Kerajinan kayu Palembang diekspor ke Jepang
Sabtu, 5 Mei 2018 10:55 WIB
Arsip- Pengrajin mempernis ukiran lemari khas Palembang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Berbagai macam produk kerajinan dari kayu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, selain dipasarkan di Indonesia juga diekspor ke Jepang.
"Kerajinan kayu ini menggunakan berbagai macam kayu seperti kayu jati, seminai, dan sonokeling," kata karyawan CV Natural, Sundari di Palembang, Jumat.
Menurut dia, hasil kerajinan kayu tersebut dipasarkan di Palembang, Jakarta, Bali, dan juga diekspor ke Jepang.
Bahan baku kayu mudah diperoleh karena banyak terdapat di Sumatera Selatan, katanya.
Ia menyatakan, produk kerajinan memanfaatkan kayu berukuran pendek. Krajinan kayu itu berupa keset kaki, taplak meja, karpet, tatakan gelas, peyekat ruangan, dan sejadah.
Harganya tergantung jenis kayu yang digunakan, seperti kayu jati lebih mahal dibandingkan kayu lainnya, ujarnya.
Produk tatakan gelas tidak membutuhkan banyak kayu sehingga harganya relatif murah dan juga tergantung jenis kayu yang digunakan.
Tatakan gelas dijual dengan harga paling murah Rp15 ribu untuk empat buah, sedangkan yang menggunakan kayu jati mencapai Rp30 ribu untuk empat buah.
Kemudian taplak meja dari kayu jati Rp150 ribu ukuran besar, sedangkan yang kecil Rp90 ribu per lembar, katanya.
"Kerajinan kayu ini menggunakan berbagai macam kayu seperti kayu jati, seminai, dan sonokeling," kata karyawan CV Natural, Sundari di Palembang, Jumat.
Menurut dia, hasil kerajinan kayu tersebut dipasarkan di Palembang, Jakarta, Bali, dan juga diekspor ke Jepang.
Bahan baku kayu mudah diperoleh karena banyak terdapat di Sumatera Selatan, katanya.
Ia menyatakan, produk kerajinan memanfaatkan kayu berukuran pendek. Krajinan kayu itu berupa keset kaki, taplak meja, karpet, tatakan gelas, peyekat ruangan, dan sejadah.
Harganya tergantung jenis kayu yang digunakan, seperti kayu jati lebih mahal dibandingkan kayu lainnya, ujarnya.
Produk tatakan gelas tidak membutuhkan banyak kayu sehingga harganya relatif murah dan juga tergantung jenis kayu yang digunakan.
Tatakan gelas dijual dengan harga paling murah Rp15 ribu untuk empat buah, sedangkan yang menggunakan kayu jati mencapai Rp30 ribu untuk empat buah.
Kemudian taplak meja dari kayu jati Rp150 ribu ukuran besar, sedangkan yang kecil Rp90 ribu per lembar, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda Banyuasin kerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta
19 July 2024 6:52 WIB, 2024
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB