BKSDA kembangbiakan gajah sumatera
Senin, 9 Oktober 2017 22:59 WIB
Ilustrasi - gajah sumatera. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)
Bengkulu-Lampung memprogramkan pengembangbiakan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Latihan Gajah, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
"Kami bekerja sama dengan lembaga lokal yang fokus pada pelestarian satwa langka gajah sumatera, membangun fasilitas pengembangbiakan," tutur Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Abu Bakar di Bengkulu, Rabu.
Program yang akan berjalan selama lima tahun itu dimulai dengan pembangunan sarana dan prasarana antara lain kandang pengembangbiakan.
Berikutnya, pemeriksaan gajah jantan dan betina jinak di PLG Seblat untuk menentukan indukan yang akan dikawinkan.
Program ini kata Abu bertujuan meningkatkan populasi gajah sumatera yang saat ini berada pada status terancam punah.
Menurut dia, program serupa sudah pernah dilakukan di BKSDA Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam dan Pusat Latihan Gajah di Tangkahan, Sumatera Utara.
"Kami sudah pernah berhasil menambah populasi gajah di Aceh, saat saya masih bekerja di sana," ucapnya.
Abu mengatakan penurunan populasi gajah sumatera di Bengkulu semakin mengkhawatirkan terutama akibat perburuan liar dan konflik lahan di mana habitat gajah liar terus menyempit.
Sementara saat ini di PLG Seblat, terdapat 11 ekor gajah dewasa dan seekor gajah remaja yang dibina oleh para mahout atau pawang gajah.
"Kami bekerja sama dengan lembaga lokal yang fokus pada pelestarian satwa langka gajah sumatera, membangun fasilitas pengembangbiakan," tutur Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Abu Bakar di Bengkulu, Rabu.
Program yang akan berjalan selama lima tahun itu dimulai dengan pembangunan sarana dan prasarana antara lain kandang pengembangbiakan.
Berikutnya, pemeriksaan gajah jantan dan betina jinak di PLG Seblat untuk menentukan indukan yang akan dikawinkan.
Program ini kata Abu bertujuan meningkatkan populasi gajah sumatera yang saat ini berada pada status terancam punah.
Menurut dia, program serupa sudah pernah dilakukan di BKSDA Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam dan Pusat Latihan Gajah di Tangkahan, Sumatera Utara.
"Kami sudah pernah berhasil menambah populasi gajah di Aceh, saat saya masih bekerja di sana," ucapnya.
Abu mengatakan penurunan populasi gajah sumatera di Bengkulu semakin mengkhawatirkan terutama akibat perburuan liar dan konflik lahan di mana habitat gajah liar terus menyempit.
Sementara saat ini di PLG Seblat, terdapat 11 ekor gajah dewasa dan seekor gajah remaja yang dibina oleh para mahout atau pawang gajah.
Pewarta : Helti Marini Sipayung
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB
Lima gajah liar masuk permukiman warga di Kabupaten OKU Selatan, BKSDA cari solusi bersama
24 October 2025 17:38 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Jaga ekosistem laut, Pertamina Trans Kontinental tanam 512 terumbu karang di Sulawesi Utara
20 August 2026 7:24 WIB
Ubah limbah jadi bermanfaat, Kilang Plaju dorong Kelompok Proklim ciptakan produk bernilai
10 August 2026 22:42 WIB
Tim Gabungan berhasil kendalikan karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani NTB
09 August 2026 10:53 WIB
Pertamina Kilang Plaju kukuhkan kawasan siaga bencana dan gelar pelatihan mitigasi
02 August 2026 8:36 WIB