Kopertis-X minta penerima hibah harus inovatif
Senin, 19 Februari 2018 14:38 WIB
Ilustrasi- Penelitian. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ag/17)
Padang (ANTARA News Sumsel) - Koordinator Kopertis wilayah X Prof Herri meminta dosen kampus swasta di Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau penerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemenristekdikti untuk inovatif dan solutif.
"Artinya penelitian dan pengabdian itu menghasilkan produk terbarukan dan bermanfaat," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya dengan penandatanganan kontrak pada Kamis (15/2) lalu menjadi awal bagi dosen memikirkan dan menciptakan keluaran penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam hal ini dosen dituntut terus memperbarui informasi terkait perkembangan yang terjadi di dunia dan menggali potensi untuk menyelesaikan persoalannya.
Penelitian atau pengabdian tersebut harus bernilai bukan semata mengejar capaian jurnal bereputasi namun juga menghasilkan paten.
Terlebih dalam hibah terdapat tujuan tertentu yang sasarannya menyejahterakan masyarakat.
Apapun bidangnya, tambahnya tujuannya tetap sama dalam memberikan solusi dari persoalan di tengah masyarakat.
"Kita ada 250 kampus dan lebih 9.000 dosen, dan yang mendapat hibah lebih dari 700 setidaknya muncul inovasi," ujar dia.
Ke depan Kopertis juga akan melakukan pengawasan dan kinerja dari penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut.
Dengan Kopertis akan mengevaluasi kepantasan dosen dan kampus penerima hibah sekaligus dapat melihat potensi yang muncul.
Saat ini kata dia Kopertis X memiliki layanan secara daring untuk konsultasi penelitian atau pengabdian masyarakat tersebut.
Hal ini dapat terlihat di laman daring kopertis10.or.id.
(T.KR-DYA//H. Agusta)
"Artinya penelitian dan pengabdian itu menghasilkan produk terbarukan dan bermanfaat," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya dengan penandatanganan kontrak pada Kamis (15/2) lalu menjadi awal bagi dosen memikirkan dan menciptakan keluaran penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam hal ini dosen dituntut terus memperbarui informasi terkait perkembangan yang terjadi di dunia dan menggali potensi untuk menyelesaikan persoalannya.
Penelitian atau pengabdian tersebut harus bernilai bukan semata mengejar capaian jurnal bereputasi namun juga menghasilkan paten.
Terlebih dalam hibah terdapat tujuan tertentu yang sasarannya menyejahterakan masyarakat.
Apapun bidangnya, tambahnya tujuannya tetap sama dalam memberikan solusi dari persoalan di tengah masyarakat.
"Kita ada 250 kampus dan lebih 9.000 dosen, dan yang mendapat hibah lebih dari 700 setidaknya muncul inovasi," ujar dia.
Ke depan Kopertis juga akan melakukan pengawasan dan kinerja dari penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut.
Dengan Kopertis akan mengevaluasi kepantasan dosen dan kampus penerima hibah sekaligus dapat melihat potensi yang muncul.
Saat ini kata dia Kopertis X memiliki layanan secara daring untuk konsultasi penelitian atau pengabdian masyarakat tersebut.
Hal ini dapat terlihat di laman daring kopertis10.or.id.
(T.KR-DYA//H. Agusta)
Pewarta : M R Denya Utama
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tari Saman Gayo sambut ilmuwan dunia dalam peringatan 20 tahun tsunami Aceh
10 November 2024 17:00 WIB, 2024
Rusia tangkap ilmuwan fisika diduga berkolaborasi dengan dinas rahasia China
01 July 2022 15:12 WIB, 2022
Dua orang dosen USU masuk daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia
29 October 2021 20:03 WIB, 2021
Sejumlah ilmuwan simulasikan kehidupan di Mars di Kawah Ramon Israel
12 October 2021 10:58 WIB, 2021