Pembagian keranjang di Bukittinggi masuk MURI

id keranjang belanja, dasawisma, Museum Rekor-Dunia Indonesia, muri, pembagian gratis

Pembagian keranjang di Bukittinggi masuk MURI

Ketua TP PKK Bukittinggi, Yessi Ramlan menyerahkan keranjang belanja bagi perwakilan dasawisma dalam kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (ANTARA)

Bukittinggi (Antarasumsel.com) - Pembagian 11.000 keranjang belanja bagi kelompok dasawisma di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Senin, masuk dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri).

Kegiatan itu dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dan pencanangan bulan bakti dasawisma yang digelar di Bukittinggi, Senin.

Tim Penilai Muri, Yusuf Ngadri mengatakan pembagian keranjang belanja terbanyak itu diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk menerapkan kegiatan yang sama.

"Pembagian keranjang belanja ini bentuk upaya pemerintah setempat mengurangi penggunaan kantong plastik ketika berbelanja," katanya.

Ia mengharapkan terutama bagi kaum ibu agar membiasakan kembali menggunakan keranjang belanja saat berbelanja dan mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias mengatakan dalam pencanangan bulan bakti dasawisma, kelompok dasawisma diminta semakin aktif mendorong masyarakat peduli kebersihan lingkungan.

"Salah satu bentuknya dengan mengurangi pemakaian kantong plastik dan beralih menggunakan keranjang belanja saat berbelanja ke pasar," katanya.

Melalui penggunaan keranjang pihaknya menargetkan dapat mengurangi volume sampah yang dihasilkan dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi, Supadria menyebutkan 11.000 keranjang yang dibagikan berasal dari bantuan program tanggungjawab sosial (CSR) beberapa lembaga perbankan yang ada di daerah itu.

"Kami harap keranjang yang dibagikan dapat dimanfaatkan dan akan mengurangi volume sampah yang dihasilkan di mana 60 persennya merupakan sampah rumah tangga," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar