Mangrove Tanjungpunai cocok untuk budi daya kepiting belangkas
Selasa, 28 Januari 2020 13:57 WIB
mangrove Tanjungpunai, Mentok. (ANTARA/Donatus DP)
Mentok, Babel (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyebutkan bahwa kawasan mangrove Tanjungpunai cocok untuk pengembangan budi daya kepiting belangkas atau tapal kuda.
"Karakter mangrove dan lumpur di pesisir Tanjungpunai cocok untuk budi daya belangkas, kami akan usahakan warga di daerah itu untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut," kata Kepala Bidang Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Wiratmo di Mentok, Selasa.
Menurut dia, usaha budi daya kepiting tapal kuda di lokasi itu juga akan mendukung upaya warga dalam pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan mangrove yang sudah dibangun.
"Nanti akan saling melengkapi, ada wisata mangrove ada juga budi daya yang bisa dijadikan tempat belajar dan pendukung ekonomi warga," katanya.
Menurut dia, kepiting tapal kuda atau belangkas memiliki nilai ekonomi tinggi karena jenis kepiting tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia kesehatan.
Kepiting tapal kuda menghasilkan darah biru yang mengandung sel "amebocyte" yang dibutuhkan untuk bahan industri obat-obatan, makanan dan alat-alat kesehatan.
"Kebetulan kepiting jenis itu sudah ada dan hidup di beberapa lokasi di kawasan itu, jika dikembangkan dengan pola budi daya tentunya akan lebih mudah dan menghasilkan," katanya.
Wiratmo mengatakan, Pemkab Bangka Barat akan terus mendukung berbagai usaha budi daya yang dikembangkan masyarakat pesisir guna meningkatkan perekonomian.
"Untuk tahun ini memang bantuan budi daya kepiting tapal kuda belum teranggarkan, namun kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar bisa memfasilitasi kebutuhan warga di lokasi itu," katanya.
Dengan budi daya yang unik dan khas tersebut diharapkan terjadi kolaborasi yang baik antara upaya pengembangan pariwisata dan budi daya perikanan dengan memanfaatkan kawasan mangrove.
"Karakter mangrove dan lumpur di pesisir Tanjungpunai cocok untuk budi daya belangkas, kami akan usahakan warga di daerah itu untuk bisa memanfaatkan peluang tersebut," kata Kepala Bidang Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Wiratmo di Mentok, Selasa.
Menurut dia, usaha budi daya kepiting tapal kuda di lokasi itu juga akan mendukung upaya warga dalam pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan mangrove yang sudah dibangun.
"Nanti akan saling melengkapi, ada wisata mangrove ada juga budi daya yang bisa dijadikan tempat belajar dan pendukung ekonomi warga," katanya.
Menurut dia, kepiting tapal kuda atau belangkas memiliki nilai ekonomi tinggi karena jenis kepiting tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia kesehatan.
Kepiting tapal kuda menghasilkan darah biru yang mengandung sel "amebocyte" yang dibutuhkan untuk bahan industri obat-obatan, makanan dan alat-alat kesehatan.
"Kebetulan kepiting jenis itu sudah ada dan hidup di beberapa lokasi di kawasan itu, jika dikembangkan dengan pola budi daya tentunya akan lebih mudah dan menghasilkan," katanya.
Wiratmo mengatakan, Pemkab Bangka Barat akan terus mendukung berbagai usaha budi daya yang dikembangkan masyarakat pesisir guna meningkatkan perekonomian.
"Untuk tahun ini memang bantuan budi daya kepiting tapal kuda belum teranggarkan, namun kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar bisa memfasilitasi kebutuhan warga di lokasi itu," katanya.
Dengan budi daya yang unik dan khas tersebut diharapkan terjadi kolaborasi yang baik antara upaya pengembangan pariwisata dan budi daya perikanan dengan memanfaatkan kawasan mangrove.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Program "Karo Mamang" PEP Ramba Field berdayakan ekonomi perempuan Mangunjaya Muba
24 April 2026 12:34 WIB
Sinar Mas Agribusiness and Food perkuat ekonomi desa melalui budidaya lele berbasis teknologi
12 March 2026 15:40 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
PT Bumi Andalas Permai dukung pengembangan budidaya madu kelulut di Air Sugihan
28 November 2025 16:23 WIB
Pemkab Banyuasin target pertahankan penghasil ikan patin terbesar di Sumsel
17 October 2025 8:06 WIB
Kelompok budidaya ikan Tunas Makmur sukses domestikasi ikan belida putak, dukung implementasi regulasi baru KKP
18 September 2025 10:08 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB