Nilai ekspor Sumsel meningkat 1,19 persen
Sabtu, 3 Maret 2018 11:18 WIB
Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah saat menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sumsel (ANTARA News Sumsel/Susilawati/Ang/18)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Nilai ekspor Sumatera Selatan pada Januari 2018 mengalami peningkatan sebesar 1,19 persen dibandingkan dengan Desember 2017.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Yos Rusdiansyah di Palembang, Sabtu mengatakan, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada Januari tahun 2017 ekspor Sumsel mengalami peningkatan 30,88 persen.
Kenaikan nilai ekspor Sumsel pada Januari 2018 dibanding Desember 2017 sebesar 1,19 persen itu disebabkan oleh naiknya nilai ekspor migas sebesar 9,34 persen yaitu dari 22,74 juta dolar Amerika Serikat menjadi 24,86 juta dolar AS dan nilai ekspor nonmigas 0,57 persen dari 300,33 juta dolar AS menjadi 302,05 juta dolar AS.
Nilai ekspor Sumsel pada Januari 2018 sebesar 326,91juta dolar Amerika Serikat terdiri atas ekspor migas 24,86 juta dolar Amerika Serikat dan 302,05 juta dolar Amerika Serikat merupakan hasil ekspor komoditas nonmigas.
Meningkatnya ekspor nonmigas pada Januari 2018 dibandingkan Desember 2017 disumbang oleh komoditas utama ekspor nonmigas yaitu produksi bubur kertas (paper and pulp), batu bara dan amonia anhidrat. Sedangkan komoditas utama lainnya seperti karet, minyak kelapa sawit dan fraksinya kayu/produk kayu, kelapa dan pupuk urea mengalami penurunan nilai ekspor.
Nilai ekspor nonmigas Sumsel pada periode Januari 2018 masih didominasi oleh komoditas karet yang mencapai nilai sebesar 129,54 juta dolar Amerika Serikat diikuti bubur kayu sebesar 70,45 juta dolar AS dan batu bara sebesar 68,47 juta dolar Amerika Serikat.
Begitu juga ekspor Sumsel pada Januari 2018 mengalami peningkatan dibandingkan Desember 2017. Peningkatan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Jerman meskipun ekspor ke Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat dan Belanda mengalami penurunan, ujarnya.
Ia menuturkan, Tiongkok, India dan Malaysia menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada Januari 2018 masing-masing mencapai 89,22 juta dolar AS, 40,60 juta dolar AS dan 37,82 juta dolar AS, dengan peranan ketiganya mencapai 51,28 persen dari total ekspor periode Januari 2018.
Ekspor ke Uni Eropa pada Januari 2018 mencapai 27,38 juta dolar AS. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017 ekspor ke Uni Eropa mengalami penurunan 8,75 juta dolar AS. Akan tetapi, ekspor ke ASEAN mencapai 67,55 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 4,41 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2017, katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan Yos Rusdiansyah di Palembang, Sabtu mengatakan, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada Januari tahun 2017 ekspor Sumsel mengalami peningkatan 30,88 persen.
Kenaikan nilai ekspor Sumsel pada Januari 2018 dibanding Desember 2017 sebesar 1,19 persen itu disebabkan oleh naiknya nilai ekspor migas sebesar 9,34 persen yaitu dari 22,74 juta dolar Amerika Serikat menjadi 24,86 juta dolar AS dan nilai ekspor nonmigas 0,57 persen dari 300,33 juta dolar AS menjadi 302,05 juta dolar AS.
Nilai ekspor Sumsel pada Januari 2018 sebesar 326,91juta dolar Amerika Serikat terdiri atas ekspor migas 24,86 juta dolar Amerika Serikat dan 302,05 juta dolar Amerika Serikat merupakan hasil ekspor komoditas nonmigas.
Meningkatnya ekspor nonmigas pada Januari 2018 dibandingkan Desember 2017 disumbang oleh komoditas utama ekspor nonmigas yaitu produksi bubur kertas (paper and pulp), batu bara dan amonia anhidrat. Sedangkan komoditas utama lainnya seperti karet, minyak kelapa sawit dan fraksinya kayu/produk kayu, kelapa dan pupuk urea mengalami penurunan nilai ekspor.
Nilai ekspor nonmigas Sumsel pada periode Januari 2018 masih didominasi oleh komoditas karet yang mencapai nilai sebesar 129,54 juta dolar Amerika Serikat diikuti bubur kayu sebesar 70,45 juta dolar AS dan batu bara sebesar 68,47 juta dolar Amerika Serikat.
Begitu juga ekspor Sumsel pada Januari 2018 mengalami peningkatan dibandingkan Desember 2017. Peningkatan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Malaysia dan Jerman meskipun ekspor ke Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat dan Belanda mengalami penurunan, ujarnya.
Ia menuturkan, Tiongkok, India dan Malaysia menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada Januari 2018 masing-masing mencapai 89,22 juta dolar AS, 40,60 juta dolar AS dan 37,82 juta dolar AS, dengan peranan ketiganya mencapai 51,28 persen dari total ekspor periode Januari 2018.
Ekspor ke Uni Eropa pada Januari 2018 mencapai 27,38 juta dolar AS. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017 ekspor ke Uni Eropa mengalami penurunan 8,75 juta dolar AS. Akan tetapi, ekspor ke ASEAN mencapai 67,55 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 4,41 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2017, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanamkan nilai kebangsaan sejak dini, Yuk Cici ajak pelajar Bayung Lencir jadi generasi penjaga Indonesia
03 February 2026 19:28 WIB
Pengguna QRIS di Sumsel meningkat, BI catat nilai transaksi tembus Rp3,4 triliun
29 January 2026 21:01 WIB
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB