Sumatera Selatan eksis lumbung energi nasional
Minggu, 29 Oktober 2017 12:05 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki (baju putih) berbincang dengan Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Amir Rosyidin seusai peresmian Gardu Induk Jakabaring, Banyuasin, Rabu (30/11). (ANTARA Sumsel/Feny Selly/16)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pasokan energi listrik di Sumatera Selatan lebih dari cukup sehingga tidak mengherankan jika provinsi ini disebut lumbung energi nasional karena mampu memproduksi 2.000 MW, kata Sekretaris Daerah daerah setempat Nasrun Umar.
"Saat ini beban puncak hanya 650 MW sehingga kelebihan pasokan ini disuplai ke Jawa. Tinggal lagi bagaimana pengembangan ragam pembangkit tenaga listriknya," kata Nasrun di Palembang, Minggu.
Ia mengatakan pemrov sedang menggencarkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang merupakan inisiatif PDPDE bekerja sama dengan Sharp Corporation.
PLTS ini akan berkapasitas 2 MW menggunakan sistem joint crediting mechanism (JCM) dengan nilai investasi 3 juta dolar AS.
"Rencananya akan dibangun di Jakabaring dalam waktu dekat untuk sekaligus menunjang pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018. Adanya pembangkit yang dibangun khusus di Jakabaring Sport City diharapkan tidak mengganggu kebutuhan listrik di dalam Kota Palembang sendiri," kata dia.
Beberapa waktu lalu PT PLN menambah daya gardu induk Jakabaring dari 30 MVA menjadi 60 MVA untuk mendukung kebutuhan kawasan tersebut sebagai pusat pertandingan pada pelaksanaan Asian Games ke-18 tahun 2018.
Penambahan daya ini dipandang sebagai kebutuhan utama agar saat terjadi ganguan dalam sistem interkoneksi Sumatera maka sudah ada `back up`.
"Masalah penyediaan listrik di kawasan olahraga Jakabaring menjadi kebutuhan vital, jangan sampai saat Asian Games mengalami ganguan. Untuk itu, mulai tahun ini sudah dilakukan perbaikan infrastruktur," kata Lilik.
Sementara itu, Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan Marwan Saragih mengatakan Sumsel yang dikenal sebagai daerah lumbung energi nasional akan berkontribusi sebanyak 6.000 Mega Watt dalam program pemerintah pembangkitan energi listrik 35.000 Mega Watt pada 2015-2019.
Pada tahun 2015, PLTU Banjarsari di Lahat dengan kapasitas 2x110 Mega Watt (MW) telah beroperasi.
Kemudian dalam waktu dekat akan disusul PLTU Keban Agung di Lahat dengan kapasitas 2x135 MW oleh PT Priamanaya, dan PLTU Bayung Lincir di Musi Banyuasin dengan kapasitas 2x150 MW oleh PT DSS Power Sumsel.
Selain itu ada juga proyek Sumsel 8 (2x600 MW) yang sudah groundbreaking, dan Sumsel 9 (2x600 MW) dan Sumsel 10 (1x600 MW) yang sedang proses lelang.
"Untuk membangkitkan 1 MW dibutuhkan investasi sebesar 1,3 juta dolar. Namun, dengan program 35 ribu MW, pemerintah banyak membuat kebijakan untuk memuluskan program ini sehingga Sumsel sangat optimistis sekali bisa berkontribusi besar," ujarnya.
"Saat ini beban puncak hanya 650 MW sehingga kelebihan pasokan ini disuplai ke Jawa. Tinggal lagi bagaimana pengembangan ragam pembangkit tenaga listriknya," kata Nasrun di Palembang, Minggu.
Ia mengatakan pemrov sedang menggencarkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang merupakan inisiatif PDPDE bekerja sama dengan Sharp Corporation.
PLTS ini akan berkapasitas 2 MW menggunakan sistem joint crediting mechanism (JCM) dengan nilai investasi 3 juta dolar AS.
"Rencananya akan dibangun di Jakabaring dalam waktu dekat untuk sekaligus menunjang pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018. Adanya pembangkit yang dibangun khusus di Jakabaring Sport City diharapkan tidak mengganggu kebutuhan listrik di dalam Kota Palembang sendiri," kata dia.
Beberapa waktu lalu PT PLN menambah daya gardu induk Jakabaring dari 30 MVA menjadi 60 MVA untuk mendukung kebutuhan kawasan tersebut sebagai pusat pertandingan pada pelaksanaan Asian Games ke-18 tahun 2018.
Penambahan daya ini dipandang sebagai kebutuhan utama agar saat terjadi ganguan dalam sistem interkoneksi Sumatera maka sudah ada `back up`.
"Masalah penyediaan listrik di kawasan olahraga Jakabaring menjadi kebutuhan vital, jangan sampai saat Asian Games mengalami ganguan. Untuk itu, mulai tahun ini sudah dilakukan perbaikan infrastruktur," kata Lilik.
Sementara itu, Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Selatan Marwan Saragih mengatakan Sumsel yang dikenal sebagai daerah lumbung energi nasional akan berkontribusi sebanyak 6.000 Mega Watt dalam program pemerintah pembangkitan energi listrik 35.000 Mega Watt pada 2015-2019.
Pada tahun 2015, PLTU Banjarsari di Lahat dengan kapasitas 2x110 Mega Watt (MW) telah beroperasi.
Kemudian dalam waktu dekat akan disusul PLTU Keban Agung di Lahat dengan kapasitas 2x135 MW oleh PT Priamanaya, dan PLTU Bayung Lincir di Musi Banyuasin dengan kapasitas 2x150 MW oleh PT DSS Power Sumsel.
Selain itu ada juga proyek Sumsel 8 (2x600 MW) yang sudah groundbreaking, dan Sumsel 9 (2x600 MW) dan Sumsel 10 (1x600 MW) yang sedang proses lelang.
"Untuk membangkitkan 1 MW dibutuhkan investasi sebesar 1,3 juta dolar. Namun, dengan program 35 ribu MW, pemerintah banyak membuat kebijakan untuk memuluskan program ini sehingga Sumsel sangat optimistis sekali bisa berkontribusi besar," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puluhan rumah di Pademangan terbakar, 380 jiwa kehilangan tempat tinggal
27 September 2026 12:26 WIB
Cuaca ekstrem padamkan listrik di Lahat, PLN ULP Lembayung terjunkan 31 personel
20 August 2026 13:41 WIB
Terpopuler - Info Sumsel
Lihat Juga
Empat penerbangan di Bandara SMB II Palembang alami keterlambatan dampak kabut asap
01 October 2026 19:14 WIB
Petugas gunakan menara api setinggi 32 meter pantau karhutla 24 jam di Musi Banyuasin
30 September 2026 19:38 WIB
Kabupaten OKI optimalkan Rp20 miliar Banpres untuk perkuat penanganan karhutla
30 September 2026 12:54 WIB