Bukit Asam optimistis capai target produksi dan penjualan
Minggu, 30 Desember 2018 16:00 WIB
Arsip- Alat-alat berat dioperasikan di pertambangan Bukit Asam yang merupakan salah satu area tambang terbuka (open-pit mining) batu bara terbesar PT Bukit Asam Tbk. di Tanjung Enim, Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis akan mencapai target produksi dan penjualan yang telah ditentukan untuk tahun 2018.
Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Tbk, Suherman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa pada 2018 perseroan menargetkan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton dan penjualan batubara sebesar 25,88 juta ton dengan komposisi 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 12,15 juta ton untuk ekspor.
"Ke depan, perseroan bertujuan untuk dapat melakukan pengembangan usaha melalui pemanfaatan batubara melalui gasifikasi," paparnya.
Hal itu, lanjut dia, telah dimulai dengan penandatangan Head of Agreement mengenai gasifikasi dengan Pertamina, Pupuk Indonesia, serta Chandra Asri Petrochemical di mana batubara akan diubah menjadi urea, DME dan polypropelene.
"Nantinya gasifikasi batubara coal to UDP ini akan dilakukan di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan," katanya.
Selain itu, ia menambahkan perseroan juga telah menandatangani MoU dengan Pertamina dan Air Products pada awal November 2018 terkait rencana gasifikasi batubara yang akan dilakukan di Peranap, Riau.
Untuk mendorong peningkatan penjualan batubara, Perseroan melakukan pengembangan pada jalur angkutan batubara dengan kapasitas angkut 60 juta ton per tahun pada 2023 dengan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Sementara itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk memutuskan untuk mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi.
Selain itu juga mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan Muhammad Said Didu.
Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Tbk, Suherman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa pada 2018 perseroan menargetkan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton dan penjualan batubara sebesar 25,88 juta ton dengan komposisi 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 12,15 juta ton untuk ekspor.
"Ke depan, perseroan bertujuan untuk dapat melakukan pengembangan usaha melalui pemanfaatan batubara melalui gasifikasi," paparnya.
Hal itu, lanjut dia, telah dimulai dengan penandatangan Head of Agreement mengenai gasifikasi dengan Pertamina, Pupuk Indonesia, serta Chandra Asri Petrochemical di mana batubara akan diubah menjadi urea, DME dan polypropelene.
"Nantinya gasifikasi batubara coal to UDP ini akan dilakukan di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan," katanya.
Selain itu, ia menambahkan perseroan juga telah menandatangani MoU dengan Pertamina dan Air Products pada awal November 2018 terkait rencana gasifikasi batubara yang akan dilakukan di Peranap, Riau.
Untuk mendorong peningkatan penjualan batubara, Perseroan melakukan pengembangan pada jalur angkutan batubara dengan kapasitas angkut 60 juta ton per tahun pada 2023 dengan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Sementara itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bukit Asam Tbk memutuskan untuk mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi.
Selain itu juga mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan Muhammad Said Didu.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
PTBA dukung hilirisasi ketahanan energi melalui "Artificial Graphite"
22 January 2025 6:47 WIB, 2025
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
KAI Palembang catat 29.253 tiket Lebaran 2026 terjual, 50 persen dari kapasitas
10 February 2026 19:44 WIB