Peringati 50 tahun, BIG gelar Geospatial Run 2019
Kamis, 25 April 2019 12:07 WIB
Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin, dalam jumpa pers tentang "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" di Jakarta, Kamis (25/4/2019). (ANTARA/M Razi Rahman)
Jakarta (ANTARA) - Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam rangka memperingati 50 tahun usia lembaga tersebut, menggelar acara "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run" 2019, yang juga bertujuan memperkenalkan keelokan pariwisata di berbagai lokasi Yogyakarta.
"Alhamdulillah Sri Sultan sudah memberikan restunya (untuk acara The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019)," kata Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Penyelenggaraan tersebut berlokasi di daerah Gumuk Pasir dan tepi pantai Parangtritis, Yogyakarta, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2019.
Menurut dia, alasan diselenggarakannya Geospatial Run 2019 adalah karena olahraga lari dinilai merupakan induk dari olahraga yang kini telah bertransformasi menjadi tidak hanya untuk kebugaran, tetapi juga sebagai wadah untuk bersosialisasi dan pengalaman yang menyenangkan.
Kepala BIG juga mengajak beragam kalangan masyarakat untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat.
"Sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pemetaan seluruh wilayah Indonesia, maka ajang lomba lari ini menjadi wadah kami untuk memperkenalkan BIG ke masyarakat," paparnya.
Ia berpendapat hal itu penting dilakukan karena dinilai masih banyak warga yang belum terlalu mengenal kiprah BIG yang sudan berusia separuh abad pada tahun ini.
Sebagaimana dinyatakan, ajang "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" sudah mendapatkan dukungan dan restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingat Gumuk Pasir itu merupakan tanah milik Keraton Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro (yang mewakili pihak Keraton Yogyakarta) menyambut baik penyelenggaraan ajang lomba lari di Gumuk Pasir yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.
Diharapkan juga dengan penyelenggaraan "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" ini juga akan membuka potensi sosial ekonomi di bidang industri dan kepariwisataan.
Untuk informasi, lomba lari ini menghadirkan lintasan dengan rute 80 persen merupakan jakan aspal/semen yang melewati jalan raya dan jalan desa di sekitar Parangtritis, serta pantai, gumuk pasir, dan lorong cemara.
"Rutenya sangat menantang.. ada pantai, ada gurun pasir, jadi menarik," papar Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin.
Pendaftaran terhadap penyelenggaraan "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" dapat dilakukan secara daring di laman http://sanddunesrun.id. Ditargetkan acara ini akan dihadiri hingga 5.000 peserta.
"Alhamdulillah Sri Sultan sudah memberikan restunya (untuk acara The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019)," kata Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Penyelenggaraan tersebut berlokasi di daerah Gumuk Pasir dan tepi pantai Parangtritis, Yogyakarta, yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2019.
Menurut dia, alasan diselenggarakannya Geospatial Run 2019 adalah karena olahraga lari dinilai merupakan induk dari olahraga yang kini telah bertransformasi menjadi tidak hanya untuk kebugaran, tetapi juga sebagai wadah untuk bersosialisasi dan pengalaman yang menyenangkan.
Kepala BIG juga mengajak beragam kalangan masyarakat untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat.
"Sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pemetaan seluruh wilayah Indonesia, maka ajang lomba lari ini menjadi wadah kami untuk memperkenalkan BIG ke masyarakat," paparnya.
Ia berpendapat hal itu penting dilakukan karena dinilai masih banyak warga yang belum terlalu mengenal kiprah BIG yang sudan berusia separuh abad pada tahun ini.
Sebagaimana dinyatakan, ajang "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" sudah mendapatkan dukungan dan restu dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengingat Gumuk Pasir itu merupakan tanah milik Keraton Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro (yang mewakili pihak Keraton Yogyakarta) menyambut baik penyelenggaraan ajang lomba lari di Gumuk Pasir yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.
Diharapkan juga dengan penyelenggaraan "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" ini juga akan membuka potensi sosial ekonomi di bidang industri dan kepariwisataan.
Untuk informasi, lomba lari ini menghadirkan lintasan dengan rute 80 persen merupakan jakan aspal/semen yang melewati jalan raya dan jalan desa di sekitar Parangtritis, serta pantai, gumuk pasir, dan lorong cemara.
"Rutenya sangat menantang.. ada pantai, ada gurun pasir, jadi menarik," papar Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin.
Pendaftaran terhadap penyelenggaraan "The Royal Jogja Sand Dunes Geospatial Run 2019" dapat dilakukan secara daring di laman http://sanddunesrun.id. Ditargetkan acara ini akan dihadiri hingga 5.000 peserta.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DNA Bima Perkasa bakal uji coba melawan Evos dan Rans jelang IBL 2022
04 January 2022 13:46 WIB, 2022
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Pengunjung destinasi wisata Al Quran Akbar Palembang meningkat selama momentum Isra Mi'raj
19 January 2026 6:35 WIB