Perajin buat lidi sawit jadi piring
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:32 WIB
Ibu rumah tangga di Kumpeh tengah membuat anyaman piring berbahan lidi sawit ( (ANTARA/Zukni)
Jambi (ANTARA Sumsel) - Sejumlah ibu rumah tangga perajin asal Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, mengembangkan usaha dengan menyulap lidi kelapa sawit menjadi karya kerajinan berupa piring anyaman dan tempat buah-buahan.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Komunitas (UBK), Zar'i (48), di Jambi, Jumat mengatakan, hasil kerajinan lidi sawit yang paling banyak diproduksi adalah berupa piring dan keranjang buah-buahan dan kerajinan lainnya.
Untuk bahan bakunya para perajin mendapatkannya dari lidi kelapa sawit yang sudah tidak berbuah lagi.
Hal itu juga tidak lepas dari harga buah kelapa sawit masih rendah di tingkat petani saat ini sehingga muncul ide untuk bisa memanfaatkan sumber potensi yang ada pada kelapa sawit tersebut adalah lidinya yang bisa jadi untuk bahan kerajinan tangan.
"Produk piring lidi sawit yang mereka hasilnya selain dijual, juga dimanfaatkan oleh kelompok ini untuk jasa sewa piring lidi yang biasanya dipakai saat orang acara nikahan dan lainnya dimana piring lidi ini sebagai pengganti piring kaca yang dimakan untuk alasan makan," kata Zar'i.
Untuk saat ini piring lidi sawit itu dijual seharga Rp5.000 per per buah dan biasanya seminggu sekali ibu-ibu perajin itu menjualnya.
Sejak 2016 produksi piring lidi sawit tersebut pernah dipasarkan sampai ke Bali dan terakhir ke Pekanbaru, Provinsi Riau, dan berharap kedepannya hasil produksi tersebut bisa menembus pasar nasional.
Zar'i juga mengungkapkan komunitas itu juga menyosialisasikan kerajinan berbahan lidi kelapa sawit itu kepada siswa yang melalui pihak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP yang ada di Muarojambin dan Kota Jambi.
Sementara itu, menurut Jamilah (34), salah seorang perajin piring lidi sawit, yang bergabung dalam kelompok Usaha Bersama Komunitas di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, mengaku setiap minggunya dapat membuat piring dari lidi kelapa sawit sebanyak 80 buah hingga 120 buah.
Piring lidi itu terbuat dari 90-100 ruas lidi sawit dan untuk satu keranjang buah-buahan menggunakan lidi sebanyak 120 ruas lidi yang dikerjakan oleh para ibu-ibu rumah tangga yang ada di beberapa desa di Kecamatan Kumpeh Ulu.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Komunitas (UBK), Zar'i (48), di Jambi, Jumat mengatakan, hasil kerajinan lidi sawit yang paling banyak diproduksi adalah berupa piring dan keranjang buah-buahan dan kerajinan lainnya.
Untuk bahan bakunya para perajin mendapatkannya dari lidi kelapa sawit yang sudah tidak berbuah lagi.
Hal itu juga tidak lepas dari harga buah kelapa sawit masih rendah di tingkat petani saat ini sehingga muncul ide untuk bisa memanfaatkan sumber potensi yang ada pada kelapa sawit tersebut adalah lidinya yang bisa jadi untuk bahan kerajinan tangan.
"Produk piring lidi sawit yang mereka hasilnya selain dijual, juga dimanfaatkan oleh kelompok ini untuk jasa sewa piring lidi yang biasanya dipakai saat orang acara nikahan dan lainnya dimana piring lidi ini sebagai pengganti piring kaca yang dimakan untuk alasan makan," kata Zar'i.
Untuk saat ini piring lidi sawit itu dijual seharga Rp5.000 per per buah dan biasanya seminggu sekali ibu-ibu perajin itu menjualnya.
Sejak 2016 produksi piring lidi sawit tersebut pernah dipasarkan sampai ke Bali dan terakhir ke Pekanbaru, Provinsi Riau, dan berharap kedepannya hasil produksi tersebut bisa menembus pasar nasional.
Zar'i juga mengungkapkan komunitas itu juga menyosialisasikan kerajinan berbahan lidi kelapa sawit itu kepada siswa yang melalui pihak sekolah, baik tingkat SD maupun SMP yang ada di Muarojambin dan Kota Jambi.
Sementara itu, menurut Jamilah (34), salah seorang perajin piring lidi sawit, yang bergabung dalam kelompok Usaha Bersama Komunitas di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, mengaku setiap minggunya dapat membuat piring dari lidi kelapa sawit sebanyak 80 buah hingga 120 buah.
Piring lidi itu terbuat dari 90-100 ruas lidi sawit dan untuk satu keranjang buah-buahan menggunakan lidi sebanyak 120 ruas lidi yang dikerjakan oleh para ibu-ibu rumah tangga yang ada di beberapa desa di Kecamatan Kumpeh Ulu.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Ujang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Shaw latihan sambil bagikan 50 keranjang hadiah untuk staf Manchester United
17 December 2019 9:30 WIB, 2019
Terpopuler - Makro & Mikro
Lihat Juga
Desa Bukit Makmur raih penghargaan 15 desa terbaik nasional Program BRILiaN 2025
11 November 2025 15:18 WIB
Pusri resmikan Rumah Kompos di Desa Tebat Benawa, dukung pengembangan kopi lokal
18 July 2025 16:03 WIB
Gapki: Tanaman kelapa sawit di Sumsel butuh peremajaan untuk tingkatkan produksi
21 March 2025 11:00 WIB