Muba ingin sawit hasil peremajaan suplai pabrik IPO-CPO
Selasa, 3 Desember 2019 21:39 WIB
Kepala Dinas Perkebunan Muba, Iskandar Syahrianto, Selasa (3/12/2019) (ANTARA/Aziz Munajar/19)
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menginginkan kelapa sawit hasil program peremajaan (replanting) mensuplai pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) yang akan dioperasikan awal 2021.
Kepala Dinas Perkebunan Muba, Iskandar Syahrianto, Selasa, mengatakan dari 12.000 hektare sawit yang diremajakan sejak 2017, sebanyak 6.500 hektare akan mulai panen pada 2020.
"Sawit itulah yang akan masuk ke pabrik untuk menyuplai pabrik CPO," ujar Iskandar saat diskusi Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi dan Komoditi Budaya Lestari di Palembang.
Menurut dia sawit yang menyuplai pabrik IPO-CPO Muba harus berasal dari kebun yang tertata secara kelembagaan dengan data base akurat dan memiliki kualitas mutu tinggi, ia menyilakan pihak lain yang ingin turut menyuplai ke pabrik dengan syarat memenuhi standar kualitas yang ditentukan, termasuk tata kelola kebun.
Pabrik IPO, kata dia, pembangunannya dimulai pada awal 2020 di Kecamatan Sungai Lilin dengan prediksi waktu pembangunan kontruksi selama satu tahun, harapanya pabrik menghasilkan CPO, avtur hijau, dan bensin setara berbahan bakar fosil.
"Ke depan kebutuhan CPO akan sangat tinggi, apalagi presiden komitmen menginginkan energi terbarukan dari kelapa sawit," tambahnya.
Menyuplai sawit ke pabrik IPO-CPO merupakan langkah lanjutan dalam program tata kelola kebun guna meningkatkan hasil perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin dan optimalisasi hilirisasi.
"Perkebunan sawit di Muba ada sekitar 350.00 tanaman sawit, 80 persennya tidak berkualitas dan produktifitasnya rendah, inilah permasalahan yang ingin kami selesaikan lewat perbaikan tata kelola kebun," jelas Iskandar.
Tata kelola tersebut di antaranya berupa pendekatan lanskap yuridiksi sertifikasi sebagai upaya perbaikan database sekaligus menciptakan petani atau pekebun yang berdaulat dan mudah mengakses modal, sertifikasi perkebunan milik masyarakat sendiri akan dimulai pada 2020.
Kepala Dinas Perkebunan Muba, Iskandar Syahrianto, Selasa, mengatakan dari 12.000 hektare sawit yang diremajakan sejak 2017, sebanyak 6.500 hektare akan mulai panen pada 2020.
"Sawit itulah yang akan masuk ke pabrik untuk menyuplai pabrik CPO," ujar Iskandar saat diskusi Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi dan Komoditi Budaya Lestari di Palembang.
Menurut dia sawit yang menyuplai pabrik IPO-CPO Muba harus berasal dari kebun yang tertata secara kelembagaan dengan data base akurat dan memiliki kualitas mutu tinggi, ia menyilakan pihak lain yang ingin turut menyuplai ke pabrik dengan syarat memenuhi standar kualitas yang ditentukan, termasuk tata kelola kebun.
Pabrik IPO, kata dia, pembangunannya dimulai pada awal 2020 di Kecamatan Sungai Lilin dengan prediksi waktu pembangunan kontruksi selama satu tahun, harapanya pabrik menghasilkan CPO, avtur hijau, dan bensin setara berbahan bakar fosil.
"Ke depan kebutuhan CPO akan sangat tinggi, apalagi presiden komitmen menginginkan energi terbarukan dari kelapa sawit," tambahnya.
Menyuplai sawit ke pabrik IPO-CPO merupakan langkah lanjutan dalam program tata kelola kebun guna meningkatkan hasil perkebunan di Kabupaten Musi Banyuasin dan optimalisasi hilirisasi.
"Perkebunan sawit di Muba ada sekitar 350.00 tanaman sawit, 80 persennya tidak berkualitas dan produktifitasnya rendah, inilah permasalahan yang ingin kami selesaikan lewat perbaikan tata kelola kebun," jelas Iskandar.
Tata kelola tersebut di antaranya berupa pendekatan lanskap yuridiksi sertifikasi sebagai upaya perbaikan database sekaligus menciptakan petani atau pekebun yang berdaulat dan mudah mengakses modal, sertifikasi perkebunan milik masyarakat sendiri akan dimulai pada 2020.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kartika Sandra Desi sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Bayung Lencir Muba
03 February 2026 19:12 WIB
KSOP Palembang buka akses lalu lintas kapal di Sungai Lalan Musi Banyuasin
15 January 2026 19:13 WIB
Pemprov Sumsel targetkan perbaikan Jembatan P6 Lalan Muba dirampungkan dalam tujuh bulan
14 January 2026 6:51 WIB
KSOP Palembang tutup lalu lintas kapal di perairan Jembatan Lalan Musi Banyuasin
14 January 2026 6:50 WIB
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
PT Bumi Andalas Permai dukung budidaya kepiting bakau di Desa Sungai Batang OKI
12 February 2026 14:15 WIB
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB