Pemuda Bengkulu buka taman bacaan tempat terbuka
Senin, 26 Februari 2018 9:31 WIB
Dok - pelajar baca buku (ANTARA News Sumsel.com/Feny Selly/17)
Bengkulu (ANTARA News Sumsel) - Sekelompok pemuda membuka Taman Bacaan di sebuah tempat terbuka di Kota Bengkulu untuk menghindari pengaruh gawai, khususnya terhadap anak-anak.
Tia, salah satu pengelola Taman Bacaan saat ditemui, Senin, mengatakan Taman Baca yang dibuka ini juga bertujuan untuk memberi edukasi kepada anak-anak yang membutuhkan informasi atau hiburan bersumber dari buku.
Dia berharap banyak anak-anak bisa bermain sambil belajar di Taman Baca. "Daripada main game online, lebih baik membaca di sini," katanya.
Banyak anak-anak di sekitar taman yang membatu orang tua mereka untuk berjualan. Kemudian mereka bisa membaca di Taman Baca.
Taman Baca yang tidak hanya menyediakan buku untuk anak-anak itu terletak di Taman Pantai Berkas dengan menyediakan ratusan koleksi buku.
Pengelola Taman Baca tersebut ada sembilan orang yang telah menjalain persahabatan sejak kecil, kemudian bertemu kembali setelah sekian lama terpisah.
"Setelah bertemu kami membahas untuk membuat sesuatu yang berguna. Akhirnya terciptalah Taman Baca ini," kata Tia.
Mereka juga menerima donasi buku, uang atau pakaian bekas layak pakai yang bisa dimanfaatkan.
Ke depannya, Taman Baca ini berwacana untuk membuka sekolah yang bermanfaat bagi orang-orang yang kurang mampu sekaligus bisa menampung kreatifitas anak-anak.
Nanta, seorang anak yang membaca di Taman Baca mengaku suka dengan adanya taman tersebut karena selain membaca, ia juga bisa mewarnai sambil belajar.
Tia, salah satu pengelola Taman Bacaan saat ditemui, Senin, mengatakan Taman Baca yang dibuka ini juga bertujuan untuk memberi edukasi kepada anak-anak yang membutuhkan informasi atau hiburan bersumber dari buku.
Dia berharap banyak anak-anak bisa bermain sambil belajar di Taman Baca. "Daripada main game online, lebih baik membaca di sini," katanya.
Banyak anak-anak di sekitar taman yang membatu orang tua mereka untuk berjualan. Kemudian mereka bisa membaca di Taman Baca.
Taman Baca yang tidak hanya menyediakan buku untuk anak-anak itu terletak di Taman Pantai Berkas dengan menyediakan ratusan koleksi buku.
Pengelola Taman Baca tersebut ada sembilan orang yang telah menjalain persahabatan sejak kecil, kemudian bertemu kembali setelah sekian lama terpisah.
"Setelah bertemu kami membahas untuk membuat sesuatu yang berguna. Akhirnya terciptalah Taman Baca ini," kata Tia.
Mereka juga menerima donasi buku, uang atau pakaian bekas layak pakai yang bisa dimanfaatkan.
Ke depannya, Taman Baca ini berwacana untuk membuka sekolah yang bermanfaat bagi orang-orang yang kurang mampu sekaligus bisa menampung kreatifitas anak-anak.
Nanta, seorang anak yang membaca di Taman Baca mengaku suka dengan adanya taman tersebut karena selain membaca, ia juga bisa mewarnai sambil belajar.
Pewarta : Nur Muhamad
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OKU Sumsel peroleh bantuan motor perpustakaan keliling, perkuat literasi warga
31 December 2024 14:03 WIB, 2024