dilapisi kayu semua, kemudian juga lapisan melingkar di lantai tujuh.
"Kami harapkan nanti pengunjung naik ke atas sampai lantai tujuh kemudian berkeliling di situ terus turun. Jadi pengunjung hanya sampai ke lantai tujuh untuk lantai delapan dan sembilan bisa dilihat dari bawah," katanya.
Tri menuturkan rencananya pengunjung naik Candi Borobudur hanya dibatasi sampai lantai tujuh, karena jika dilihat di lantai delapan dan sembilan mengalami keausan yang cukup parah.
"Keausan batu lantai paling parah di lantai delapan dan sembilan karena biasanya pengunjung berkeliling di situ," katanya.
Berdasarkan hitungan keausan batu lantai, katanya mencapai 0,2 milimeter per tahun kalau jumlah pengunjung 2 juta orang. Kalau tahun sekarang pengunjung mencapai 4 juta orang mestinya keausan mencapai 0,4 milimeter dalam setahun.
"Kalau dikalikan 10 tahun maka keausan sudah 4 centimeter sehingga "kroak" (rusak sebagian)," katanya.
Ia menyampaikan untuk keausan tangga paling parah tangga di sisi timur karena digunakan untuk naik.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi belum hentikan penyelidikan laporan Roy Suryo terkait meme stupa candi
29 July 2022 15:14 WIB, 2022
Polisi tetapkan Roy Suryo tersangka kasus meme Candi Borobudur mirip wajah presiden
22 July 2022 16:57 WIB, 2022
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB