ACT-MRI distribusikan kelambu ke daerah endemik malaria
Minggu, 21 Juli 2019 22:37 WIB
Tim ACT-MRI NTB mendatangi warga Kecamatan Batulayar, untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan penyakit malaria sekaligus menyalurkan bantuan kelambu anti malaria, di Desa Meninting, Minggu (21/7). (ANTARA/Awaludin)
Mataram (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap - Masyarakat Relawan Indonesia (ACT-MRI) Wilayah Nusa Tenggara Barat menyalurkan kelambu livopen bantuan Unilever Indonesia untuk warga yang tinggal di daerah endemik malaria Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
"Semoga dengan bantuan kelambu tersebut bisa menekan angka warga yang terjangkit malaria," kata Koordinator Tim Relawan Medis MRI NTB, Halid, di Lombok Barat, Minggu.
Ia mengatakan wabah malaria yang menyerang beberapa dusun di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar menjadi perhatian khusus bagi tim pelayanan kesehatan ACT-MRI.
Penyaluran bantuan kelambu anti malaria dilakukan bersama pihak Puskesmas Meninting, dengan cara menyusuri Dusun Bonyok, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar.
"Daerah tersebut merupakan lokasi yang terdapat banyak pasien malaria," ujarnya.
Menurut pengakuan dari petugas puskesmas, kata dia, penanganan endemik malaria dihadapkan pada kendala masyarakat yang enggan menyelesaikan minum obat serta beberapa bantuan kelambu yg disalurkan kepada masyarakat tidak dipakai.
"Jadi butuh edukasi yang masif kepada daerah yg terdampak endemik ini. Jalur yang dilalui pun tidak mudah karena hanya bisa dilewati oleh motor dan kebanyakan jalan setapak," kata Halid.
Kepala Program ACT Cabang NTB, M Romi Saefudin menambahkan, bantuan kelambu anti malarian ini akan terus disalurkan ke daerah-daerah yang menjadi endemik wabah demam berdarah dengeu dan malaria di seluruh NTB.
"Kami akan terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas dan aparat desa untuk mendata daerah yang rentan terjadi endemik malaria," katanya.
"Semoga dengan bantuan kelambu tersebut bisa menekan angka warga yang terjangkit malaria," kata Koordinator Tim Relawan Medis MRI NTB, Halid, di Lombok Barat, Minggu.
Ia mengatakan wabah malaria yang menyerang beberapa dusun di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar menjadi perhatian khusus bagi tim pelayanan kesehatan ACT-MRI.
Penyaluran bantuan kelambu anti malaria dilakukan bersama pihak Puskesmas Meninting, dengan cara menyusuri Dusun Bonyok, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar.
"Daerah tersebut merupakan lokasi yang terdapat banyak pasien malaria," ujarnya.
Menurut pengakuan dari petugas puskesmas, kata dia, penanganan endemik malaria dihadapkan pada kendala masyarakat yang enggan menyelesaikan minum obat serta beberapa bantuan kelambu yg disalurkan kepada masyarakat tidak dipakai.
"Jadi butuh edukasi yang masif kepada daerah yg terdampak endemik ini. Jalur yang dilalui pun tidak mudah karena hanya bisa dilewati oleh motor dan kebanyakan jalan setapak," kata Halid.
Kepala Program ACT Cabang NTB, M Romi Saefudin menambahkan, bantuan kelambu anti malarian ini akan terus disalurkan ke daerah-daerah yang menjadi endemik wabah demam berdarah dengeu dan malaria di seluruh NTB.
"Kami akan terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas dan aparat desa untuk mendata daerah yang rentan terjadi endemik malaria," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Sumsel perkenalkan alat kesehatan canggih MRI 3 Tesla di RS Bhayangkara M. Hasan
13 June 2022 20:12 WIB, 2022
ACT dan puluhan komunitas di Sumsel himpun dana bantu korban bencana
03 February 2021 11:37 WIB, 2021
ACT Sumsel-MRI salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Palembang
15 November 2020 20:14 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB