DKP: 137 kapal trawl masi beroperasi di Mukomuko
Senin, 9 Juli 2018 17:53 WIB
Nelayan membersihkan jaring. (ANTARA FOTO)
Mukomuko (ANTARA News Sumsel) - Sebanyak 137 kapal pengguna alat tangkap atau trawl dari Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga kini masih beroperasi di perairan laut di wilayah itu.
"Hingga kini kapal tersebut beroperasi di perairan laut daerah ini. Belum ada penggantian trawl dengan alat tangkap ramah lingkungan di wilayah tersebut," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat di Mukomuko, Senin.
Dia mengatakan instansinya sudah sering meminta proposal usulan bantuan alat tangkap pengganti trawl dari nelayan setempat, namun hanya sebagian kecil nelayan yang mengusulkan alat tangkap pengganti trawl.
Ia menyatakan baru sebanyak 34 dari 137 orang nelayan pemilik kapal pengguna trawl di wilayah itu yang mengajukan proposal usulan bantuan alat tangkap penganti trawl kepada instansi itu.
Masih ada sebanyak 103 orang nelayan di Kecamatan Teramang Jaya yang menangkap ikan menggunakan trawl belum menyampaikan proposal usulan bantuan alat tangkap pengganti trawl.
"Kami masih menunggu itikad baik nelayan untuk mengganti alat tangkapnya dengan yang ramah lingkungan," ujarnya.
Saat ini instansinya terus berupaya untuk membina nelayan agar mereka bersedia menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
Terkait dengan penertiban kapal pengguna trawl di daerah itu, ia menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polisi Air dan Udara (Polairut) dan TNI AL di daerah itu.
Kendati demikian, instansinya berusaha melakukan pendekatan persuasif dalam menertibkan kapal pengguna alat tangkap trawl di daerah itu.
"Hingga kini kapal tersebut beroperasi di perairan laut daerah ini. Belum ada penggantian trawl dengan alat tangkap ramah lingkungan di wilayah tersebut," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko Rahmad Hidayat di Mukomuko, Senin.
Dia mengatakan instansinya sudah sering meminta proposal usulan bantuan alat tangkap pengganti trawl dari nelayan setempat, namun hanya sebagian kecil nelayan yang mengusulkan alat tangkap pengganti trawl.
Ia menyatakan baru sebanyak 34 dari 137 orang nelayan pemilik kapal pengguna trawl di wilayah itu yang mengajukan proposal usulan bantuan alat tangkap penganti trawl kepada instansi itu.
Masih ada sebanyak 103 orang nelayan di Kecamatan Teramang Jaya yang menangkap ikan menggunakan trawl belum menyampaikan proposal usulan bantuan alat tangkap pengganti trawl.
"Kami masih menunggu itikad baik nelayan untuk mengganti alat tangkapnya dengan yang ramah lingkungan," ujarnya.
Saat ini instansinya terus berupaya untuk membina nelayan agar mereka bersedia menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
Terkait dengan penertiban kapal pengguna trawl di daerah itu, ia menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polisi Air dan Udara (Polairut) dan TNI AL di daerah itu.
Kendati demikian, instansinya berusaha melakukan pendekatan persuasif dalam menertibkan kapal pengguna alat tangkap trawl di daerah itu.
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Tulungagung turunkan alat berat untuk buka akses jalan yang tertutup longsor di Sendang
04 April 2026 21:07 WIB
Anak bukan alat pelampiasan emosi, psikolog ingatkan pentingnya 'support system' bagi orang tua
23 February 2026 19:32 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB