RSMH tangani pasien anak kelainan darah 50 orang/hari
Senin, 19 Februari 2018 15:34 WIB
Dokumentasi- Seorang pasien baru keluar dari ruang operasi .(ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ag/17)
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pasien anak untuk penyakit kelainan darah selalu dirujuk dan mendapatkan pelayanan lanjutan ke Rumah Sakit Mohamad Hoesin dengan jumlah 50 orang per hari.
Dokter Departemen Kesehatan Anak RSMH, Dian Puspita Sari SpA (K) sekaligus Konsultan Hematologi Onkologi Anak di Palembang, Senin, mengatakan dari 50 pasien itu ada juga yang langsung menjalani perawatan selama 2-3 hari hingga perawatan intensif seperti kemoterapi.
"Untuk kemoterapi kami menjalankan `one day care` yang setiap harinya bisa melayani sampai 10 anak. Setelah diobservasi, pasien bisa langsung pulang," kata dia.
Ia mengatakan pasien yang dirawat paling banyak yakni penderita leukimia dengan catatan pada tahun 2017 terdapat 3 pasien baru per bulan atau dalam satu bulan mencapai 30 pasien.
Sedangkan kanker getah bening, dalam setiap bulannya terdapat satu pasien baru, disusul kanker retino blastoma satu pasien, kanker tulang sebanyak lima pasien dan kanker syaraf sebanyak tiga pasien per tahun serta tumor ginjal satu pasien pertahun.
"Untuk potensi anak-anak terkena kanker di satu daerah mencapai 3-5 persen dari jumlah anak. Ini faktornya selain genetik, faktor lingkungan juga berpengaruh, salah satunya karena pengaruh makanan bahan pengawet yang dimasak dengan suhu yang melebihi, serta orang tua anak yang merokok yang mengakibatkan gangguan janin," kata dia.
Ia menambahkan, untuk penyakit kanker pada pasien baru diakui orang tua pasien tidak peduli, dimana setelah mengetahui adanya deteksi kanker namun didiamkan.
Misalnya, diketahui anak memiliki benjolan namun didiamkan atau tidak dibawa ke rumah sakit, sehingga setelah diketahui mengalami stadium lanjut baru dibawa ke rumah sakit.
"Faktor kurangnya informasi, jauhnya tempat tinggal dari RS, sehingga saat benjolan mengecil justru kanker langsung menyerang organ tubuh," kata dia.
Sementara itu, untuk mengatasi persoalan ini, Yayasan Peduli Kanker Anak Sumsel telah membangun rumah singgah berlokasi di Sekip Lebak Rejo yang bisa menampung 15 pasien.
"RSMH juga ada rumah singgah yang memiliki 50 kamar untuk memudahkan bagi orang tua pasien yang tinggal di daerah. Mereka boleh menginap dan tidak dipungut biaya," ujar dia.
(T.D019/B/B008
Dokter Departemen Kesehatan Anak RSMH, Dian Puspita Sari SpA (K) sekaligus Konsultan Hematologi Onkologi Anak di Palembang, Senin, mengatakan dari 50 pasien itu ada juga yang langsung menjalani perawatan selama 2-3 hari hingga perawatan intensif seperti kemoterapi.
"Untuk kemoterapi kami menjalankan `one day care` yang setiap harinya bisa melayani sampai 10 anak. Setelah diobservasi, pasien bisa langsung pulang," kata dia.
Ia mengatakan pasien yang dirawat paling banyak yakni penderita leukimia dengan catatan pada tahun 2017 terdapat 3 pasien baru per bulan atau dalam satu bulan mencapai 30 pasien.
Sedangkan kanker getah bening, dalam setiap bulannya terdapat satu pasien baru, disusul kanker retino blastoma satu pasien, kanker tulang sebanyak lima pasien dan kanker syaraf sebanyak tiga pasien per tahun serta tumor ginjal satu pasien pertahun.
"Untuk potensi anak-anak terkena kanker di satu daerah mencapai 3-5 persen dari jumlah anak. Ini faktornya selain genetik, faktor lingkungan juga berpengaruh, salah satunya karena pengaruh makanan bahan pengawet yang dimasak dengan suhu yang melebihi, serta orang tua anak yang merokok yang mengakibatkan gangguan janin," kata dia.
Ia menambahkan, untuk penyakit kanker pada pasien baru diakui orang tua pasien tidak peduli, dimana setelah mengetahui adanya deteksi kanker namun didiamkan.
Misalnya, diketahui anak memiliki benjolan namun didiamkan atau tidak dibawa ke rumah sakit, sehingga setelah diketahui mengalami stadium lanjut baru dibawa ke rumah sakit.
"Faktor kurangnya informasi, jauhnya tempat tinggal dari RS, sehingga saat benjolan mengecil justru kanker langsung menyerang organ tubuh," kata dia.
Sementara itu, untuk mengatasi persoalan ini, Yayasan Peduli Kanker Anak Sumsel telah membangun rumah singgah berlokasi di Sekip Lebak Rejo yang bisa menampung 15 pasien.
"RSMH juga ada rumah singgah yang memiliki 50 kamar untuk memudahkan bagi orang tua pasien yang tinggal di daerah. Mereka boleh menginap dan tidak dipungut biaya," ujar dia.
(T.D019/B/B008
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Grup asal Jepang bawakan lagu "A Go Go" milik Dara Puspita di Joyland
24 November 2024 8:23 WIB, 2024
Kaleidoskop - Tujuh pernikahan mewah pesohor Indonesia sepanjang 2022
29 December 2022 17:19 WIB, 2022
"Aruna" dan "Tiga Dara" masuk festival film CROSSCUT ASIA Delicious!
19 December 2021 18:51 WIB, 2021
Artis Morgan-Sheila Dara doakan pengungsi akibat bencana Semeru kuat
18 December 2021 19:36 WIB, 2021
Morgan Oey harap "Teka-Teki Tika" dorong masyarakat kembali ke bioskop
18 December 2021 19:33 WIB, 2021
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB