Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko polhukam) Wiranto, mengungkapkan ada komunikasi yang belum tuntas antara TNI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri.
Wiranto menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5.000 pucuk senjata standar TNI, saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Minggu.
Wiranto menilai pernyataan Panglima TNI itu tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antarinstitusi yang belum tuntas.
"Setelah dikonfirmasikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PT Pindad (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk keperluan pendidikan Intelijen," jelasnya.
Pengadaan seperti ini izinnya bukan dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri. Dengan demikian prosedur pengadaannya tidak secara spesifik memerlukan kebijakan Presiden Joko Widodo.
"Berdasarkan penjelasan ini diharapkan tidak ada lagi polemik dan politisasi atas isu tersebut," kata Wiranto.
Wiranto: Ada komunikasi belum tuntas antara TNI-BIN
Senin, 25 September 2017 14:21 WIB
Menko Polhukam Wiranto (ANTARA Sumsel/Feny Selly)
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkopolkam sebut secara umum Pilkada lancar meski ada di beberapa daerah perlu PSU
27 November 2024 20:13 WIB, 2024
Menko Polkampastikan telusuri akses judi daring dari VPN dan non-VPN
05 November 2024 14:38 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejati Sumsel pulihkan keuangan negara senilai Rp1,2 triliun dari kasus perbankan
07 May 2026 23:03 WIB