Omset terus menurun, toko banyak tutup
Selasa, 24 Juli 2018 13:36 WIB
Pertokoan di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Selasa (24/7). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Omset usaha toko di Jalan Jenderal Sudirman terus menurun sejak diberlakukan larangan parkir menjelang Asian Games 18 Agustus mendatang, bahkan sebagian pemilk toko memilih menutup toko karena sepinya pembeli.
"Pengaruh larangan parkir ini sangat besar bagi toko, pertama masalah dropping barang, akses naik turun kami lewat pintu depan, tidak ada akses lain, lalu pembeli tidak mau lagi ke toko karena takut digembok roda mobilnya oleh petugas dinas perhubungan, jadi sekarang jumlah pembeli sudah berkurang, ya wajar kalau toko banyak tutup," kata seorang pemilik toko buku di Jalan Jenderal Sudirman Saudi, Selasa.
Menurutnya aturan larangan parkir oleh dishub kota palembang tidak dicermati dengan baik dan tanpa pendalaman sosialisasi terlebih dahulu, karena tidak semua pemilik toko menerima surat pemberitahuan serta alternatif parkir terlalu jauh.
Omset toko buku milik Saudi turun 30 persen sejak satu minggu pelarangan parkir, padahal bulan juli termasuk waktu paling ramai pembelian buku dan alat sekolah lainnya, ia sendiri memprediksi omset akan terus turun seiring masa larangan parkir hingga Asian Games berakhir.
Dia menjelaskan usaha toko baju, peralatan sekolah, buku dan suku cadang kendaraan yang paling terdampak dan penurunan omset tajam serta memicu aksi tutup toko beberapa terakhir.
"Sekarang kami wait and see saja dulu, karena koordinasi toko-toko disini belum ada, langkah kawan-kawan sesama pedagang selanjutnya juga belum tahu. Kalau saya inginnya pemerintah lihat langsung kerugian kami akibat larangan parkir ini, supaya bisa dicarikan solusi, jika tidak maka bisa saja Jalan Jenderal Sudirman ini jadi kota mati karena nilai ekonomi lokasinya turun," tegas Saudi.
Baca juga: 25 mobil di gembok roda, 3 dikandangkan
Sementara pemilik toko suku cadang kendaraan Agus mengaku omsetnya turun hingga 70 persen, ia bingung karena aturan yang terkesan mendadak dari pemerintah tersebut.
"Kalau pelanggan biasanya 30 pembeli dalam sehari, semenjak larangan parkir ini otomatis pelanggan yang datang sedikit sekali karena takut parkir dan akhirnya tidak jadi belanja, karena mereka berpikirnya belanja Rp50.000 - Rp100.000 tapi terdenda gembok parkir sampai Rp200.000," jelas Agus.
Kendati lokasi parkir alternatif tersedia, namun menurutnya hal itu masih jauh dan memberatkan pembeli. Ia meminta larangan parkir cukup sampai penyelenggaraan Asian Games usai, tidak perlu dipermanenkan sebab akan sangat merugikan usaha di wilayah tersebut.
Baca juga: Dishub tertibkan parkir mulai Bandara hingga jakabaring
"Pengaruh larangan parkir ini sangat besar bagi toko, pertama masalah dropping barang, akses naik turun kami lewat pintu depan, tidak ada akses lain, lalu pembeli tidak mau lagi ke toko karena takut digembok roda mobilnya oleh petugas dinas perhubungan, jadi sekarang jumlah pembeli sudah berkurang, ya wajar kalau toko banyak tutup," kata seorang pemilik toko buku di Jalan Jenderal Sudirman Saudi, Selasa.
Menurutnya aturan larangan parkir oleh dishub kota palembang tidak dicermati dengan baik dan tanpa pendalaman sosialisasi terlebih dahulu, karena tidak semua pemilik toko menerima surat pemberitahuan serta alternatif parkir terlalu jauh.
Omset toko buku milik Saudi turun 30 persen sejak satu minggu pelarangan parkir, padahal bulan juli termasuk waktu paling ramai pembelian buku dan alat sekolah lainnya, ia sendiri memprediksi omset akan terus turun seiring masa larangan parkir hingga Asian Games berakhir.
Dia menjelaskan usaha toko baju, peralatan sekolah, buku dan suku cadang kendaraan yang paling terdampak dan penurunan omset tajam serta memicu aksi tutup toko beberapa terakhir.
"Sekarang kami wait and see saja dulu, karena koordinasi toko-toko disini belum ada, langkah kawan-kawan sesama pedagang selanjutnya juga belum tahu. Kalau saya inginnya pemerintah lihat langsung kerugian kami akibat larangan parkir ini, supaya bisa dicarikan solusi, jika tidak maka bisa saja Jalan Jenderal Sudirman ini jadi kota mati karena nilai ekonomi lokasinya turun," tegas Saudi.
Baca juga: 25 mobil di gembok roda, 3 dikandangkan
Sementara pemilik toko suku cadang kendaraan Agus mengaku omsetnya turun hingga 70 persen, ia bingung karena aturan yang terkesan mendadak dari pemerintah tersebut.
"Kalau pelanggan biasanya 30 pembeli dalam sehari, semenjak larangan parkir ini otomatis pelanggan yang datang sedikit sekali karena takut parkir dan akhirnya tidak jadi belanja, karena mereka berpikirnya belanja Rp50.000 - Rp100.000 tapi terdenda gembok parkir sampai Rp200.000," jelas Agus.
Kendati lokasi parkir alternatif tersedia, namun menurutnya hal itu masih jauh dan memberatkan pembeli. Ia meminta larangan parkir cukup sampai penyelenggaraan Asian Games usai, tidak perlu dipermanenkan sebab akan sangat merugikan usaha di wilayah tersebut.
Baca juga: Dishub tertibkan parkir mulai Bandara hingga jakabaring
Pewarta : Aziz MunajarĀ
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BRI dukung digitalisasi pembayaran parkir di Bandara SMB II Palembang gandeng Primkopau Antariksa
15 August 2025 21:36 WIB
Satgas Pungli ringkus juru parkir Bandung Zoo patok tarif Rp150 Ribu
31 December 2024 16:46 WIB, 2024
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB