Batan tingkatkan keunggulan varietas padi lokal
Kamis, 5 September 2019 7:55 WIB
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan (tengah) dan Bupati Mudi Rawas (kiri) memanen padi varietas kahayan di Desa G1 Mataram Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu (04/09/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Sumatera Selatan (ANTARA) - Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) berupaya intensif meningkatkan keunggulan varietas padi lokal dengan mendorong produktivitas hasil panen yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik.
"Kami berharap mitra kami di daerah dapat menghasilkan padi-padi dari varietas lokal, tapi dengan karakteristik dan kualitas yang lebih baik, misalkan panennya dulu panjang sekarang bisa kita perpendek," kata Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan kepada wartawan usai panen raya padi varietas kahayan ciptaan Batan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu.
Anhar menuturkan Batan mengembangkan varietas padi lokal dayang rindu di Kabupaten Musi Rawas dengan masa panen yang lebih pendek, yakni tiga bulan satu minggu dari yang sebelumnya enam bulan.
"Banyak varietas lokal yang bisa diperbaiki kualitasnya," ujarnya.
Demikian juga, kualitas varietas padi lokal rojolele dari Klaten, Jawa Tengah, juga ditingkatkan dengan produktivitas lebih tinggi, lebih tahan hama dan masa tanam hingga panen lebih pendek, yakni yang awalnya hampir lima bulan sekarang bisa diperpendek sekitar tiga bulan.
"Kami ingin membantu daerah yang ingin mengembangkan varietas lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal," ujar Anhar.
Selain itu, Batan juga ingin membuat suatu penelitian tentang pertanian terintegrasi tidak hanya dari sisi benih unggul, tapi juga kegiatan budi daya yang baik, seperti pemupukan, pengaturan pengairan dan pengelolaan lahan yang baik. Karena pola budi daya yang tidak tepat menyebabkan berkurangnya produktivitas pertanian.
"Benih bagus tapi budi daya tidak bagus tidak ada gunanya," ujarnya.
"Kami berharap mitra kami di daerah dapat menghasilkan padi-padi dari varietas lokal, tapi dengan karakteristik dan kualitas yang lebih baik, misalkan panennya dulu panjang sekarang bisa kita perpendek," kata Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan kepada wartawan usai panen raya padi varietas kahayan ciptaan Batan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Rabu.
Anhar menuturkan Batan mengembangkan varietas padi lokal dayang rindu di Kabupaten Musi Rawas dengan masa panen yang lebih pendek, yakni tiga bulan satu minggu dari yang sebelumnya enam bulan.
"Banyak varietas lokal yang bisa diperbaiki kualitasnya," ujarnya.
Demikian juga, kualitas varietas padi lokal rojolele dari Klaten, Jawa Tengah, juga ditingkatkan dengan produktivitas lebih tinggi, lebih tahan hama dan masa tanam hingga panen lebih pendek, yakni yang awalnya hampir lima bulan sekarang bisa diperpendek sekitar tiga bulan.
"Kami ingin membantu daerah yang ingin mengembangkan varietas lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal," ujar Anhar.
Selain itu, Batan juga ingin membuat suatu penelitian tentang pertanian terintegrasi tidak hanya dari sisi benih unggul, tapi juga kegiatan budi daya yang baik, seperti pemupukan, pengaturan pengairan dan pengelolaan lahan yang baik. Karena pola budi daya yang tidak tepat menyebabkan berkurangnya produktivitas pertanian.
"Benih bagus tapi budi daya tidak bagus tidak ada gunanya," ujarnya.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB