10 startup teratas Indonesia: Zenius di education tehchology
Minggu, 23 Juni 2019 16:17 WIB
Presiden Zenius Education Wisnu Subekti, Kepala bidang inovasi Zenius Education Rizky Andriawan dan Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendes PDTT Priyono saat meluncurkan kerja sama untuk mengembangkan pendidikan di daerah tertinggal, Jakarta, Selasa (14/5/2019). (Antara/Aubrey Fanani)
Jakarta (ANTARA) - Pertumbuhan perusahaan rintisan di Indonesia tidak selalu diramaikan oleh platform jual-beli, Zenius bermain dalam bidang teknologi pendidikan (education tehchology) atau lebih populer disebut edutech.
Zenius menyediakan kanal belajar dalam jaringan (online) untuk siswa sekolah dasar hingga menengah atas. Layaknya les mata pelajaran, siswa harus menjadi anggota berbayar agar dapat mengakses materi pelajaran dari Zenius.
Zenius menawarkan keanggotan mulai harga Rp165.000 untuk keanggotaan selama sebulan hingga Rp440.000 untuk keanggotaan setahun. Anggota Zenius akan mendapatkan akses ke soal latihan dalam format PDF hingga video berisi materi pelajaran.
Situs Startup Ranking menempatkan Zenius pada 22 Juni 2019 pada posisi kelima perusahaan rintisan asal Indonesia. Zenius berdiri sejak 2007 di bawah PT Zenius Education.
Pada Mei 2019, Zenius bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membantu pendidikan di daerah tertinggal. Zenius memasang teknologi online to offline (O2O) sehingga anak-anak tetap dapat mengakses materi pelajaran tambahan di platform Zenius meki tidak memiliki sambungan Internet.
Proyek perdana Zenius dengan Kemendes PDTT berlangsung di 15 sekolah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sekolah akan mendapatkan server agar dapat mengakses materi pelajaran dari Zenius.
Zenius menyediakan kanal belajar dalam jaringan (online) untuk siswa sekolah dasar hingga menengah atas. Layaknya les mata pelajaran, siswa harus menjadi anggota berbayar agar dapat mengakses materi pelajaran dari Zenius.
Zenius menawarkan keanggotan mulai harga Rp165.000 untuk keanggotaan selama sebulan hingga Rp440.000 untuk keanggotaan setahun. Anggota Zenius akan mendapatkan akses ke soal latihan dalam format PDF hingga video berisi materi pelajaran.
Situs Startup Ranking menempatkan Zenius pada 22 Juni 2019 pada posisi kelima perusahaan rintisan asal Indonesia. Zenius berdiri sejak 2007 di bawah PT Zenius Education.
Pada Mei 2019, Zenius bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membantu pendidikan di daerah tertinggal. Zenius memasang teknologi online to offline (O2O) sehingga anak-anak tetap dapat mengakses materi pelajaran tambahan di platform Zenius meki tidak memiliki sambungan Internet.
Proyek perdana Zenius dengan Kemendes PDTT berlangsung di 15 sekolah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Sekolah akan mendapatkan server agar dapat mengakses materi pelajaran dari Zenius.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zenius, layanan belajar daring secara gratis bisa diakses pakai aplikasi Gojek
06 April 2020 16:16 WIB, 2020
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB