FIFA gugat Sepp Blatter dan Michel Platini
Selasa, 17 Desember 2019 10:02 WIB
Mantan presiden FIFA Sepp Blatter. (REUTERS/ARND WIEGMANN)
Jakarta (ANTARA) - Badan sepak bola dunia FIFA pada Senin waktu setempat mengajukan gugatan hukum di pengadilan Swiss untuk menarik 2 juga franc Swiss (2,01 juta dolar AS) yang telah dibayarkan secara tak wajar kepada bekas presiden FIFA Joseph "Sepp" Blatter kepada bekas bintang sepak bola Prancis Michel Platini.
"FIFA hari ini mengajukan gugatan hukum di pengadilan Swiss yang relevan terhadap mantan presiden FIFA Joseph Blatter dan mantan wakil presiden FIFA Michel Platini, guna mencari restitusi 2 juta franc yang dibayarkan tak wajar kepada Tuan Platini pada Februari 2011 silam," kata FIFA seperti dikutip Reuters.
FIFA menambahkan bahwa gugatan ini adalah tugas melekat badan sepak bola dunia itu bisa mengembalikan dana yang dibayarkan secara tidak sah oleh seorang bekas pejabatnya kepada yang lainnya.
Blatter dan Platini ngotot membantah telah berbuat salah padahal disebut-sebut menjadi bagian dari skandal korupsi terbesar dalam sejarah FIFA yang memicu rangkaian penuntutan dan persidangan di Amerika Serikat.
Blatter dan Platini sama-sama dilarang dilarang berkiprah dalam sepak bola pada akhir 2015 atas pembayaran 2 juta franc Swiss yang disalurkan kepada Platini oleh FIFA atas persetujuan Blatter pada 2011 atas kerja yang dia lakukan sepuluh tahun sebelumnya.
Platini, kepala badan sepak bola Eropa UEFA dari 2007 sampai 2015, awalnya dilarang dari semua kegiatan sepak bola selama delapan tahun, sekalipun Mahkamah Arbitrase Olah Raga (CAS) mengurang hukuman itu menjadi empat tahun sehingga larang kepada dia berakhir tahun ini.
Larangan terhadap Blatter dikurangi dari delapan menjadi enam tahun.
"FIFA hari ini mengajukan gugatan hukum di pengadilan Swiss yang relevan terhadap mantan presiden FIFA Joseph Blatter dan mantan wakil presiden FIFA Michel Platini, guna mencari restitusi 2 juta franc yang dibayarkan tak wajar kepada Tuan Platini pada Februari 2011 silam," kata FIFA seperti dikutip Reuters.
FIFA menambahkan bahwa gugatan ini adalah tugas melekat badan sepak bola dunia itu bisa mengembalikan dana yang dibayarkan secara tidak sah oleh seorang bekas pejabatnya kepada yang lainnya.
Blatter dan Platini ngotot membantah telah berbuat salah padahal disebut-sebut menjadi bagian dari skandal korupsi terbesar dalam sejarah FIFA yang memicu rangkaian penuntutan dan persidangan di Amerika Serikat.
Blatter dan Platini sama-sama dilarang dilarang berkiprah dalam sepak bola pada akhir 2015 atas pembayaran 2 juta franc Swiss yang disalurkan kepada Platini oleh FIFA atas persetujuan Blatter pada 2011 atas kerja yang dia lakukan sepuluh tahun sebelumnya.
Platini, kepala badan sepak bola Eropa UEFA dari 2007 sampai 2015, awalnya dilarang dari semua kegiatan sepak bola selama delapan tahun, sekalipun Mahkamah Arbitrase Olah Raga (CAS) mengurang hukuman itu menjadi empat tahun sehingga larang kepada dia berakhir tahun ini.
Larangan terhadap Blatter dikurangi dari delapan menjadi enam tahun.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Modus korupsi Fadia Arafiq, gunakan perusahaan keluarga untuk kuasai proyek outsourcing
05 March 2026 4:58 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Alvaro Carreras cedera jelang laga Real Madrid lawan Manchester City di UEFA Champions League
09 March 2026 20:59 WIB
Juventus vs Pisa 4-0, Si Nyonya Tua mengamuk di babak kedua lewat aksi Cambiaso hingga Boga
08 March 2026 8:11 WIB
Performa Maarten Paes di Liga Belanda, lakukan penyelamatan krusial meski Ajax tumbang
08 March 2026 8:03 WIB
Malut United tahan imbang PSM Makassar 3-3, Ricardo Salampessy soroti lini pertahanan
08 March 2026 7:57 WIB