Instagram ada fitur baru untuk lawan perundungan daring
Selasa, 9 Juli 2019 12:28 WIB
Instagram (Ist)
Jakarta (ANTARA) - Instagram mulai meluncurkan fitur baru untuk melawan perundungan daring (online) yang marak terjadi di media sosial tersebut.
Dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa, Instagram menyebut fitur baru itu dapat mencegah terjadinya perundungan serta mendukung korban untuk membela diri.
Fitur tersebut dirancang berdasarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang biasanya melakukan perundungan dan cara mereka merespons perilaku perundungan di Instagram.
"Fitur baru didukung oleh kecerdasan buatan untuk dapat mengirimkan notifikasi/peringatan kepada pengguna saat mereka akan memposting komentar yang sifatnya ofensif," demikian menurut keterangan resmi Instagram
Intervensi itu memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mempertimbangkan kembali dan mengurungkan komentar mereka sehingga mencegah penerima mendapatkan notifikasi komentar yang menyakitkan.
Baca juga: Instagram tes fitur baru video
Sejak uji coba awal, Instagram menemukan bahwa fitur tersebut mendorong sebagian orang mengurungkan komentar ofensif dan membagikan hal yang sifatnya lebih baik setelah mereka melakukan refleksi diri.
"Dalam waktu dekat, Instagram akan mulai melakukan uji coba fitur baru untuk melindungi akun dari interaksi yang
tidak diinginkan, yang bernama Pembatasan (Restrict)."
Saat pengguna memakai fitur "Restrict" untuk membatasi seseorang, maka komentar orang itu di setiap unggahan pengguna, hanya akan bisa dilihat oleh si pengirim.
Pengguna dapat memilih untuk memperlihatkan komentar orang yang dibatasi kepada orang lain dengan cara menyetujui komentar mereka. Orang yang dibatasi tidak dapat melihat apakah pengguna sedang aktif di Instagram atau telah membaca pesan mereka.
Selama beberapa tahun belakangan, Instagram telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi perundungan dan jenis konten berbahaya dalam komentar, foto, dan video.
Apliaksi berbagi foto dan video itu terus meningkatkan investasinya dalam hal teknologi. Investasi itu menjadi hal yang sangat penting bagi para remaja mengingat mereka cenderung enggan melaporkan kasus perundungan online, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling sering mengalaminya.
Baca juga: Kemkominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram
Baca juga: Instagram bakal luncurkan aplikasi e-commerce IG Shopping?
Dalam keterangan resmi yang diterima Antara, Selasa, Instagram menyebut fitur baru itu dapat mencegah terjadinya perundungan serta mendukung korban untuk membela diri.
Fitur tersebut dirancang berdasarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana orang biasanya melakukan perundungan dan cara mereka merespons perilaku perundungan di Instagram.
"Fitur baru didukung oleh kecerdasan buatan untuk dapat mengirimkan notifikasi/peringatan kepada pengguna saat mereka akan memposting komentar yang sifatnya ofensif," demikian menurut keterangan resmi Instagram
Intervensi itu memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mempertimbangkan kembali dan mengurungkan komentar mereka sehingga mencegah penerima mendapatkan notifikasi komentar yang menyakitkan.
Baca juga: Instagram tes fitur baru video
Sejak uji coba awal, Instagram menemukan bahwa fitur tersebut mendorong sebagian orang mengurungkan komentar ofensif dan membagikan hal yang sifatnya lebih baik setelah mereka melakukan refleksi diri.
"Dalam waktu dekat, Instagram akan mulai melakukan uji coba fitur baru untuk melindungi akun dari interaksi yang
tidak diinginkan, yang bernama Pembatasan (Restrict)."
Saat pengguna memakai fitur "Restrict" untuk membatasi seseorang, maka komentar orang itu di setiap unggahan pengguna, hanya akan bisa dilihat oleh si pengirim.
Pengguna dapat memilih untuk memperlihatkan komentar orang yang dibatasi kepada orang lain dengan cara menyetujui komentar mereka. Orang yang dibatasi tidak dapat melihat apakah pengguna sedang aktif di Instagram atau telah membaca pesan mereka.
Selama beberapa tahun belakangan, Instagram telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi perundungan dan jenis konten berbahaya dalam komentar, foto, dan video.
Apliaksi berbagi foto dan video itu terus meningkatkan investasinya dalam hal teknologi. Investasi itu menjadi hal yang sangat penting bagi para remaja mengingat mereka cenderung enggan melaporkan kasus perundungan online, meskipun mereka adalah orang-orang yang paling sering mengalaminya.
Baca juga: Kemkominfo blokir akun palsu mengatasnamakan TNI di Instagram
Baca juga: Instagram bakal luncurkan aplikasi e-commerce IG Shopping?
Pewarta : Yogi Rachman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BEM Unsri siapkan saluran pengaduan untuk korban perundungan dari himpunan mahasiswa
23 September 2025 19:13 WIB
TNI bantah perwiranya jadi beking tersangka perundungan Ivan Sugianto
16 November 2024 13:31 WIB, 2024
DPR minta Kemendikbud sanksi sekolah lakukan pembiaran perundungan
25 September 2024 11:20 WIB, 2024
Dua siswi ribut di medsos, berujung perundungan satu lawan delapan
21 September 2024 16:30 WIB, 2024