Baturaja (ANTARA) - DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, meminta agar pemerintah kabupaten (pemkab) setempat melakukan terobosan baru dalam langkah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi II DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Parwanto di Baturaja, Selasa, mengatakan PAD Kabupaten OKU saat ini masih berkisar seratus miliaran lebih sehingga sebagian besar pendapatan daerah masih mengandalkan dari pemerintah pusat dan provinsi.

"Sementara lebih dari separuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) OKU, setiap tahunnya dikeluarkan untuk biaya rutin," katanya.

Dia menilai Pemkab OKU dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat belum maksimal menggenjot PAD, seperti dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

PAD dari sektor pajak bumi dan bangunan ini dinilai masih kecil yaitu pada 2018, hanya ditargetkan sekitar Rp2,6 miliar.

Padahal, kata dia, seharusnya pendapatan dari sektor pajak ini dapat ditargetkan pemerintah sebesar Rp20 miliar, bahkan bisa mencapai Rp30 miliar.

"Sudah empat tahun ini, kami dewan menegur pihak terkait agar dapat mengoptimalkan PAD," tegasnya.

Menurut dia, pemerintah daerah setempat seharusnya mempunyai produk unggulan dalam upaya mengoptimalkan pendapatan untuk mendorong peningkatan pembangunan di wilayah setempat.

"Apalagi di OKU ini tercatat sudah ada 110.000warga wajib pajak, namun belum ada evaluasi atau penghitungan ulang dari pihak terkait," ujarnya.

Pewarta : Edo Purmana
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024