BPOM Sumsel temukan cincau mengandung formalin
Kamis, 7 Juni 2018 21:08 WIB
Cincau. (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin M)
Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan Sumatera Selatan menemukan cincau mengandung formalin yang dijual pedagang di Pasar Bedug Taman Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu.
"Setelah dilakukan tes uji kandungan pada cincau tersebut dinyatakan positif mengandung formalin," kata salah seorang petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumsel Defitaroza di Baturaja, Kamis.
Dia mengatakan razia makanan di kawasan Pasar Bedug Baturaja tersebut dilakukan guna memastikan berbagai macam menu berbuka puasa yang dijual pedagang aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain cincau, pihaknya juga melakukan uji sampel 15 jenis makanan lainnya yang berpotensi mengandung bahan pengawet, antara lain rujak mi, kue lapis, bolu kukus, sagu mutiara, dan sambal tahu.
Dari 15 sampel makanan yang diperiksa tersebut, hanya cincau hitam positif mengandung formalin yang disita dari seorang pedagang es di Pasar Bedug Baturaja.
"Kami tegaskan kepada pedagang tersebut agar tidak lagi menjualnya ke masyarakat karena kandungan zat pada cincau itu sangat berbahaya untuk kesehatan," kata dia.
Ia mengatakan jenis makanan berupa tahu dan rujak mi yang biasa mengandung zat bahaya saat dilakukan uji sampel, justru dalam kondisi aman.
"Mi-nya bukan yang kiloan tapi mi kemasan. Jadi aman untuk dikonsumsi," ujar dia.
"Setelah dilakukan tes uji kandungan pada cincau tersebut dinyatakan positif mengandung formalin," kata salah seorang petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumsel Defitaroza di Baturaja, Kamis.
Dia mengatakan razia makanan di kawasan Pasar Bedug Baturaja tersebut dilakukan guna memastikan berbagai macam menu berbuka puasa yang dijual pedagang aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Selain cincau, pihaknya juga melakukan uji sampel 15 jenis makanan lainnya yang berpotensi mengandung bahan pengawet, antara lain rujak mi, kue lapis, bolu kukus, sagu mutiara, dan sambal tahu.
Dari 15 sampel makanan yang diperiksa tersebut, hanya cincau hitam positif mengandung formalin yang disita dari seorang pedagang es di Pasar Bedug Baturaja.
"Kami tegaskan kepada pedagang tersebut agar tidak lagi menjualnya ke masyarakat karena kandungan zat pada cincau itu sangat berbahaya untuk kesehatan," kata dia.
Ia mengatakan jenis makanan berupa tahu dan rujak mi yang biasa mengandung zat bahaya saat dilakukan uji sampel, justru dalam kondisi aman.
"Mi-nya bukan yang kiloan tapi mi kemasan. Jadi aman untuk dikonsumsi," ujar dia.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Askolani instruksikan razia makanan berbahaya di seluruh pasar Banyuasin
22 February 2026 16:23 WIB
Pengecekan BPOM temukan makanan mengandung zat berbahaya di pasar Baturaja
30 March 2023 21:18 WIB, 2023
Pemkot Palembang imbau warga manfaatkan Pojok BPOM cegah pangan tak sehat
28 February 2023 21:25 WIB, 2023
Pemkot-BBPOM Palembang tutup celah peredaran makanan mengandung formalin
05 August 2022 21:59 WIB, 2022
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Daftar wilayah banjir Jakarta Minggu ini: Pela Mampang jadi titik terdalam hingga 150 cm
08 March 2026 8:13 WIB
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB