Bulog Sumsel lakukan operasi pasar beras medium
Selasa, 28 November 2017 12:57 WIB
Dokumentasi- Persediaan Beras di gudang Bulog. (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/17)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung melakukan operasi pasar beras medium di sejumlah pasar di Kota Palembang guna mengantisipasi kelangkaan beras tersebut.
Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Bakhtiar AS di Palembang, Selasa, mengatakan pihaknya melakukan kegiatan operasi pasar untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras medium, karena selama ini yang kurang itu beras medium.
Menurut dia, antara beras medium dengan premium itu disparitas harganya tinggi, artinya dipoles-poles sedikit saja dia bisa menjadi premium sehingga cenderung pelaku usaha itu menjual premium dibandingkan beras medium.
Ia mengatakan, untuk harga beras medium itu Rp9.450 per kilogram, sedangkan beras premium Rp12.800 per kilogram.
Oleh karena itu, lanjutnya, Bulog melakukan operasi pasar beras medium yang harganya Rp8.100 per kilogram, karena yang menjual beras medium sedikit.
"Alhamdulillah, cukup antusias, tapi saya pikir masih dalam batas-batas normal yang membeli beras sejak dilakukan operasi pasar dua minggu lalu," ujarnya.
Ia menyatakan, kalau OP beras di Sumatera Selatan itu hampir dilakukan di semua pasar seperti di Pasar 16 Ilir, kemudian Cinde, Lemabang, 26 Ilir dan beberapa kantor camat serta outlet rumah pangan yang dijadikan sebagai titik lokasi, dan juga tentunya akan diikuti kabupaten dan kota lainnya.
"Jadi, Bulog tidak akan membatasi sepanjang ada permintaan kita siap untuk melakukan penjulan beras OP," ujarnya.
Ia menjelaskan, OP beras yang sudah dilakukan itu sampai sekarang sudah menjual sekitar 85 ton atau 85 ribu kilogram, rata-rata sekitar delapan ton perhari.
OP beras medium ini akan dilaksanakan sampai 31 Desember 2017 dan ini juga dalam rangka menghadapi Natal dan tahun baru.
Dengan adanya kegiatan berbarengan pendistribusian raskin dan OP beras, diharapkan gejolak harga bisa diatasi, apalagi kegiatan ini juga dipantau satgas pangan. Untuk pembelian beras OP ini memang tidak dibatasi, tapi sewajarnya. Selain beras juga ada gula dan minyak goreng.
Sementara stok beras sekarang masih ada sekitar 21,74 ribu ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga sampai empat bulan ke depan, katanya.
Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Bakhtiar AS di Palembang, Selasa, mengatakan pihaknya melakukan kegiatan operasi pasar untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras medium, karena selama ini yang kurang itu beras medium.
Menurut dia, antara beras medium dengan premium itu disparitas harganya tinggi, artinya dipoles-poles sedikit saja dia bisa menjadi premium sehingga cenderung pelaku usaha itu menjual premium dibandingkan beras medium.
Ia mengatakan, untuk harga beras medium itu Rp9.450 per kilogram, sedangkan beras premium Rp12.800 per kilogram.
Oleh karena itu, lanjutnya, Bulog melakukan operasi pasar beras medium yang harganya Rp8.100 per kilogram, karena yang menjual beras medium sedikit.
"Alhamdulillah, cukup antusias, tapi saya pikir masih dalam batas-batas normal yang membeli beras sejak dilakukan operasi pasar dua minggu lalu," ujarnya.
Ia menyatakan, kalau OP beras di Sumatera Selatan itu hampir dilakukan di semua pasar seperti di Pasar 16 Ilir, kemudian Cinde, Lemabang, 26 Ilir dan beberapa kantor camat serta outlet rumah pangan yang dijadikan sebagai titik lokasi, dan juga tentunya akan diikuti kabupaten dan kota lainnya.
"Jadi, Bulog tidak akan membatasi sepanjang ada permintaan kita siap untuk melakukan penjulan beras OP," ujarnya.
Ia menjelaskan, OP beras yang sudah dilakukan itu sampai sekarang sudah menjual sekitar 85 ton atau 85 ribu kilogram, rata-rata sekitar delapan ton perhari.
OP beras medium ini akan dilaksanakan sampai 31 Desember 2017 dan ini juga dalam rangka menghadapi Natal dan tahun baru.
Dengan adanya kegiatan berbarengan pendistribusian raskin dan OP beras, diharapkan gejolak harga bisa diatasi, apalagi kegiatan ini juga dipantau satgas pangan. Untuk pembelian beras OP ini memang tidak dibatasi, tapi sewajarnya. Selain beras juga ada gula dan minyak goreng.
Sementara stok beras sekarang masih ada sekitar 21,74 ribu ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga sampai empat bulan ke depan, katanya.
Pewarta : Susilawati
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Banjir terjang 5 kecamatan di Kabupaten Tangerang, ketinggian air capai 1,5 meter
08 March 2026 7:22 WIB
Toyota klaim dominasi pasar otomotif Indonesia 2025 dengan pangsa pasar 31,2 persen
07 March 2026 7:52 WIB
Pemkot Palembang subsidi Rp10 Ribu per paket sembako di pasar murah Ramadhan
25 February 2026 10:45 WIB
Mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo dituntut 3,5 tahun penjara kasus korupsi Pasar Cinde
23 February 2026 19:10 WIB
Tembus pasar Eropa dan Malaysia, harga kayu manis petani Agam justru dinilai terlalu rendah
22 February 2026 16:35 WIB
Bupati Askolani instruksikan razia makanan berbahaya di seluruh pasar Banyuasin
22 February 2026 16:23 WIB
Cabai rawit merah di Jakarta melonjak hingga Rp140 ribu per kg, Bulog koordinasi dengan pengusaha
22 February 2026 9:25 WIB