MUI minta tunda vaksin MR
Senin, 6 Agustus 2018 13:29 WIB
Ketua MUI Provinsi Sumsel, Aflatun Muchtar (kiri) saat menunjukkan surat penundaan vaksin MR yang ditujukan pada Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten Kota di Sumsel, Senin (6/8/18) (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Majelis Ulama Indonesia Sumsel meminta kepada dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menunda pelaksanaan vaksin Measles Rubella lantaran belum jelas kehalalan kandungan vaksin tersebut.
"Kami meminta kepada dinas kesehatan provinsi sumsel yang nantinya bisa dihimbau ke dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menunda pelaksanaan vaksin MR," Ketua MUI Provinsi Sumsel, Aflatun Muchtar, Senin.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat muslim untuk menunda melakukan vaksin Measles Rubella (MR) bagi anak-anak hingga ada kejelasan kehalalan dari vaksin yang diproduksi Serum Institut of India (SII) tersebut.
Dia mengatakan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat muslim dalam mengecek kehalalan makanan termasuk vaksin yang disuntikkan ke tubuh.
Apalagi masyarakat sumsel 90 persen dominasi masyarakat muslim.
"Hingga vaksin ini diberikan logo halal dari MUI baru dihimbau untuk melakukan vaksin," katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris MUI Sumsel, Mahmud Jamhur mengatakan, dari sejak dilakukan vaksin MR 1 Agustus belum ada laporan ataupun aduan dari masyarakat terkait vaksin MR di Sumsel.
Namun, justru mereka menerima setidaknya sekitar lima orang masyarakat Sumsel yang bertanya langsung kepada dirinya terkait kehalalan vaksin MR tersebut.
“Alhamdulilllah, meskipun belum ada laporan kepada kami tapi adanya masyarakat yang bertanya langsung, ini membuktikan bahwa masyarakat sadar akan kehalalan vaksin sudah ada,” pungkasnya.
"Kami meminta kepada dinas kesehatan provinsi sumsel yang nantinya bisa dihimbau ke dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menunda pelaksanaan vaksin MR," Ketua MUI Provinsi Sumsel, Aflatun Muchtar, Senin.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat muslim untuk menunda melakukan vaksin Measles Rubella (MR) bagi anak-anak hingga ada kejelasan kehalalan dari vaksin yang diproduksi Serum Institut of India (SII) tersebut.
Dia mengatakan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat muslim dalam mengecek kehalalan makanan termasuk vaksin yang disuntikkan ke tubuh.
Apalagi masyarakat sumsel 90 persen dominasi masyarakat muslim.
"Hingga vaksin ini diberikan logo halal dari MUI baru dihimbau untuk melakukan vaksin," katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris MUI Sumsel, Mahmud Jamhur mengatakan, dari sejak dilakukan vaksin MR 1 Agustus belum ada laporan ataupun aduan dari masyarakat terkait vaksin MR di Sumsel.
Namun, justru mereka menerima setidaknya sekitar lima orang masyarakat Sumsel yang bertanya langsung kepada dirinya terkait kehalalan vaksin MR tersebut.
“Alhamdulilllah, meskipun belum ada laporan kepada kami tapi adanya masyarakat yang bertanya langsung, ini membuktikan bahwa masyarakat sadar akan kehalalan vaksin sudah ada,” pungkasnya.
Pewarta : Kiki Wulandari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Gelar Youth Today, AIESEC gaet 800 lebih pendaftar di Universitas Sriwijaya
21 September 2026 13:16 WIB
Polres OI bantu warga, beri layanan berobat gratis antisipasi dampak kabut asap
08 September 2026 18:56 WIB