Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar organisasi masyarakat Nasyiatul Aisyiyah berperan aktif dalam mengatasi stunting pada anak, karena sekarang ini kasus kekerdilan tersebut masih tinggi di Indonesia.
Pengurangan masalah pertumbuhan kurang normal itu menjadi prioritas dalam pemerintahan sekarang ini sehingga itu harus didukung bersama, kata menteri saat menghadiri Penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah Periode 2016-2020 di Palembang, Minggu.
Dia menambahkan, stunting disebabkan berbagai faktor, terutama pengaruh kesehatan janin saat dalam kandungan.
Selain itu masalah gizi buruk saat bayi di dalam kandungan juga akan mempercepat terjadinya stunting, tambahnya.
Bukan itu saja, ujarnya, tetapi masalah sanitasi yang kurang baik bisa juga menimbulkan kelahiran anak kurang sehat.
Sehubungan dengan itu, ujar dia, masyarakat harus menjaga lingkungan karena lingkungan yang bersih maka kehidupan masyarakat akan menjadi sehat.
Oleh karena itu peran Nasyiatul Aisyiyah sangat dibutuhkan, karena organisasi itu dari kalangan wanita sehingga berperan penting dalam menjaga pertumbuhan anak agar selalu sehat, tambahnya.
Oleh sebab itu peran Nasyiatul Aisyiyah sangat diharapkan dalam membantu pemerintah untuk mengurangi stunting tersebut.
Pemerintah, lanjut dia, sekarang ini terus mengatasi masalah stunting agar di masa depan jumlahnya akan berkurang.
Bahkan bantuan dana desa yang dikucurkan untuk tahun ini akan diutamakan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk mengatasi kekerdilan, tambah dia.
Bantuan dana desa tersebut juga dapat dipergunakan untuk perbaikan sanitasi termasuk jamban di pelosok desa, ujar dia.
Semuanya itu dilakukan agar sumber daya manusia semakin berkualitas sehingga pembangunan akan semakin baik, ujarnya.
Menko PMK: Nasyiatul Aisyiyah berperan aktif atasi "stunting"
Minggu, 10 November 2019 16:56 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy. (ANTARA/Aditya Ramadhan)
Pewarta : Ujang Idrus
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PP Aisyiyah sebut Hari Ibu momentum refleksi kehidupan perempuan Indonesia
22 December 2024 20:00 WIB, 2024
Presiden buka Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah dihadiri ribuan peserta
19 November 2022 13:21 WIB, 2022
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
BPBD Muara Enim salurkan bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Rami Pasai
15 February 2026 11:35 WIB
Bapenda Sumsel pastikan tak ada kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026
13 February 2026 23:38 WIB
Pemprov Sumsel terapkan gentengisasi secara bertahap, target awal bangunan pemerintah
13 February 2026 23:36 WIB