Harimau Sumatera diperkirakan ada di Aek Nauli
Jumat, 15 Desember 2017 10:50 WIB
Dokumentasi - Harimau Sumatera (ANTARA)
Medan (ANTARA Sumsel) - Harimau Sumatra diperkirakan ada di kawasan hutan Aek Nauli berdasarkan temuan Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dalam kunjungan tim Pertamina Marketing Operation Region I ke Aek Nauli, Simalungun, baru-baru ini, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, keberadaan harimau Sumatra diketahui ketika tertangkapnya seekor harimau pada Mei 2017.
Harimau yang ditangkap masyarakat Kampung Parmonangan, Simalungun tersebut ditemukan dalam kondisi terluka sehingga dibawa ke Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
"Harimau itu dinamakan Si Monang karena ditemukan di Kampung Parmonangan," katanya.
Menurut dia, kawasan hutan Aek Nauli yang dikelola Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut memiliki luas sekitar 1.900 hektare.
Keberadaan harimau Sumatra yang ditangkap masyarakat tersebut membuktikan ekosistem Aek Nauli terjaga dengan baik.
Selain harimau, kawasan hutan yang banyak ditanami pohon pinus tersebut juga dihuni siamang dan kera.
Belakangan ini, pihaknya juga mengembangkan penangkaran lebah dan pemanenan madu di kawasan hutan yang berdekatan dengan Danau Toba tersebut.
Penangkaran lebah itu dapat menjadi aktivitas wisata dalam pemanenen madu. "Jadi, tujuan wisatanya bukan hanya Danau Toba," katanya.
Dalam kunjungan tim Pertamina Marketing Operation Region I ke Aek Nauli, Simalungun, baru-baru ini, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, keberadaan harimau Sumatra diketahui ketika tertangkapnya seekor harimau pada Mei 2017.
Harimau yang ditangkap masyarakat Kampung Parmonangan, Simalungun tersebut ditemukan dalam kondisi terluka sehingga dibawa ke Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
"Harimau itu dinamakan Si Monang karena ditemukan di Kampung Parmonangan," katanya.
Menurut dia, kawasan hutan Aek Nauli yang dikelola Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut memiliki luas sekitar 1.900 hektare.
Keberadaan harimau Sumatra yang ditangkap masyarakat tersebut membuktikan ekosistem Aek Nauli terjaga dengan baik.
Selain harimau, kawasan hutan yang banyak ditanami pohon pinus tersebut juga dihuni siamang dan kera.
Belakangan ini, pihaknya juga mengembangkan penangkaran lebah dan pemanenan madu di kawasan hutan yang berdekatan dengan Danau Toba tersebut.
Penangkaran lebah itu dapat menjadi aktivitas wisata dalam pemanenen madu. "Jadi, tujuan wisatanya bukan hanya Danau Toba," katanya.
Pewarta : Irwan Arfa
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terapkan sistem buka-tutup Jalintim Sumatra KM 71 pada 30 Januari 2026
27 January 2026 13:42 WIB
Kanwil Kemenag Sumsel berangkatkan armada truk logistik, bantu korban bencana Sumatera
28 December 2025 9:11 WIB
Nyala harapan dari Rejosari, petani naik kelas berkat pelatihan wirausaha Pertamina EP
23 December 2025 11:17 WIB
Kemenag Sumsel kumpulkan dana bantuan Rp1,7 miliar untuk korban bencana Sumatera
22 December 2025 13:58 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB